Rp85,9 Juta Bantuan Polres Malaka Bergerak untuk Flores
MALAKA | LINTASTIMOR.ID — Dari ujung Timor, kepedulian bergerak menuju Flores. Senin (17/8/2026), ketika semangat kemerdekaan masih terasa di berbagai sudut Kabupaten Malaka, satu truk Dalmas dan satu mobil D-Max meninggalkan daerah itu membawa bantuan senilai Rp85.920.000 untuk saudara-saudara yang terdampak bencana alam di Pulau Flores.
Bantuan itu bukan sekadar deretan kardus, karung beras, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. Di dalamnya ada gotong royong masyarakat, kepedulian personel kepolisian, dan rasa persaudaraan yang menyeberangi batas geografis.
Melalui Posko Bantuan Bencana Peduli Flores, Polres Malaka bersama masyarakat selama beberapa hari menghimpun bantuan yang kemudian resmi dilepas Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., Senin (17/8/2026).
Dari Malaka, bantuan tersebut terlebih dahulu bergerak menuju Polda NTT sebelum selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Flores.
Dua kendaraan menjadi pembawa harapan itu: satu unit mobil D-Max dan satu unit truk Dalmas. Keduanya mengangkut berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari makanan hingga pakaian layak pakai.
Bantuan yang terkumpul terdiri atas 307 dos mi instan, 94 dos mi cup, 27 karung beras ukuran 40 kilogram, 25 karung beras SPHP ukuran 25 kilogram, 4 dos susu Dancow, 5 dos minyak goreng 500 ml, 14 dos biskuit Roma Kelapa, 8 dos ikan sarden kaleng, 17 dos biskuit UBM Mini, 19 dos biskuit Roma Malkist, 3 dos biskuit Gabin, dan 20 dos air mineral gelas.
Selain kebutuhan pangan, masyarakat juga menyumbangkan 1 dos Kopi Kapal Api, 1 dos Kopi TOP Mocca, 2 dos Roti Hoka, 3 dos detergen Daia, 1 ball pakaian bayi yang terdiri dari 2 plastik, serta 8 karung pakaian layak pakai.
Di antara tumpukan bantuan itu, ada cerita sederhana tentang manusia yang memilih untuk tidak berpaling ketika manusia lainnya sedang kehilangan.
Sebelum kendaraan diberangkatkan, Kapolres Malaka memberikan arahan kepada personel yang ditugaskan mengawal dan mengantar bantuan menuju Polda NTT. Ia meminta seluruh personel menjaga keamanan perjalanan serta memastikan bantuan tiba dalam kondisi aman untuk kemudian diterima dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini bukan hanya soal jumlah atau nilai, tetapi tentang ketulusan kita untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa nilai kemanusiaan tidak selalu diukur dari besarnya bantuan. Ada nilai lain yang jauh lebih penting: kesediaan untuk berbagi ketika orang lain sedang berada dalam kesulitan.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat Malaka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat Malaka yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa. Jaga keamanan selama perjalanan dan laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab.”
Dari Malaka, persaudaraan menyeberangi laut
Pengiriman bantuan dari Malaka menuju Flores memperlihatkan bahwa solidaritas dalam situasi bencana tidak mengenal batas wilayah administratif. Ketika bencana memutus akses, merusak rumah dan mengganggu kehidupan masyarakat, kekuatan gotong royong menjadi salah satu modal sosial yang penting. Bantuan yang dikumpulkan bersama bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
Perjalanan satu truk Dalmas dan satu mobil D-Max itu menjadi bagian dari rantai kemanusiaan yang lebih panjang. Dari tangan masyarakat Malaka, bantuan bergerak melalui personel kepolisian menuju Polda NTT, sebelum akhirnya sampai kepada mereka yang membutuhkan di Flores.
Di tengah duka akibat bencana, kepedulian seperti ini menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh jalan, gedung, dan batas wilayah, tetapi juga oleh rasa persaudaraan yang membuat satu daerah merasa ikut merasakan luka daerah lainnya.
Hari itu, Malaka tidak hanya mengirim bantuan ke Flores. Malaka mengirim pesan sederhana bahwa ketika saudara sedang terluka, jarak bukan alasan untuk berhenti peduli.


















