Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Ruang Muda Menyusuri Jejak Aceh dan Turki

3
×

Ruang Muda Menyusuri Jejak Aceh dan Turki

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDA ACEH |LINTASTIMOR.ID— Sejarah tidak selalu berdiam di halaman buku. Di Banda Aceh, jejak masa lalu justru membawa generasi muda berjalan menuju sebuah kawasan makam, menyentuh ruang sejarah, dan mendengar kembali kisah panjang hubungan Aceh dengan Turki Utsmani.

Semangat itulah yang terasa dalam Ruang Muda 2, yang digelar Komunitas Ruang Lingkup di Kompleks Makam Teungku Chik Di Bitai, Desa Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Minggu, 27 September 2026.

Example 300x600

Mengusung tema “Menembus Batas Zaman: Menelusuri Jejak Aliansi Strategis Aceh dan Turki Utsmani di Makam Tengku Dibitai”, kegiatan tersebut menghadirkan cara berbeda bagi anak muda untuk mendekati sejarah. Bukan semata membaca kisah masa lampau, tetapi berdiskusi, berjalan, mengamati, dan menyaksikan langsung jejak sejarah yang masih bertahan hingga hari ini.

Rangkaian kegiatan dibuka melalui sharing session dan diskusi bersama Muhammad Haykal, Chairman Tarara Global Humanity sekaligus Sekretaris Persatuan Alumni dan Masyarakat Aceh–Turki.

Percakapan kemudian bergerak menyusuri perjalanan hubungan Aceh dan Turki Utsmani. Peserta diajak memahami bagaimana hubungan sejarah tersebut meninggalkan jejak yang masih dapat ditemukan di sejumlah kawasan di Aceh, termasuk Bitai.

Suasana diskusi berlangsung terbuka. Anak-anak muda yang hadir tidak hanya menjadi pendengar, tetapi diberi ruang untuk bertanya, menyampaikan pandangan, sekaligus menggali lebih jauh cerita sejarah yang berkaitan dengan kawasan tempat mereka berada.

Dari ruang percakapan itulah perjalanan kemudian berlanjut.

Peserta mengikuti Historical Walk menuju Kompleks Makam Teungku Chik Di Bitai. Langkah demi langkah membawa mereka lebih dekat dengan situs yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Aceh tersebut.

Di kawasan makam, pengetahuan yang sebelumnya hadir melalui diskusi menemukan bentuknya dalam ruang nyata. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah situs sekaligus keterkaitannya dengan perjalanan hubungan Aceh dan Turki Utsmani.

Founder Komunitas Ruang Lingkup, Harir Rizky Tullah, menjelaskan bahwa Ruang Muda dirancang sebagai ruang belajar yang membawa anak muda lebih dekat dengan pengetahuan melalui pengalaman langsung.

“Kami ingin sejarah tidak hanya berhenti sebagai cerita yang dibaca. Setelah berdiskusi, peserta kami ajak melihat langsung tempat yang menjadi bagian dari sejarah tersebut. Dengan begitu, ada pengalaman yang bisa dibawa pulang dari setiap pertemuan,” ujar Harir.

Pernyataan tersebut memperlihatkan gagasan utama di balik Ruang Muda: menjadikan pengetahuan bukan sesuatu yang berjarak, melainkan sesuatu yang dapat dialami. Sejarah yang biasanya hadir dalam teks dan arsip dipertemukan dengan ruang, situs, dan pengalaman langsung generasi muda.

Menurut Harir, Ruang Muda merupakan bagian dari upaya Komunitas Ruang Lingkup menghadirkan kegiatan yang mempertemukan anak muda dengan pengetahuan, sejarah, budaya, serta berbagai persoalan di lingkungan sekitar melalui ruang yang lebih terbuka dan dekat dengan kehidupan mereka.

Bagi peserta, perjalanan itu kemudian tidak berhenti pada penjelasan sejarah. Ziarah dan refleksi menjadi penutup Ruang Muda #2, sekaligus memberi ruang untuk melihat kembali bagaimana sebuah tempat dapat menyimpan ingatan panjang tentang perjalanan sebuah bangsa.

Di Kompleks Makam Teungku Chik Di Bitai, masa lalu dan masa kini seolah bertemu. Generasi muda datang dengan pertanyaan, kemudian pulang membawa cerita yang mereka lihat dan dengar sendiri.

Ruang Muda #2 akhirnya bukan sekadar kegiatan komunitas. Ia menjadi sebuah upaya kecil untuk membuat sejarah kembali memiliki ruang dalam ingatan generasi muda.

Sebab sejarah yang hanya tersimpan dalam buku dapat dibaca, tetapi sejarah yang ditemui langsung di sebuah situs dapat dirasakan.

Dan dari sanalah ingatan tentang masa lalu menemukan jalan untuk tetap hidup di masa depan.

Example 300250
Penulis: MuhammadEditor: Agustinus Bobe