Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Bupati Belu Lantik 8 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama: “Hadir untuk Menyelesaikan Masalah Rakyat, Bukan Menambah Beban Pelayanan”

77
×

Bupati Belu Lantik 8 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama: “Hadir untuk Menyelesaikan Masalah Rakyat, Bukan Menambah Beban Pelayanan”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID — Cahaya pagi menembus jendela Gedung Wanita Betelalenok, Jumat (8/5/2026), ketika satu per satu pejabat berdiri tegak mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH. Di ruangan yang hening itu, pelantikan bukan sekadar pergantian kursi birokrasi, tetapi peneguhan amanah tentang pelayanan kepada masyarakat.

Example 300x600

Dengan disaksikan para pejabat dan undangan yang hadir, Bupati Belu resmi mengambil sumpah dan melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Belu.

Delapan pejabat yang dilantik yakni:

  1. Aloysius Mikhael Fahik, S.STP – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga
  2. Petrus Alkantara Tribambang Manek, ST – Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  3. Vinsensius Mau, ST., MT – Sekretaris DPRD Kabupaten Belu
  4. Onfinus Kote, S.STP – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  5. dr. Bathseba Elena Corputty – Kepala Dinas Kesehatan
  6. Silvia Celeste Do Amaral, S.STP – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
  7. Maximus Mali, S.STP – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
  8. Antonius Stefanus Klau, SE., M.Ec.Dev – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Dalam arahannya, Bupati Belu menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, tetapi tanggung jawab moral untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

╔═══════════════════════════════🌸
“Pimpinan tinggi pratama harus mampu menyelesaikan masalah dalam pelayanan kepada masyarakat, bukan menciptakan masalah dalam pelayanan.”
🌸═══════════════════════════════╝

Pesan itu disampaikan dengan nada tegas namun penuh harapan, seolah menjadi pengingat bahwa birokrasi sejatinya hadir untuk mempermudah kehidupan rakyat, bukan memperumitnya.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Para pejabat berdiri dengan tangan terangkat saat pengambilan sumpah dilakukan menurut keyakinan masing-masing, disaksikan rohaniwan dan para tamu undangan.

Di balik seremonial itu, tersimpan harapan baru terhadap wajah pelayanan publik di Kabupaten Belu, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, keuangan daerah, hingga pelayanan investasi dan ketenagakerjaan.

Ucapan selamat dan doa pun mengalir bagi para pejabat yang baru dilantik.

“Proficiat, selamat menjalankan tugas, Moromak no ita,” menjadi ungkapan sederhana yang mengiringi awal tanggung jawab baru mereka.

Analisis Kontekstual
Pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama menjadi bagian penting dalam memperkuat arah birokrasi daerah, terutama dalam menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan profesional. Penempatan pejabat pada posisi strategis tidak hanya menyangkut administrasi pemerintahan, tetapi juga menyentuh langsung kualitas pelayanan masyarakat di berbagai sektor vital. Karena itu, penegasan kepala daerah terkait orientasi pelayanan menjadi pesan penting agar birokrasi tetap berpihak pada kebutuhan rakyat.

Di Gedung Wanita Betelalenok pagi itu, sumpah jabatan tidak hanya diucapkan untuk memenuhi formalitas negara.

Tetapi juga menjadi janji sunyi—bahwa setiap keputusan, setiap pelayanan, dan setiap kebijakan, harus bermuara pada satu tujuan: menghadirkan negara yang lebih dekat dan lebih tulus bagi rakyatnya.

Example 300250