Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
InternasionalNasionalPeristiwaPolkam

Prabowo Gandeng 20 Peraih Nobel Perkuat Riset

18
×

Prabowo Gandeng 20 Peraih Nobel Perkuat Riset

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA |LINTASTIMOR.ID — Langkah besar dari Istana Merdeka. Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Timor Leste José Ramos-Horta bersama 20 penerima Nobel di Jakarta, Jumat (28/08/2026). Pertemuan tersebut membuka peluang baru: para ilmuwan kelas dunia didorong berkolaborasi langsung dengan peneliti dan akademisi Indonesia.

Pertemuan dua pemimpin negara itu tidak hanya membicarakan penguatan kemitraan Indonesia dan Timor Leste. Dunia ilmu pengetahuan ikut mendapat ruang penting, dengan gagasan kolaborasi yang mencakup beragam bidang keilmuan.

Example 300x600

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut peluang yang terbuka masih sangat luas. Para penerima Nobel yang hadir memiliki latar belakang keilmuan yang beragam, termasuk biologi dan fisika.

“Masih ada lebih banyak potensi ke depan untuk kita eksplorasi,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya usai pertemuan.

Pesan Presiden Prabowo kemudian ditegaskan Kepala BRIN Arif Satria. Menurut Arif, kolaborasi dengan para penerima Nobel merupakan fondasi penting untuk memperkuat ekosistem riset Indonesia.

Presiden, kata Arif, mendorong agar peluang tersebut segera direalisasikan.

Indonesia bahkan telah memiliki contoh konkret. BRIN sebelumnya bekerja sama dengan peraih Nobel asal Jepang, Susumu Kitagawa, dalam pengembangan Metal-Organic Framework. Kolaborasi itu diwujudkan melalui pembangunan sister lab di Indonesia yang berfokus pada pengembangan teknologi terkait gas alam.

Namun agenda riset yang didorong Prabowo tidak berhenti pada pengembangan teknologi industri. Kepala negara juga meminta BRIN memperkuat inovasi menghadapi ancaman bencana.

Sebagai negara yang berada di kawasan ring of fire, Indonesia memiliki banyak titik kerentanan bencana. Karena itu, riset dan inovasi teknologi dinilai penting untuk mengantisipasi potensi bencana sekaligus menghadirkan solusi agar risiko dapat ditekan dan pencegahan dapat dilakukan.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi dengan para ilmuwan dunia menjadi lebih dari sekadar pertukaran pengetahuan. Ia dapat menjadi jembatan bagi Indonesia untuk mempertemukan kapasitas ilmuwan global dengan persoalan nyata di dalam negeri—dari teknologi energi hingga mitigasi bencana.

Dari Istana Merdeka, pesan itu terasa jelas: Indonesia tidak ingin hanya menjadi penonton dalam perlombaan ilmu pengetahuan. Negara ini ingin ikut menciptakan, meneliti, menemukan, dan mengubah pengetahuan menjadi solusi bagi kehidupan.

Example 300250