Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MimikaKesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Kapolda Papua Tengah Turun ke Jalan, Bekali Pelajar Lawan Narkoba

6
×

Kapolda Papua Tengah Turun ke Jalan, Bekali Pelajar Lawan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE | LINTASTIMOR.ID — Pagi belum sepenuhnya ramai ketika Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini turun ke jalan, Senin (19/10/2026). Di tengah arus kendaraan dan langkah para pelajar yang bergegas menuju sekolah, orang nomor satu di jajaran Polda Papua Tengah itu berdiri mengatur lalu lintas, memastikan perjalanan menuju ruang belajar berlangsung aman.

Bersama Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas dan sejumlah personel kepolisian, Jermias memulai aktivitas sekitar pukul 06.30 WIT melalui kegiatan pengaturan lalu lintas atau strong point di sekitar lingkungan sekolah di Nabire.

Example 300x600

Pemandangan itu menghadirkan wajah pelayanan kepolisian yang berbeda. Sebelum menyampaikan amanat di hadapan para siswa, Kapolda terlebih dahulu hadir di jalan raya, di tengah aktivitas masyarakat yang memulai hari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman di ruang publik, membantu kelancaran arus kendaraan, sekaligus membuka ruang bagi kepolisian untuk melihat langsung dinamika dan kebutuhan masyarakat.

Usai pengaturan lalu lintas, Jermias melanjutkan kegiatan dengan bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Nabire. Di hadapan para siswa dan guru, ia mengalihkan perhatian dari jalan raya menuju persoalan yang tidak kalah penting: masa depan generasi muda Papua Tengah.

Pendidikan, kedisiplinan, pembentukan karakter, bahaya narkoba, perundungan, dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial menjadi bagian utama amanatnya.

“Anak-anakku sekalian yang saya banggakan, kalian adalah generasi penerus bangsa dan harapan masa depan Papua Tengah. Oleh karena itu, manfaatkan masa sekolah untuk belajar dengan tekun, disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta membangun karakter yang baik,” ujar Jermias.

Pesan itu menempatkan para pelajar bukan hanya sebagai peserta didik yang sedang menempuh pendidikan, melainkan juga sebagai generasi yang kelak ikut menentukan arah perjalanan daerahnya.

Bagi Kapolda, sekolah tidak cukup menjadi tempat mengejar nilai akademik. Di sana, sikap, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, dan keberanian mengambil keputusan yang benar harus tumbuh bersama pengetahuan.

dari jalan raya menuju ruang pendidikan

Kehadiran Kapolda dan Wakapolda di sekitar sekolah memperlihatkan dua sisi pelayanan yang saling berhubungan. Di jalan raya, kepolisian membantu menjaga keselamatan dan ketertiban. Di lingkungan sekolah, kepolisian hadir memberikan edukasi serta dorongan moral kepada generasi muda.

Jermias menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pendidikan bukan semata-mata berkaitan dengan keamanan. Ada tanggung jawab yang lebih luas, yakni mendampingi para pelajar agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan mampu mempertanggungjawabkan pilihan hidupnya.

“Melalui kegiatan ini, Polri ingin hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab,” katanya.

Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kehidupan remaja. Lingkungan pergaulan, tekanan kelompok sebaya, penyalahgunaan zat terlarang, hingga interaksi di media sosial membutuhkan perhatian bersama, bukan hanya dari pihak sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan tiga pesan utama yang diarahkan untuk membangun kesadaran pelajar agar mampu menjaga diri, menghormati orang lain, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

narkoba bukan jalan menuju masa depan

Pesan pertama Jermias menyentuh bahaya narkoba. Ia mengingatkan bahwa rasa penasaran atau ajakan teman tidak boleh menjadi alasan bagi seorang pelajar untuk mencoba zat terlarang.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, mengganggu proses pendidikan, menghancurkan cita-cita, serta membawa seseorang berhadapan dengan persoalan hukum.

“Jangan pernah mencoba narkoba karena rasa penasaran atau ajakan teman. Berani mengatakan tidak terhadap narkoba berarti berani menjaga masa depan sendiri,” tegasnya.

Pesan itu mengajak para siswa memahami bahwa keberanian tidak selalu ditunjukkan melalui tindakan yang mengundang perhatian orang lain. Dalam situasi tertentu, keberanian justru terlihat ketika seseorang mampu menolak ajakan yang berpotensi merugikan dirinya.

Menjaga masa depan, dalam konteks tersebut, dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari: memilih pergaulan yang sehat, berani menolak narkoba, dan tetap fokus pada pendidikan.

jangan mencari pengakuan dengan kekerasan

Pesan kedua berkaitan dengan kenakalan remaja dan perilaku kekerasan. Kapolda mengingatkan para siswa agar menjauhi tawuran, perkelahian, perundungan atau bullying, konsumsi minuman beralkohol, serta tindakan lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia menekankan bahwa ukuran kehebatan seorang pelajar tidak ditentukan oleh kemampuannya membuat orang lain takut.

