Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MappiKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Ongkos Laut Naik, Dapur Warga Mimika Ikut Berguncang: LPG Menipis di Tengah Gelombang Distribusi

83
×

Ongkos Laut Naik, Dapur Warga Mimika Ikut Berguncang: LPG Menipis di Tengah Gelombang Distribusi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA  |LINTASTIMOR.COM| – Di balik riuh aktivitas kota tambang yang tak pernah benar-benar tidur, ada dapur-dapur kecil warga Mimika yang mulai memasak dengan rasa cemas. Tabung-tabung LPG yang biasanya tersedia di sudut kios kini perlahan menghilang, sementara harga merangkak naik mengikuti ombak panjang distribusi dari Makassar dan Surabaya menuju pesisir Papua Tengah.

Kenaikan harga LPG di Kabupaten Mimika disebut tidak terjadi begitu saja. Ada rantai distribusi panjang yang ikut berdenyut bersama mahalnya ongkos kapal, jasa pengangkutan, hingga biaya kontainer yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Example 300x600

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, menjelaskan bahwa lonjakan biaya distribusi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga LPG di daerah.

╔═══════════ ❁ 💮 ❁ ═══════════╗
❝ Memang ada kenaikan harga karena dipengaruhi biaya angkut dan distribusi yang ikut naik. Dari sekitar Rp350 ribu sekarang menjadi Rp390 ribu. ❞
— drh. Sabelina Fitriani
╚═══════════ ❁ 💮 ❁ ═══════════╝

Menurut Sabelina, situasi tersebut diperparah oleh keterlambatan kapal pengangkut yang menyebabkan pasokan LPG ke Mimika sempat tersendat. Dalam kondisi geografis Papua yang sangat bergantung pada jalur laut, keterlambatan satu kapal saja bisa berdampak langsung pada denyut kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Ia menyebut, keterbatasan pasokan LPG bukan hanya dialami Mimika, tetapi juga menjadi bagian dari persoalan nasional karena sebagian kebutuhan masih bergantung pada impor.

╔═══════════ ❁ 🌿 ❁ ═══════════╗
❝ Karena pasokan terbatas dan ada keterlambatan kapal, distribusi ke daerah juga ikut terhambat. ❞
— drh. Sabelina Fitriani
╚═══════════ ❁ 🌿 ❁ ═══════════╝

Di tengah kondisi itu, Disperindag Mimika memperkirakan situasi pasokan akan mulai berangsur normal setelah 20 Mei 2026. Kuota distribusi disebut kembali menyentuh sekitar 7 metrik ton per minggu, sementara sejumlah kapal pengangkut dijadwalkan mulai masuk ke Mimika.

Beberapa outlet LPG bahkan mulai kembali terisi, meski belum sepenuhnya stabil. Pemerintah daerah berharap rantai distribusi dapat segera pulih agar masyarakat tidak lagi dibayangi kekhawatiran soal kebutuhan energi rumah tangga.

╔═══════════ ❁ 🤍 ❁ ═══════════╗
❝ Beberapa outlet sebenarnya sudah mulai tersedia LPG dan kami berharap setelah tanggal 20 pasokan kembali lancar. ❞
— drh. Sabelina Fitriani
╚═══════════ ❁ 🤍 ❁ ═══════════╝

Fenomena ini menunjukkan betapa rentannya wilayah-wilayah timur Indonesia terhadap gejolak distribusi nasional. Ketika biaya logistik naik dan jalur laut terganggu, masyarakat di daerah terluar menjadi pihak pertama yang merasakan tekanan—bahkan untuk kebutuhan paling sederhana seperti menyalakan api di dapur mereka sendiri.

Disperindag Mimika juga mengimbau masyarakat untuk tetap hemat dan bijak menggunakan energi serta tidak melakukan pembelian berlebihan selama proses pemulihan distribusi berlangsung.

Pada akhirnya, kenaikan harga LPG bukan sekadar soal angka di pasar, melainkan tentang bagaimana jarak, laut, dan distribusi bisa menentukan tenang atau gelisahnya kehidupan di meja makan masyarakat Mimika.

Example 300250