Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MimikaNasionalOtomotifPeristiwaPolkamTeknologi

Di Tanah Puncak, Negara Hadir Menjaga Pembangunan

21
×

Di Tanah Puncak, Negara Hadir Menjaga Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ILAGA |LINTASTIMOR.ID  — Pagi di tanah Puncak tidak sekadar membawa cahaya. Ia membawa kesibukan, kewaspadaan, dan harapan yang bergerak bersamaan.

Di tengah lanskap pegunungan Papua yang menjadi latar Kabupaten Puncak, rombongan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, S.H. bersama Anggota Komisi II DPR RI Kamarudin Watubun tiba dengan satu agenda besar: memastikan denyut pembangunan terus bergerak di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keamanan.

Example 300x600

Sabtu, 26 September 2026, menjadi salah satu hari ketika agenda pemerintahan bertemu langsung dengan kehidupan masyarakat.

Di belakang rangkaian kegiatan itu, aparat kepolisian bergerak dalam senyap.

Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran menyiapkan dua regu personel cadangan untuk mengawal dan mengamankan seluruh rangkaian kunjungan kerja tersebut.

Bukan sekadar berdiri di titik-titik pengamanan.

Mereka mengikuti ritme perjalanan rombongan, mengantisipasi setiap kemungkinan, sekaligus memastikan agenda pemerintahan dapat berlangsung tanpa gangguan.

Di tanah yang medan dan situasinya memiliki tantangan tersendiri, keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan.

Batu Pertama, Harapan Baru

Kunjungan kerja itu dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan asrama serta penyerahan sejumlah bantuan bagi masyarakat dan berbagai pihak di Kabupaten Puncak.

Prosesi peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya sebuah pekerjaan fisik. Namun maknanya lebih jauh dari sekadar bangunan.

Asrama tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas penunjang bagi tenaga pendidik yang menjalankan tugas di wilayah Kabupaten Puncak.

Gubernur Papua Tengah menegaskan dukungan pemerintah provinsi terhadap keberadaan para pendidik yang mengabdi di daerah tersebut.

“Kami akan mendukung dan memfasilitasi tenaga pendidik dalam melaksanakan tugas di wilayah Kabupaten Puncak, salah satunya melalui pembangunan asrama,” ujar Meki Fritz Nawipa.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun di wilayah dengan bentang geografis yang tidak mudah ditaklukkan, tempat tinggal bagi tenaga pendidik bukan semata-mata persoalan bangunan. Ia berkaitan dengan keberlanjutan pelayanan pendidikan dan keberanian untuk tetap mengabdi jauh dari pusat-pusat perkotaan.

Di titik itulah pembangunan menemukan maknanya: bukan hanya mendirikan tembok, tetapi menghadirkan fasilitas agar pelayanan publik dapat bertahan.

Polisi Mengawal dari Dekat

Di antara para pejabat pemerintahan dan masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan, personel Polres Puncak menjalankan tugas mereka.

Kapolres hadir bersama Bupati Puncak Elvis Tabuni, S.E., M.M., Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, S.E., Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, S.Sos., Dandim 1717/Puncak Letkol Inf. Himawan Adi Susanto, serta jajaran organisasi perangkat daerah.

Pengamanan tidak berhenti pada satu lokasi.

Personel ditempatkan untuk mendukung seluruh rangkaian agenda, termasuk ketika rombongan bergerak menuju Guest House Elvis Tabuni di Distrik Gome.

Bagi kepolisian, setiap perpindahan rombongan adalah bagian dari tanggung jawab pengamanan.

Kapolres Puncak menjelaskan bahwa pengerahan dua regu personel cadangan merupakan bagian dari kesiapsiagaan institusinya dalam mendukung kegiatan pemerintahan.

“Kami mengerahkan dua regu personel cadangan untuk mendukung pengawalan dan pengamanan seluruh rangkaian kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah. Kami memastikan personel siap melaksanakan tugas sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” kata Domingos.

Pernyataan tersebut menggambarkan satu prinsip sederhana: agenda pembangunan membutuhkan ruang yang aman agar dapat berjalan.

Dari Ilaga Bergerak ke Gome

Setelah prosesi peletakan batu pertama, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Guest House Elvis Tabuni di Distrik Gome.

Di tempat itu, agenda pemerintahan kembali berlangsung.

Gubernur Papua Tengah menyampaikan sejumlah rencana pembangunan sekaligus menyerahkan berbagai bantuan yang menyasar sektor kesehatan, pemuda, dan pendidikan.

Tiga sektor itu berdiri sebagai kebutuhan penting masyarakat.

Kesehatan menyentuh keselamatan manusia. Pendidikan menentukan masa depan generasi. Sementara pemuda merupakan kekuatan sosial yang akan meneruskan kehidupan daerah.

Karena itu, bantuan yang diserahkan dalam kunjungan tersebut bukan hanya bagian dari seremoni pemerintahan. Ia menjadi bagian dari pesan bahwa pembangunan harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Di sisi lain, aparat keamanan tetap menjaga ritme kegiatan.

Tidak banyak suara terdengar dari mereka. Tetapi keberadaan personel menjadi bagian dari lanskap kegiatan itu sendiri.

Mereka berada di sekitar lokasi, berkoordinasi, mengamati situasi, dan memastikan setiap agenda berjalan sesuai tanggung jawab masing-masing.

Sinergi di Tengah Pegunungan

Kapolres Puncak menegaskan bahwa pengamanan tidak dilakukan secara sendiri-sendiri.

Koordinasi dibangun bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.

“Kami mengedepankan sinergi dan koordinasi dengan seluruh pihak. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung,” ujar Domingos.

Di Papua, kalimat tentang sinergi bukan sekadar bahasa administratif.

Ia memiliki arti praktis.

Pemerintah membawa agenda pembangunan. TNI dan Polri menjalankan fungsi keamanan sesuai tugas dan kewenangannya. Pemerintah daerah menjadi penghubung dengan masyarakat. Sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan sosial di wilayahnya.

Semua bergerak pada ruang yang sama.

Semua bertemu pada kebutuhan yang sama: keamanan yang memungkinkan pelayanan publik dan pembangunan berjalan.

Ketika Pembangunan Tidak Berhenti

Hari itu akhirnya bergerak menuju penghujung agenda.

Tidak ada ledakan peristiwa. Tidak ada gangguan yang menghentikan kegiatan. Rangkaian kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah bersama rombongan berlangsung aman dan lancar hingga rombongan melanjutkan agenda berikutnya.

Namun justru dalam kesenyapan itulah sebuah cerita penting muncul.

Pembangunan tidak selalu datang dengan suara keras.

Kadang ia hadir melalui sebuah batu pertama yang diletakkan di tanah.

Melalui bantuan yang berpindah tangan.

Melalui tenaga pendidik yang disiapkan tempat tinggalnya.

Melalui pejabat yang datang membawa agenda pemerintahan.

Dan melalui personel keamanan yang berdiri di belakang seluruh rangkaian kegiatan, memastikan perjalanan itu tetap berada dalam ruang yang aman.

Di tanah Puncak, pembangunan terus mencari jalannya.

Dan pada hari itu, ketika batu pertama diletakkan dan bantuan diserahkan, negara menunjukkan kehadirannya bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelayanan, koordinasi, dan pengamanan yang bekerja dalam satu rangkaian.

Sebab pembangunan membutuhkan keberanian untuk memulai—dan keamanan untuk menjaganya tetap berjalan.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe