Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Ibu Berpulang, Sekretariat DPRK Mimika Dipertanyakan

2
×

Ibu Berpulang, Sekretariat DPRK Mimika Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Di Kampung Atuka, Distrik Atuka, Mimika, suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Ketua DPRK Kabupaten Mimika, Primus Natikapareyau.

Di tengah kesunyian pemakaman dan wajah-wajah yang datang membawa penghormatan terakhir, seorang ibu telah pergi untuk selamanya. Jenazah almarhumah, ibu kandung Primus Natikapareyau, akhirnya disemayamkan di tanah kampung yang menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

Example 300x600

Namun, di balik suasana kehilangan itu, terselip sebuah pertanyaan yang belum menemukan jawaban.

Keluarga mempertanyakan ketidakhadiran jajaran Sekretariat DPRK Mimika dalam suasana kedukaan tersebut.

Daniel Natikapareyau, keluarga almarhumah, mengatakan tidak terlihat kehadiran Sekretaris DPRK, kepala bagian, kasubag maupun staf Sekretariat DPRK Mimika ketika keluarga mengurus jenazah hingga prosesi pemakaman berlangsung di Kampung Atuka.

Bagi keluarga, kehadiran dalam situasi seperti itu bukan semata-mata persoalan seremoni.

Ada rasa kemanusiaan yang mereka harapkan hadir ketika pimpinan lembaga legislatif sedang kehilangan orang terdekatnya.

“Yang kami sesalkan, ibu kandung Ketua DPRK Mimika meninggal dunia, tetapi tidak ada satu pun dari Sekretariat DPRK yang datang membantu mengurus jenazah,” kata Daniel.

Kalimat itu keluar bukan dalam suasana kemarahan yang meledak-ledak, melainkan dari sebuah kekecewaan yang masih tersimpan di tengah keluarga yang sedang berduka.

Primus, di satu sisi, kehilangan seorang ibu.

Di sisi lain, sebagai Ketua DPRK Mimika, ia tetap berada di tengah masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir. Keluarga dari berbagai tempat berdatangan. Prosesi kedukaan harus tetap berjalan. Tamu harus diterima. Masyarakat harus dilayani.

Duka pribadi dan tanggung jawab publik seolah bertemu di satu ruang yang sama.

Di situlah keluarga merasa kehadiran jajaran sekretariat seharusnya memiliki arti.

Daniel mempertanyakan sejauh mana kepedulian Sekretariat DPRK Mimika terhadap pimpinan lembaga legislatif ketika sedang menghadapi musibah keluarga.

Menurut dia, hubungan antara pimpinan DPRK dan sekretariat tidak semestinya hanya terikat pada meja administrasi, surat-menyurat, rapat dan urusan kedinasan. Ada sisi kemanusiaan yang menurutnya juga patut diperlihatkan ketika seorang pimpinan sedang menghadapi kehilangan.

“Ketua DPRK sedang kehilangan ibu kandungnya. Dalam kondisi seperti itu, seharusnya ada dukungan dari sekretariat. Bukan justru keluarga yang harus menghadapi semuanya sendiri,” ujar Daniel.

Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan di Kampung Atuka, Distrik Atuka, Kabupaten Mimika.

Tanah kampung menjadi saksi terakhir perjalanan seorang ibu. Di sana, keluarga mengantar kepergian dengan doa dan air mata, sementara berbagai pertanyaan tentang sikap jajaran Sekretariat DPRK Mimika masih tertinggal di antara keluarga yang berduka.

Daniel berharap persoalan tersebut tidak dianggap sebagai perkara kecil.

Ia meminta pimpinan Sekretariat DPRK Mimika melihat kejadian itu sebagai catatan penting tentang hubungan kelembagaan sekaligus hubungan kemanusiaan.

Sebab bagi keluarga, ketika seorang pimpinan lembaga sedang kehilangan ibu kandungnya, yang dibutuhkan bukan hanya urusan kedinasan yang tetap berjalan, tetapi juga rasa hadir sebagai sesama manusia.

“Ini menjadi catatan bagi kami sebagai keluarga. Kami berharap pimpinan sekretariat memperhatikan persoalan ini dan jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” katanya.

Daniel juga mempertanyakan keberadaan Sekwan, kepala bagian, kasubag dan staf Sekretariat DPRK Mimika pada saat keluarga Ketua DPRK Mimika menghadapi kedukaan.

Pertanyaan itu kini menjadi bagian dari cerita duka keluarga Natikapareyau.

Hingga berita ini ditulis, Sekretariat DPRK Mimika belum memberikan penjelasan mengenai alasan ketidakhadiran jajaran sekretariat sebagaimana disampaikan Daniel Natikapareyau. Konfirmasi dari pihak sekretariat tetap diperlukan agar persoalan ini dapat dilihat secara utuh dari kedua sisi.

Di Kampung Atuka, prosesi pemakaman telah selesai.

Namun, bagi keluarga, kepergian seorang ibu bukan hanya meninggalkan makam dan kenangan. Ia juga meninggalkan sebuah pertanyaan sederhana tentang arti hadir ketika seseorang sedang kehilangan.

Example 300250