Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaKesehatanNasionalPolkam

Tiga Inovasi Baru Disiapkan, Dinkes Mimika Pacu Revolusi Pelayanan Kesehatan

64
×

Tiga Inovasi Baru Disiapkan, Dinkes Mimika Pacu Revolusi Pelayanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang terus bergerak dinamis, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memilih tidak berdiam diri. Dari sebuah ruang pertemuan di Hotel Grand Tembaga, Selasa (2/6/2026), lahir semangat baru untuk menata masa depan pelayanan publik yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Bukan sekadar rapat rutin. Sosialisasi inovasi daerah yang diikuti para pegawai Dinkes Mimika itu menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan harapan. Di sanalah target besar tahun 2026 ditegaskan: menghadirkan tiga inovasi baru yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Example 300x600

Sekretaris Dinkes Mimika, Dr. Sisma HL, menegaskan bahwa inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus menjadi budaya kerja setiap organisasi perangkat daerah.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Inovasi harus membuat pelayanan menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Jika sebelumnya membutuhkan 10 menit, maka harus bisa dipersingkat menjadi lima menit. Itu esensi dari inovasi. ❞
— Dr. Sisma HL
╚══════════════════════════════════╝

Menurutnya, setiap pegawai didorong untuk berani melahirkan gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Inovasi yang lahir tidak boleh berhenti pada dokumen atau presentasi, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan kesehatan.

Ia menekankan bahwa tujuan utama inovasi bukanlah mengejar penghargaan semata, melainkan menciptakan sistem kerja yang lebih efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Bukan hanya untuk lomba, tetapi bagaimana inovasi itu membuat pekerjaan lebih mudah, lebih efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. ❞
— Dr. Sisma HL
╚══════════════════════════════════╝

Komitmen tersebut bukan tanpa jejak. Pada ajang inovasi daerah tahun 2025, Dinkes Mimika berhasil meraih posisi kedua melalui program Emergency Ambulance Service (EMAS), layanan ambulans gawat darurat yang menjadi salah satu inovasi unggulan daerah. Pada tahun yang sama, Dinkes juga menyumbangkan enam inovasi yang ikut dilaporkan Pemerintah Kabupaten Mimika kepada pemerintah pusat.

Keberhasilan itu menjadi fondasi bagi langkah berikutnya. Tahun ini, tiga inovasi baru kembali dipersiapkan untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan publik.

Dalam konteks pembangunan daerah, langkah Dinkes Mimika menunjukkan perubahan paradigma birokrasi modern. Pelayanan publik tidak lagi hanya diukur dari tersedianya layanan, tetapi dari kemampuan menghadirkan solusi yang cepat, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di tengah tuntutan efisiensi dan transformasi digital, inovasi menjadi instrumen penting untuk memperpendek jarak antara pemerintah dan warga yang dilayaninya.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Mimika, Joseph Manggasa, memberikan apresiasi atas langkah Dinkes yang menjadi organisasi perangkat daerah pertama yang menggelar sosialisasi inovasi daerah pada tahun 2026.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Dinas Kesehatan merupakan dinas pertama yang mengadakan sosialisasi inovasi daerah tahun ini. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah. ❞
— Joseph Manggasa
╚══════════════════════════════════╝

Joseph menjelaskan bahwa Brida Mimika terus mendorong seluruh OPD untuk memperkuat budaya inovasi sebagai bagian dari implementasi visi dan misi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada 9 Juni mendatang, Brida akan menggelar Mimika Innovation Week 2026, sebuah tahapan penting dalam proses penilaian inovasi daerah sebelum inovasi-inovasi terbaik diikutsertakan pada kompetisi tingkat nasional.

“Tahun lalu Dinkes menyumbang enam inovasi dari sekitar 40 inovasi yang dilaporkan Pemkab Mimika ke pemerintah pusat. Tahun ini mereka kembali menyiapkan tiga inovasi baru dan akan kami dampingi dalam penyusunan rancang bangun serta kelengkapan dokumen pendukungnya,” ujar Joseph.

Di balik angka, program, dan berbagai dokumen perencanaan itu, sesungguhnya ada harapan yang lebih besar: menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin manusiawi. Sebab pada akhirnya, setiap inovasi yang lahir bukan sekadar tentang teknologi atau sistem kerja, melainkan tentang bagaimana negara hadir lebih cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe