DILI |LINTASTIMOR.ID – Pemerintah Timor-Leste mulai mematangkan persiapan untuk mengemban Presidensi ASEAN tahun 2029. Langkah awal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Pertemuan Perdana Komite Eksekutif Dewan Organisasi Nasional Presidensi ASEAN (ASEAN Chairship National Organizing Council/ACNOC) yang berlangsung di Salão Nobre, Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama, Praia dos Coqueiros, Dili, Kamis (16/7/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Dato’ Seri Francisco Kalbuadi Lay, bersama sejumlah menteri dan pejabat pemerintah terkait.
Forum tersebut menjadi langkah awal dalam membangun mekanisme koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mempersiapkan Timor-Leste sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2029.
Dalam pertemuan itu, para peserta membahas berbagai aspek strategis, mulai dari struktur organisasi ACNOC, pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing komite, penyusunan rencana kerja awal, hingga mekanisme koordinasi antarlembaga.
Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada sejumlah prioritas penting, seperti kesiapan infrastruktur, protokol diplomatik, keamanan, transportasi, akomodasi, komunikasi, layanan kesehatan, pariwisata, serta berbagai sektor pendukung lainnya yang diperlukan untuk menyelenggarakan berbagai pertemuan ASEAN di masa mendatang.
Pemerintah Timor-Leste menegaskan bahwa persiapan menuju Presidensi ASEAN 2029 bukan hanya menjadi tanggung jawab satu kementerian semata, melainkan membutuhkan kolaborasi nasional yang kuat dari seluruh institusi negara.
“Keberhasilan Timor-Leste dalam menerima dan menyelenggarakan berbagai agenda internasional ASEAN memerlukan sinergi seluruh elemen pemerintahan agar dapat memenuhi standar organisasi regional tersebut,” demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan itu juga dihadiri Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Bendito Freitas, Menteri Dalam Negeri Francisco Guterres, Menteri Transportasi dan Telekomunikasi Miguel Manetelu, Menteri Pekerjaan Umum Samuel Marçal, serta sejumlah perwakilan institusi pemerintah lainnya.
Timor-Leste sendiri resmi menjadi anggota penuh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 26 Oktober 2025 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47, mengakhiri proses aksesi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Secara kontekstual, persiapan menuju Presidensi ASEAN 2029 memiliki makna strategis bagi Timor-Leste. Selain menjadi pengakuan atas integrasi penuh negara muda tersebut dalam komunitas regional, momentum ini juga menjadi ujian kapasitas diplomasi, tata kelola pemerintahan, serta kesiapan infrastruktur nasional dalam menyelenggarakan berbagai agenda internasional berskala besar.
Sesuai prinsip rotasi tahunan ASEAN, kepemimpinan organisasi dijalankan berdasarkan urutan alfabet nama negara anggota dalam bahasa Inggris. Selain mengikuti mekanisme rotasi, negara yang memegang presidensi juga dituntut memenuhi berbagai persyaratan, termasuk stabilitas hukum, kepatuhan terhadap konstitusi dan hukum domestik, serta komitmen terhadap Piagam ASEAN dan nilai-nilai fundamental organisasi.
Bagi Timor-Leste, perjalanan menuju kursi kepemimpinan ASEAN bukan sekadar agenda diplomatik. Ia merupakan simbol dari perjalanan panjang sebuah bangsa muda yang kini semakin mantap menempatkan dirinya di panggung regional.
Dan dari Dili, langkah-langkah persiapan itu mulai disusun—sebagai penanda bahwa pada 2029 nanti, Timor-Leste tidak hanya hadir sebagai anggota, tetapi juga sebagai tuan rumah dan pemimpin di jantung Asia Tenggara.


















