Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MappiKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Senjata untuk KKB, Lima Orang Resmi Jadi Tersangka

73
×

Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Senjata untuk KKB, Lima Orang Resmi Jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA | LINTASTIMOR.ID – Di balik hiruk-pikuk Kota Jayapura yang tampak tenang, aparat keamanan bergerak senyap menelusuri jejak transaksi gelap yang mengalir menuju pegunungan Papua. Jejak itu akhirnya bermuara pada sebuah jaringan pembelian senjata api dan amunisi yang diduga akan dipasok kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Yalimo dan Yahukimo.

Operasi penegakan hukum yang dilakukan Satgas Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polda Papua pada Kamis, 12 Maret 2026 berhasil mengungkap jaringan tersebut. Dalam operasi yang berlangsung di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, aparat mengamankan delapan orang yang diduga terlibat.

Example 300x600

Dari tangan para pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang memperlihatkan seriusnya jaringan ini: satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magazen senjata, beberapa unit telepon genggam, tas, serta dokumen identitas yang diduga berkaitan dengan aktivitas transaksi ilegal tersebut.

Pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif aparat keamanan terhadap dugaan peredaran senjata api ilegal yang akan disalurkan ke wilayah pegunungan Papua. Setelah dilakukan gelar perkara pada 13 Maret 2026, penyidik menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Kelima tersangka tersebut masing-masing berinisial SP (38) yang berperan sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi. OB (22) alias Bakuru diketahui sebagai penyumbang dana pembelian senjata rakitan dan amunisi sekitar Rp122 juta.

Kemudian YP (35) berperan sebagai penyumbang dana pembelian amunisi sebesar Rp13 juta. MKM (39) bertugas membantu mengantarkan serta mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api rakitan. Sementara DK (35) diketahui berperan sebagai perantara transaksi senjata api dan amunisi.

Adapun tiga orang lainnya masih berstatus saksi, karena keterlibatan mereka masih didalami lebih lanjut oleh penyidik.

Dari hasil penyelidikan sementara, aparat menduga senjata api dan ratusan amunisi tersebut akan disalurkan kepada kelompok kriminal bersenjata yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo, guna memperkuat persenjataan kelompok tersebut.

Modus operandi jaringan ini terbilang sistematis. Beberapa orang dari wilayah pegunungan diutus menuju Jayapura untuk mencari jaringan yang dapat menyediakan senjata api dan amunisi. Setelah itu, dana dikumpulkan secara bersama-sama untuk membeli persenjataan yang kemudian akan dibawa kembali ke wilayah operasi kelompok tersebut.

╔════════════════════════════════════╗
“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang masuk ke wilayah Papua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai suplai senjata kepada kelompok kriminal bersenjata.”
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T.
╚════════════════════════════════════╝

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengungkapan ini belum menjadi akhir dari penyelidikan. Aparat masih terus menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok yang lebih besar di balik transaksi tersebut.

╔════════════════════════════════════╗
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti perdagangan senjata api dan amunisi karena hal tersebut dapat berdampak serius terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.”
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.
╚════════════════════════════════════╝

Dalam kesempatan yang sama, aparat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat keamanan dengan memberikan informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran senjata ilegal.

╔════════════════════════════════════╗
“Kami mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran senjata ilegal.”
Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum.
╚════════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, pengungkapan jaringan ini menunjukkan bahwa rantai suplai senjata ilegal menuju kelompok bersenjata di Papua masih menjadi tantangan serius bagi aparat keamanan. Jalur distribusi yang melibatkan perantara, pengumpulan dana kolektif, hingga mobilisasi dari wilayah pegunungan ke kota-kota besar memperlihatkan pola jaringan yang cukup terorganisir. Karena itu, penegakan hukum terhadap simpul-simpul jaringan seperti ini menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata.

Kini penyelidikan terus bergulir. Aparat juga tengah memburu pihak lain yang diduga sebagai penyedia atau pemasok senjata, salah satunya telah diketahui identitasnya dan diduga memegang peran penting dalam jaringan tersebut.

Di tanah Papua yang selama ini merindukan kedamaian, setiap senjata yang berhasil dicegah peredarannya bukan sekadar barang bukti—melainkan sebuah langkah kecil menuju harapan besar: agar suara kehidupan kelak lebih lantang terdengar daripada dentuman senjata.

Example 300250