MIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Pagi di Kokonao, Minggu, 25 Oktober 2026, menjadi ruang perjumpaan antara doa, persaudaraan, dan pesan keamanan. Di dalam Gereja Katolik Maria Bintang Timur, sekitar 200 jemaat berkumpul, sementara kehadiran Kapolsek Mimika Barat, Ipda Muhamad Yani, membawa satu pesan penting menjelang Natal: kedamaian tidak cukup didoakan, tetapi harus dirawat bersama.
Pukul 09.00 WIT, kegiatan Minggu Kasih dimulai. Di tengah kehidupan masyarakat Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pertemuan itu menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk mendekatkan diri kepada warga, mendengarkan kehidupan masyarakat, sekaligus menguatkan kesadaran bahwa keamanan bukan semata-mata urusan aparat.
Ada pesan yang hendak ditanamkan melalui perjumpaan tersebut. Menjelang perayaan Natal, ketika umat Kristiani bersiap menyambut hari raya dengan sukacita, kerukunan, toleransi, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari kehidupan bersama.
Bagi Ipda Muhamad Yani, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak berhenti pada tugas menjaga ketertiban. Lebih dari itu, kepolisian perlu membangun komunikasi, merawat kepercayaan, dan menumbuhkan kemitraan dengan warga.
Sebab, lingkungan yang aman tidak lahir hanya dari patroli dan penegakan hukum. Keamanan juga tumbuh dari hubungan yang baik antarsesama, kepedulian terhadap keadaan sekitar, serta kesediaan masyarakat untuk saling menjaga.
“Polri selalu hadir bersama masyarakat. Kami berharap seluruh warga bersama-sama menjaga kamtibmas.”
Pesan Ipda Muhamad Yani itu menempatkan masyarakat bukan sekadar pihak yang menerima perlindungan, melainkan bagian penting dari upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Di Kokonao, semangat tersebut menemukan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Kerukunan perlu dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi perlu diwujudkan dalam tindakan, dan persatuan harus tetap berdiri di atas perbedaan yang ada di tengah masyarakat.
Natal dan tanggung jawab merawat kerukunan
Menjelang Natal, Yani mengajak jemaat untuk terus memelihara persatuan, hidup rukun dan damai, serta menghormati perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Imbauan itu menjadi pengingat bahwa perayaan keagamaan bukan hanya momentum untuk memperdalam iman, tetapi juga kesempatan memperkuat persaudaraan sosial. Sukacita sebuah perayaan akan terasa lebih bermakna ketika lingkungan tempat masyarakat hidup tetap aman, hubungan antarwarga terpelihara, dan setiap orang dapat menjalankan keyakinannya dengan tenang.
Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, toleransi tidak cukup diucapkan dalam pertemuan resmi. Ia perlu hadir dalam cara warga berbicara, bersikap, menyelesaikan persoalan, dan menghormati hak orang lain.
Yani berharap semangat kebersamaan menjelang hari raya dapat memperkuat kepedulian antarwarga sehingga situasi keamanan di Distrik Mimika Barat tetap terjaga.
Dalam semangat itu, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi fondasi yang perlu terus diperkuat. Prinsip Polisi Bersama Masyarakat bukan hanya slogan, melainkan ajakan untuk membangun hubungan yang terbuka, saling percaya, dan bertanggung jawab terhadap keamanan lingkungan.
Gereja sebagai ruang perjumpaan dan persaudaraan
Di hadapan jemaat Gereja Katolik Maria Bintang Timur, Yani juga menyampaikan apresiasi kepada Pater Tony dan pengurus gereja yang telah membuka kesempatan bagi jajaran kepolisian untuk bertemu langsung dengan masyarakat Kokonao.
“Kami berterima kasih kepada Pater dan pengurus gereja karena telah menerima kami untuk hadir di rumah besar ini dan bertatap muka langsung dengan warga Kokonao.”
Ungkapan “rumah besar ini” menghadirkan makna yang lebih luas daripada sekadar tempat berlangsungnya kegiatan. Gereja menjadi ruang perjumpaan, tempat pesan persaudaraan disampaikan, sekaligus jembatan komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat.
Dalam kehidupan sosial, perjumpaan semacam ini penting karena kepercayaan tidak tumbuh dengan sendirinya. Ia dibangun melalui kehadiran, keterbukaan, dan kesediaan untuk saling mendengarkan.
Kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat untuk menjaga lingkungan, sementara masyarakat membutuhkan ruang komunikasi yang memungkinkan aspirasi dan persoalan mereka disampaikan. Hubungan timbal balik itulah yang dapat memperkuat kemitraan dalam menjaga kamtibmas.
Pater Tony menyambut baik kehadiran Kapolsek Mimika Barat bersama jajaran. Ia menyampaikan terima kasih atas pesan dan nasihat yang diberikan kepada para jemaat.
Ia juga berharap kegiatan Minggu Kasih dapat terus dilaksanakan sebagai ruang komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.
Harapan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan. Pertemuan yang baik akan memiliki arti lebih besar apabila pesan yang disampaikan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika kedamaian menjadi tanggung jawab bersama
Kegiatan Minggu Kasih berakhir pada pukul 09.40 WIT. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan tertib.
Namun, makna perjumpaan pagi itu tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Pesan tentang toleransi, kerukunan, dan keamanan tetap membutuhkan ruang untuk tumbuh di luar gereja, di lingkungan keluarga, di antara tetangga, dan dalam kehidupan masyarakat Kokonao.
Menjelang Natal, menjaga kedamaian berarti lebih dari sekadar memastikan tidak terjadi gangguan keamanan. Kedamaian juga berarti merawat hubungan antarmanusia, menahan diri dari tindakan yang dapat memecah persaudaraan, serta membuka ruang bagi perbedaan untuk hidup berdampingan secara hormat.
Di Kokonao, pesan itu disampaikan melalui perjumpaan sederhana antara kepolisian, pemuka agama, dan jemaat. Tidak ada kemeriahan besar yang perlu ditonjolkan. Yang utama ialah kesediaan untuk hadir, berbicara, dan membangun kepercayaan.
Sebab, keamanan yang kokoh tidak hanya berdiri di atas kewaspadaan aparat, tetapi juga bertumbuh dari masyarakat yang peduli terhadap sesamanya.
Dan ketika Natal semakin dekat, harapan tentang damai menemukan maknanya dalam tindakan nyata: menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memastikan bahwa setiap warga menjadi bagian dari rumah bersama yang aman dan tenteram.

















