ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID — Jalan menuju seragam loreng TNI Angkatan Darat kembali terbuka bagi 130 pemuda dari Kabupaten Belu dan Malaka. Minggu (18/10/2026), langkah mereka meninggalkan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1605/Belu, membawa harapan untuk melanjutkan perjuangan menuju pengabdian kepada bangsa dan negara.
Di balik keberangkatan itu, ada tekad yang harus diuji, kesiapan fisik yang mesti dijaga, serta persaingan seleksi yang menuntut kedisiplinan dan ketangguhan. Perjalanan menuju Kupang bukanlah garis akhir, melainkan pintu menuju tahapan seleksi berikutnya dalam penerimaan Calon Bintara (Caba) dan Calon Tamtama (Cata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Tahun Anggaran 2027.
Komando Distrik Militer (Kodim) 1605/Belu secara resmi memberangkatkan 130 calon siswa (casis) untuk mengikuti seleksi lanjutan di Ajenrem Kupang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 orang merupakan casis Caba dan 57 orang casis Cata.
Pelepasan berlangsung di Makodim 1605/Belu, dipimpin langsung oleh Ws. Pasipers Kodim 1605/Belu, Letda Inf Robert A. Fahiberek.
Keberangkatan ini menjadi salah satu tahapan penting bagi para peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti proses penerimaan prajurit TNI AD. Namun, perjalanan mereka masih panjang. Setiap peserta harus melewati tahapan seleksi berikutnya dengan kesiapan dan disiplin yang terjaga.
BERANGKAT BERTAHAP, MENUNGGU KELENGKAPAN ADMINISTRASI
Pemberangkatan para casis dari Belu menuju Kupang dilakukan secara bertahap. Skema tersebut diterapkan untuk mengefisienkan waktu dan menyesuaikan kesiapan peserta, sementara proses pemenuhan serta validasi berkas administrasi bagi calon peserta lainnya masih berlangsung di Makodim 1605/Belu.
Letda Inf Robert A. Fahiberek menjelaskan bahwa keberangkatan secara bertahap dilakukan agar seluruh peserta dapat melanjutkan proses seleksi setelah tahapan administrasi masing-masing diselesaikan.
“Pemberangkatan kami lakukan secara bertahap sambil menunggu rekan-rekan casis lainnya yang saat ini masih menjalani tahapan validasi administrasi di Kodim 1605/Belu. Mereka semua nantinya akan berkumpul di Kupang untuk melanjutkan tahapan seleksi di Ajenrem,” ujarnya.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa pemberangkatan 130 peserta bukan berarti seluruh proses di tingkat Sub Panda Kodim 1605/Belu telah selesai. Sebagian calon peserta lainnya masih menjalani tahapan validasi administrasi sebelum diberangkatkan untuk mengikuti seleksi lanjutan.
Dengan mekanisme itu, proses penerimaan tetap berjalan mengikuti kesiapan peserta dan penyelesaian persyaratan yang diperlukan.
STAMINA, DISIPLIN, DAN MENTAL PANTANG MENYERAH
Di hadapan para calon prajurit, pesan yang disampaikan tidak berhenti pada kesiapan menghadapi perjalanan menuju Kupang. Mereka juga diingatkan bahwa perjuangan menjadi prajurit menuntut kemampuan menjaga diri, mematuhi aturan, dan tetap fokus ketika menghadapi setiap tahapan seleksi.
Letda Inf Robert berpesan agar seluruh casis menjaga kesehatan dan stamina, baik selama perjalanan maupun ketika berada di Kupang. Kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta konsentrasi dalam mengikuti materi seleksi menjadi bekal penting yang harus dipertahankan.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjaga nama baik daerah asal. Sikap dan perilaku mereka selama mengikuti seleksi turut mencerminkan karakter pemuda Belu dan Malaka yang berkeinginan mengabdikan diri melalui jalur militer.
Bagi para peserta, keberangkatan ini membawa harapan, tetapi juga tanggung jawab. Mereka dituntut membuktikan kesiapan melalui proses seleksi, bukan hanya melalui keinginan mengenakan seragam prajurit.
DARI BELU DAN MALAKA, MENUJU PENGABDIAN
Sebanyak 130 casis yang diberangkatkan menjadi bagian dari generasi muda Belu dan Malaka yang berusaha menembus seleksi penerimaan prajurit TNI AD TA 2027. Perjalanan mereka menuju Kupang merupakan kelanjutan dari proses yang masih harus ditempuh dengan sungguh-sungguh.
Tidak semua tahapan dapat dilewati hanya dengan tekad. Kesiapan fisik, ketahanan mental, kelengkapan administrasi, dan kepatuhan terhadap ketentuan seleksi tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Karena itu, pesan menjaga kesehatan, disiplin, dan semangat pantang menyerah menjadi pengingat bahwa cita-cita pengabdian membutuhkan persiapan yang matang.
Dari Makodim 1605/Belu, langkah para calon prajurit itu bergerak menuju tahapan berikutnya. Harapan telah dibawa dalam perjalanan, tetapi hasil akhirnya tetap menunggu proses seleksi.
Bagi mereka, seragam loreng belum menjadi milik. Ia masih merupakan cita-cita yang harus diperjuangkan dengan disiplin, ketangguhan, dan kesungguhan, demi kesempatan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.


