“Ukuran kehebatan seorang pelajar bukanlah seberapa besar orang lain merasa takut kepadanya. Jangan merasa hebat karena ditakuti, melainkan bagaimana ia menunjukkan sikap yang baik, meraih prestasi, dan menghormati sesama,” pesannya.

Pernyataan itu menegaskan perbedaan antara keberanian dan tindakan yang menyakiti. Seorang pelajar tidak perlu merendahkan teman, menggunakan kekerasan, atau membangun pengaruh melalui intimidasi untuk memperoleh penghormatan.

Sebaliknya, prestasi, sikap saling menghargai, kemampuan mengendalikan emosi, dan kesediaan membantu sesama merupakan bagian dari karakter yang perlu dibangun sejak bangku sekolah.

Perundungan juga tidak boleh dianggap sebagai candaan apabila tindakan tersebut melukai, merendahkan, atau membuat orang lain merasa terancam. Baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, setiap pelajar memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang pergaulan yang aman.

media sosial harus menjadi ruang berkarya

Pesan ketiga diarahkan pada penggunaan media sosial. Kapolda mengingatkan bahwa perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif, bukan menjadi sarana menyebarkan kebohongan, menghina orang lain, atau melakukan perundungan di dunia maya.

“Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.

Pesan tersebut relevan dengan kehidupan pelajar yang semakin dekat dengan ruang digital. Informasi dapat menyebar dengan cepat, tetapi kecepatan itu juga menuntut kehati-hatian sebelum seseorang membagikan berita atau menuliskan sesuatu tentang orang lain.

Jejak digital dapat meninggalkan dampak panjang. Karena itu, para siswa perlu membangun kebiasaan memeriksa kebenaran informasi, menjaga kesantunan berkomunikasi, serta menghormati privasi dan martabat sesama.

Bagi generasi muda, kecakapan digital bukan hanya soal mampu menggunakan teknologi, melainkan juga kemampuan memahami akibat dari setiap tindakan di dalamnya.

polisi, guru, dan orang tua menjaga generasi

Di hadapan komunitas sekolah, Jermias juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang terus menjalankan tugas mendidik generasi muda. Ia menilai perlindungan terhadap anak tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

Kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu membangun kerja sama untuk mencegah narkoba, kekerasan, serta pengaruh negatif lingkungan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.

“Mari kita perkuat kerja sama antara Polri, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk melindungi anak-anak kita dari narkoba, kekerasan, dan pengaruh negatif lingkungan,” katanya.

Ajakan tersebut menempatkan pendidikan karakter sebagai tanggung jawab bersama. Sekolah memberikan pengetahuan dan membangun kedisiplinan, keluarga menanamkan nilai-nilai dasar, masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung, sedangkan kepolisian menjalankan fungsi perlindungan dan penegakan hukum sesuai kewenangannya.

Sementara itu, Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas yang dilakukan Kapolda, Wakapolda, dan personel kepolisian merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran personel di sekitar lingkungan sekolah bertujuan membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi para pelajar dan pengguna jalan pada jam masuk sekolah,” tegas Henry.

Ia menambahkan, kehadiran Kapolda di lingkungan pendidikan juga menjadi bentuk perhatian Polri terhadap pembinaan generasi muda, terutama dalam mendorong para pelajar menjauhi perilaku negatif dan berkonsentrasi meraih cita-cita.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Polda Papua Tengah berupaya membangun kedekatan dengan pelajar sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak sekolah.

“Melalui program POLIDIK, kami ingin membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak sekolah. Pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

menjaga jalan, menyiapkan masa depan

Pagi di Nabire itu mempertemukan dua ruang pengabdian: jalan raya yang membutuhkan ketertiban dan sekolah yang membutuhkan keteladanan. Kapolda Papua Tengah hadir di keduanya, mengawali hari dengan membantu kelancaran aktivitas masyarakat sebelum menyampaikan pesan kepada para pelajar.

Namun, nilai kegiatan tersebut tidak berhenti pada kehadiran seorang pejabat di tengah siswa. Pesan tentang narkoba, perundungan, kedisiplinan, dan penggunaan media sosial baru akan bermakna apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi para pelajar, masa depan tidak dibentuk hanya oleh cita-cita yang diucapkan saat upacara. Masa depan tumbuh dari kebiasaan belajar, keberanian menolak pengaruh buruk, kemampuan menghormati sesama, serta kesediaan bertanggung jawab atas setiap pilihan.

Di jalan raya, keselamatan dijaga melalui kepatuhan terhadap aturan. Di sekolah, masa depan dirawat melalui pendidikan dan pembentukan karakter.

Keduanya bertemu pada satu tujuan: menciptakan lingkungan yang aman agar generasi muda Papua Tengah dapat tumbuh, belajar, berkarya, dan melangkah menuju masa depan tanpa kehilangan arah.

Example 300250