Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Bupati Belu Sambut Rombongan Moge, Undang Jelajahi Pesona Fulan Fehan Dalam Festival Persahabatan 2026

30
×

Bupati Belu Sambut Rombongan Moge, Undang Jelajahi Pesona Fulan Fehan Dalam Festival Persahabatan 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID – Deru mesin motor besar memecah pagi yang tenang di Kota Atambua, Senin (15/6/2026). Di halaman Kantor Bupati Belu, rombongan komunitas motor gede (moge) tiba membawa semangat petualangan yang menembus batas-batas wilayah, menyambungkan persahabatan melalui perjalanan panjang yang mereka tempuh dari berbagai daerah.

Di tengah suasana hangat yang dipenuhi senyum dan sapaan persaudaraan, Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menyambut langsung para rider yang menjadikan Kabupaten Belu sebagai salah satu titik persinggahan dalam agenda touring lintas daerah mereka.

Example 300x600

Bagi Belu, kunjungan itu bukan sekadar persinggahan. Kehadiran para pecinta roda dua berkapasitas besar tersebut menjadi simbol terbukanya ruang perjumpaan antara komunitas, budaya, dan pariwisata di wilayah yang berdiri di beranda paling timur Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih dan selamat datang di Kabupaten Belu. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Belu. Semoga selama berada di daerah ini dapat menikmati keindahan alam, budaya, serta keramahan masyarakat perbatasan,” ujar Bupati Belu.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Bupati Willybrodus Lay tidak hanya menyampaikan sambutan. Ia juga menitipkan sebuah undangan istimewa: kembali hadir di Belu untuk menyaksikan Festival Fulan Fehan 4 Tahun 2026, yang akan berlangsung selama tiga hari, pada 25–27 Juni 2026, di kawasan wisata Fulan Fehan.

Festival yang mengusung tema “Dance for Friendship” tersebut merupakan agenda budaya tahunan Pemerintah Kabupaten Belu yang dirancang untuk menjaga denyut warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan pesona alam dan identitas masyarakat Belu kepada khalayak yang lebih luas.

Dengan nada penuh harapan, Bupati mengajak para rider untuk menjadi bagian dari perayaan budaya yang telah tumbuh menjadi ikon pariwisata daerah perbatasan itu.

“Kami mengundang seluruh rombongan motor gede untuk kembali hadir dan bersama-sama meramaikan Festival Fulan Fehan 4. Berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni, serta keindahan panorama alam Fulan Fehan akan menjadi pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung,” tambahnya.

Ajakan tersebut disambut positif oleh para peserta touring. Mereka mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Belu serta keramahan masyarakat yang mereka temui selama berada di daerah perbatasan RI–RDTL.

Secara kontekstual, kunjungan komunitas motor gede memiliki nilai strategis bagi pengembangan sektor pariwisata Belu. Komunitas otomotif kerap menjadi agen promosi yang efektif melalui jaringan sosial dan perjalanan lintas daerah yang mereka lakukan. Kehadiran mereka dapat memperluas eksposur destinasi wisata Belu, termasuk Fulan Fehan yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang sebagai salah satu magnet wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur.

Festival Fulan Fehan sendiri dikenal sebagai panggung besar yang menampilkan kekayaan budaya masyarakat Belu melalui tarian tradisional, parade budaya, pertunjukan seni, serta berbagai kegiatan yang menjunjung tinggi semangat persahabatan, kebersamaan, dan persatuan.

Di hamparan sabana yang membentang di kaki bukit Fulan Fehan, perjumpaan budaya dan perjalanan para penjelajah jalan raya seakan menemukan makna yang sama: bahwa setiap langkah dan setiap perjalanan pada akhirnya bermuara pada satu tujuan yang indah—merawat persahabatan, mengenalkan tanah kelahiran, dan meninggalkan jejak kenangan yang tak mudah dilupakan.

 

Example 300250