Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Kembali ke Tanah Kamoro, Alredo Merajut Pengabdian dan Kebersamaan di Polres Mimika

68
×

Kembali ke Tanah Kamoro, Alredo Merajut Pengabdian dan Kebersamaan di Polres Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID—Malam itu, suasana di lingkungan Polres Mimika terasa berbeda. Tidak ada sekat pangkat dan jabatan yang menonjol. Yang hadir justru kehangatan, tawa, dan perjumpaan yang sarat makna. Di tengah suasana ramah tamah itu, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak berdiri dengan mata yang menyimpan jejak perjalanan panjang seorang anak Mimika yang akhirnya pulang sebagai pemimpin.

Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mimika, Ny. Asih Alredo, ia menyapa seluruh personel Polres Mimika dan unsur Polri yang bertugas di Kabupaten Mimika, Kamis (16/7/2026). Bagi Alredo, malam tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk merajut kembali ikatan kekeluargaan di institusi yang kini ia pimpin.

Example 300x600

Di hadapan para personel, Alredo mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Menjadi Kapolres Mimika, katanya, adalah mimpi yang telah ia simpan sejak lama.

“Saya mendaftar menjadi polisi melalui Akpol pada tahun 2004 dari Kabupaten Mimika. Karena itu, menjadi Kapolres di Tanah Kamoro merupakan cita-cita saya,” ujar AKBP Alredo dengan nada penuh haru.

Kalimat itu seolah menjadi jembatan antara masa lalu dan hari ini. Dari seorang pemuda yang berangkat dari Mimika membawa harapan, kini ia kembali dengan tanggung jawab besar di pundaknya.

Namun perjalanan menuju titik itu bukanlah kisah yang singkat. Alredo mengenang proses panjang yang ia lalui sejak mengikuti seleksi di Polda Papua hingga menjalani berbagai penugasan di Korps Brimob selama 18 tahun.

“Untuk sampai di titik ini tidaklah mudah. Saya ditempa selama 18 tahun di Korps Brimob melalui berbagai penugasan yang membentuk karakter kepemimpinan dan pengabdian saya sebagai anggota Polri,” katanya.

Pengalaman panjang itu, menurutnya, menjadi bekal penting dalam memimpin institusi kepolisian di daerah yang terus berkembang seperti Mimika.

Sebagai pemimpin baru, Alredo menyadari bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukanlah pekerjaan yang dapat dipikul seorang diri. Ia memilih memulai langkah kepemimpinannya dengan memperkuat fondasi internal, membangun soliditas, dan menumbuhkan rasa saling percaya di antara seluruh personel.

“Saya ingin menguatkan dulu internal saya. Kalau internal kita solid, baru kita bisa bekerja maksimal untuk masyarakat. Polres Mimika tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen Polri yang ada di Timika,” tegasnya.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan itu, Alredo juga menunjukkan kerendahan hati seorang pemimpin. Ia membuka ruang bagi seluruh anggota untuk menyampaikan masukan dan kritik demi kemajuan organisasi.

“Saya masih baru di polisi kewilayahan. Saya butuh masukan. Jangan sungkan menyampaikan apa yang perlu diperbaiki. Tidak ada yang mudah, tetapi juga tidak ada yang tidak mungkin,” ujarnya.

Secara kontekstual, pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang lebih partisipatif di tengah dinamika Kabupaten Mimika yang berkembang sangat cepat. Sebagai salah satu daerah strategis di Papua Tengah, Mimika menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan keamanan yang kompleks. Dalam situasi demikian, soliditas internal Polri menjadi faktor penting agar pelayanan dan pemeliharaan keamanan dapat berjalan secara efektif.

Mengakhiri sambutannya, Alredo kembali mengingatkan pentingnya bekerja dengan hati dan menjaga kebersamaan dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Kesempurnaan memang sulit dicapai, tetapi setidaknya kita harus mampu mengimbangi perkembangan yang ada. Mari kita bekerja dengan hati, menjaga kekompakan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Mimika,” pungkasnya.

Malam ramah tamah itu juga menjadi semakin personal ketika AKBP Alredo memperkenalkan keluarga yang turut hadir, yakni ayahnya Alex Rumbiak, kedua putrinya Gracellyn Rumbiak dan Chleony Rumbiak, serta adik laki-lakinya, Ishak Rumbiak.

Di balik seragam dan jabatan, malam itu publik melihat sisi lain seorang Kapolres: seorang anak yang kembali ke tanah kelahirannya, seorang ayah, sekaligus seorang pemimpin yang ingin membangun pengabdian melalui kebersamaan.

Dan di Tanah Kamoro, tempat mimpi itu dahulu tumbuh, perjalanan pengabdian AKBP Alredo Agustinus Rumbiak kini memasuki babak baru—babak tentang pulang, melayani, dan menjaga Mimika dengan hati.

Example 300250