Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

432 Calon Prajurit Flotim-Lembata Diuji Tekad, Dandim Tegaskan Kejujuran

30
×

432 Calon Prajurit Flotim-Lembata Diuji Tekad, Dandim Tegaskan Kejujuran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

FLORES TIMUR | LINTASTIMOR.ID — Sebanyak 432 pemuda dari Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata berkumpul di Gedung Serbaguna Kodim 1624/Flores Timur, Senin (19/10/2026). Mereka datang membawa cita-cita yang sama: mengenakan seragam loreng TNI Angkatan Darat dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Namun, di hadapan mereka terbentang proses seleksi yang menuntut lebih dari sekadar keinginan. Kelengkapan administrasi, kesehatan, kemampuan jasmani, kesiapan psikologi, mental ideologi, dan kedisiplinan menjadi bagian dari persiapan yang harus diperhatikan setiap calon prajurit.

Example 300x600

Di tempat itulah Komandan Kodim 1624/Flores Timur, Letkol Inf. Erly Merlian, S.I.P., memberikan pengarahan kepada ratusan calon siswa (casis) Bintara dan Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2027.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut diikuti 163 calon siswa Bintara dan 269 calon siswa Tamtama. Para peserta berasal dari Flores Timur dan Lembata, dua wilayah yang mengirimkan generasi mudanya untuk mengikuti proses penerimaan prajurit TNI AD.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kasdim 1624/Flotim Mayor Czi Sunoko, Pasi Pers, Bakes Kodim, Batih Pers, serta panitia penerimaan calon prajurit TNI AD.

Di hadapan para peserta, Dandim menekankan pentingnya mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh. Cita-cita menjadi prajurit, menurut pesan yang disampaikannya, harus disertai kesiapan, kedisiplinan, dan kemauan untuk menjalani setiap tahapan seleksi sesuai ketentuan.

Kejujuran menjadi pintu pertama pengabdian

Salah satu penekanan utama Letkol Inf. Erly Merlian adalah kejujuran dalam mengikuti proses penerimaan. Ia mengingatkan para calon siswa agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang ataupun mengaku memiliki akses khusus melalui orang dalam.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penerimaan prajurit bukan ruang untuk mencari jalan pintas. Setiap calon harus mengikuti prosedur yang berlaku dan mempersiapkan kemampuan dirinya untuk menghadapi tahapan seleksi.

Para peserta juga diingatkan agar tidak membiarkan janji kelulusan dari pihak yang tidak bertanggung jawab mengaburkan tujuan mereka mengikuti seleksi.

Dalam proses yang menentukan masa depan itu, kejujuran dan disiplin harus berjalan beriringan. Tekad yang kuat perlu dibuktikan melalui usaha nyata, bukan melalui ketergantungan pada janji pihak lain.

jangan minder karena keadaan ekonomi keluarga

Dandim juga memberikan pesan yang menyentuh persoalan kepercayaan diri. Para calon siswa diminta tidak merasa rendah diri hanya karena latar belakang ekonomi keluarga.

Kesempatan untuk mengikuti seleksi harus dihadapi dengan keyakinan, kerja keras, dan kesungguhan mempersiapkan diri. Kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi alasan bagi peserta untuk kehilangan semangat sebelum berjuang.

Pesan itu penting bagi para pemuda yang datang dengan latar belakang kehidupan berbeda. Mereka memiliki cita-cita yang sama, tetapi mungkin menempuh perjalanan persiapan yang tidak selalu serupa.

Karena itu, setiap peserta didorong untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat dipersiapkan: menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan jasmani, melengkapi dokumen, membangun kedisiplinan, serta mempelajari informasi resmi mengenai proses penerimaan.

Bagi para calon prajurit, keberanian memulai perjuangan harus disertai ketekunan untuk melewati setiap tahapan dengan kemampuan sendiri.

administrasi lengkap, persiapan harus maksimal

Selain menekankan kejujuran, Letkol Inf. Erly Merlian meminta seluruh calon siswa memeriksa kelengkapan dokumen administrasi dan berkoordinasi dengan petugas penerimaan apabila membutuhkan penjelasan mengenai tahapan seleksi.

Persiapan tidak cukup dilakukan pada satu aspek. Kesiapan administrasi harus berjalan bersama perhatian terhadap kesehatan, kemampuan jasmani, psikologi, mental ideologi, dan disiplin pribadi.

Ketelitian dalam memeriksa dokumen menjadi bagian dari tanggung jawab peserta. Sementara itu, komunikasi dengan petugas penerimaan membantu mereka memperoleh informasi yang benar dan menghindari kesalahpahaman mengenai persyaratan maupun prosedur.

Melalui pengarahan tersebut, Dandim berharap para calon siswa mampu menjalani proses penerimaan secara tertib, serius, dan bertanggung jawab.

Pengarahan berlangsung hingga pukul 09.56 WITA. Kegiatan berakhir dalam keadaan aman dan tertib.

432 harapan, satu semangat pengabdian

Bagi 432 calon siswa dari Flores Timur dan Lembata, pengarahan di Makodim 1624/Flotim menjadi bagian dari perjalanan menuju cita-cita menjadi prajurit TNI AD. Akan tetapi, keinginan tersebut tetap harus dibuktikan melalui kesiapan diri dan keberhasilan melewati proses seleksi sesuai ketentuan.

Tidak ada jaminan bahwa setiap peserta akan mencapai hasil yang sama. Karena itu, setiap calon dituntut menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan, melengkapi persyaratan, dan mempertahankan semangat selama mengikuti seluruh tahapan.

Pesan Dandim menempatkan kejujuran dan disiplin sebagai bekal penting yang perlu dibawa sejak awal. Sebab, pengabdian kepada bangsa dan negara bukan hanya tentang seragam yang ingin dikenakan, melainkan juga tentang karakter yang harus dibangun.

Dari Gedung Serbaguna Kodim 1624/Flotim, ratusan pemuda itu membawa pulang pesan yang sama: jangan takut pada keadaan, jangan tergoda jalan pintas, dan jangan berhenti berusaha sebelum seluruh tahapan perjuangan dijalani.

Cita-cita menjadi prajurit memang membutuhkan persiapan panjang. Namun, setiap langkah yang ditempuh dengan jujur, disiplin, dan kerja keras merupakan bagian dari pembentukan karakter yang kelak dibutuhkan dalam pengabdian.

 

Example 300250