Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaHukum & KriminalNasionalOtomotifPeristiwaPolkam

Sikat Noken Menyisir Jejak Kejahatan 3C di Papua Tengah

38
×

Sikat Noken Menyisir Jejak Kejahatan 3C di Papua Tengah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE |LINTASTIMOR.ID — Di tengah denyut kehidupan yang terus bergerak, ada kecemasan yang kerap tumbuh diam-diam: suara langkah di jalan yang sepi, kendaraan yang tiba-tiba raib, atau kekerasan yang datang tanpa aba-aba. Di ruang-ruang kota yang semestinya menjadi tempat masyarakat merasa aman, kejahatan konvensional meninggalkan jejak yang tak selalu terlihat, tetapi terasa dalam ingatan.

Dari kegelisahan itulah Polda Papua Tengah menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Sikat Noken 2026. Operasi yang dimulai Rabu, 22 Juli 2026, itu diarahkan untuk menekan kejahatan 3C—pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor)—yang selama ini menjadi salah satu sumber keresahan masyarakat.

Example 300x600

Operasi tersebut dilaksanakan bersama Polres Nabire dan Polres Mimika, dengan mengedepankan penegakan hukum yang diperkuat oleh kegiatan deteksi intelijen, langkah preventif, serta dukungan operasi lainnya.

Di balik operasi itu, ada pesan yang hendak ditegaskan: bahwa keamanan bukan sekadar angka statistik dalam laporan kepolisian. Ia adalah rasa tenteram yang memungkinkan seorang pedagang menutup tokonya tanpa kecemasan, seorang pekerja pulang tanpa menoleh berkali-kali, dan sebuah keluarga tidur tanpa takut mendengar suara asing di luar rumah.

Kaopsda Operasi Sikat Noken, Kombes Pol. Adi Tri Widiyanto, mengatakan operasi tersebut difokuskan untuk memberantas berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat, mulai dari aksi kekerasan, begal, curas, curat, curanmor hingga tindak kriminal lainnya.

“Operasi Sikat Noken kami gelar sebagai bentuk komitmen Polda Papua Tengah dalam menekan angka kejahatan konvensional, khususnya 3C. Kabupaten Mimika dan Nabire menjadi fokus operasi karena kedua wilayah ini mencatat laporan kasus 3C yang relatif tinggi dibanding wilayah lainnya. Kami ingin memastikan para pelaku kejahatan ditindak tegas sesuai hukum sehingga memberikan efek jera sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat,” tegas Kombes Adi, Kamis (23/7/2026).

Kombes Adi, yang juga menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah, menjelaskan bahwa operasi tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Kepolisian juga mengedepankan pencegahan melalui patroli, deteksi dini, dan peningkatan kehadiran personel di sejumlah titik yang dinilai rawan kriminalitas.

Di sejumlah kawasan yang mulai lengang ketika malam turun, kehadiran polisi diharapkan menjadi pesan yang sederhana, tetapi penting: bahwa ruang publik bukan milik para pelaku kejahatan.

“Selain penegakan hukum, kami juga meningkatkan patroli preventif dan deteksi dini di lokasi-lokasi yang rawan tindak kriminal. Personel akan hadir di pusat keramaian, kawasan pertokoan, terminal, pasar hingga ruas jalan yang minim penerangan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu mencegah niat pelaku melakukan kejahatan sebelum aksi itu terjadi,” ujarnya.

Secara kontekstual, fokus operasi di Nabire dan Mimika menunjukkan bahwa pemberantasan kejahatan 3C membutuhkan pendekatan yang tidak berhenti pada penangkapan pelaku. Penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan pencegahan, deteksi dini, patroli, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Keamanan pada akhirnya bukan hanya hasil dari tindakan represif, melainkan juga buah dari kehadiran negara yang konsisten serta kesadaran bersama untuk menjaga ruang hidup tetap aman.

Menurut Kombes Adi, tujuan utama Operasi Sikat Noken adalah memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, terutama di Kota Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Mimika.

“Kami ingin masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu kami mengimbau masyarakat tetap waspada, ikut menjaga lingkungan, dan segera melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Sikat Noken melibatkan personel dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, fungsi Lalu Lintas, Satuan Brimob, serta satuan tugas lainnya yang tergabung dalam operasi.

Operasi ini menjadi ikhtiar kepolisian untuk memutus ruang gerak kejahatan sekaligus menjaga agar kehidupan masyarakat tetap berjalan dalam suasana yang kondusif. Di Nabire dan Mimika, aparat berusaha memastikan bahwa jalan-jalan yang dilalui masyarakat bukan menjadi lorong ketakutan, melainkan ruang tempat kehidupan tumbuh dan bergerak dengan tenang.

“Melalui Operasi Sikat Noken 2026, Polda Papua Tengah berharap angka kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, dapat ditekan secara signifikan sehingga situasi keamanan di Nabire dan Mimika tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Sebab, pada akhirnya, keberhasilan sebuah operasi keamanan bukan hanya diukur dari berapa banyak pelaku yang ditangkap, melainkan dari seberapa jauh masyarakat kembali percaya bahwa ketika malam tiba, mereka masih memiliki hak untuk merasa aman—dan negara hadir untuk menjaganya.

Example 300250