Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaHukum & KriminalNasionalPeristiwaPolkam

Empat Bayangan Menghadang Polisi di Jalan

3
×

Empat Bayangan Menghadang Polisi di Jalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DOGIYAI|LINTASTIMOR.ID — Jalan menuju Mapolsek Kamu belum membawa Aipda Agus Sugianto sampai ke tempat tugasnya ketika perjalanan itu mendadak berubah menjadi sebuah serangan.

Di kawasan dekat gapura SMA Negeri 2 Moanemani, Kampung Mauwa, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, personel Polsek Kamu itu disebut tiba-tiba dihadang empat orang yang belum diketahui identitasnya.

Example 300x600

Pagi yang semestinya menjadi bagian dari rutinitas seorang polisi berubah menjadi kepanikan.

Dua di antara orang tersebut diduga mengayunkan senjata tajam jenis samurai ke arah Agus. Ia berusaha menghindari serangan, tetapi salah satu sabetan mengenai bagian tangannya hingga membuatnya terjatuh di badan jalan.

Dalam posisi tak berdaya, serangan belum berhenti.

Para pelaku kembali melakukan penganiayaan dengan menyerang sejumlah bagian tubuh korban, termasuk tangan dan kaki.

Aipda Agus akhirnya harus dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Saat ini, ia menjalani perawatan di RSUD Paniai, Kabupaten Paniai.

Peristiwa tersebut kemudian menggerakkan jajaran Polda Papua Tengah.

Pada Rabu, 30 September 2026, Dirreskrimum Polda Papua Tengah Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya turun langsung memimpin tim khusus untuk mengusut kasus pengeroyokan tersebut.

Langkah itu merupakan tindak lanjut atas perintah Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini setelah seorang personel Polsek Kamu menjadi korban penyerangan oleh empat orang tak dikenal.

Bagi kepolisian, perkara ini tidak berhenti pada penanganan korban.

Rangkaian kejadian harus dibuka secara terang. Identitas orang-orang yang terlibat harus ditelusuri. Setiap keterangan dan petunjuk di sekitar lokasi menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan, Dirreskrimum bersama tim langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan sejumlah langkah penyelidikan.

“Pak Dirreskrimum bersama tim langsung melakukan olah TKP, mendalami kronologi kejadian serta mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi,” kata Henry.

Olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mencari gambaran lebih utuh mengenai apa yang terjadi di jalan tersebut.

Keterangan para saksi juga terus didalami untuk membantu penyidik merangkai peristiwa, sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kepolisian menyatakan proses penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku akan terus dilakukan agar perkara tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

“Polri akan berupaya mengungkap dan menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Henry.

Di tengah proses pengungkapan perkara, Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya juga memberikan arahan kepada personel yang berada di lapangan.

Kesiapsiagaan diminta ditingkatkan, terutama ketika personel menjalankan tugas di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan.

Peristiwa yang menimpa Aipda Agus bermula ketika ia dalam perjalanan dari rumah menuju Mapolsek Kamu dengan mengendarai sepeda motor.

Saat melintas di depan gapura dekat SMA Negeri 2 Moanemani, Kampung Mauwa, Distrik Kamu, perjalanan itu terhenti setelah empat orang tak dikenal menghadangnya.

Mereka diduga membawa senjata tajam jenis samurai.

Agus sempat berusaha menghindari serangan. Namun, dua orang kemudian diduga mengayunkan senjata tajam ke arahnya.

Luka pada tangan membuat Agus terjatuh.

Di badan jalan itu, serangan kembali terjadi. Sejumlah bagian tubuh korban, termasuk tangan dan kaki, menjadi sasaran penganiayaan sebelum para pelaku meninggalkan lokasi.

Kini, korban masih menjalani perawatan di RSUD Paniai.

Sementara itu, di Dogiyai, penyelidikan terus bergerak.

Jejak yang tertinggal di lokasi kejadian, keterangan para saksi dan rangkaian fakta yang berhasil dikumpulkan menjadi bagian dari upaya polisi untuk menjawab satu pertanyaan utama: siapa sebenarnya orang-orang yang menghadang Aipda Agus dan apa motif di balik penyerangan tersebut?

Jawaban atas pertanyaan itu kini berada dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Example 300250