TIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Di tengah denyut Timika yang terus bergerak, suara tentang masa depan pertanian Papua Tengah mulai menemukan ruangnya. Para pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Papua Tengah berkumpul, merapatkan barisan, dan menata langkah menuju satu momentum penting: Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Papua Tengah pada 3 Oktober 2026.
Pertemuan pengurus yang dipimpin Ketua HKTI Provinsi Papua Tengah, Aner Maisini, di Timika, Kabupaten Mimika, menjadi bagian dari konsolidasi organisasi menjelang Musda. Bukan semata pertemuan administratif, agenda tersebut menjadi ruang untuk menyatukan arah kepengurusan sekaligus membaca kembali denyut persoalan pertanian di delapan kabupaten di Papua Tengah.
Aner Maisini mengatakan konsolidasi diperlukan untuk memastikan seluruh unsur organisasi memiliki kesiapan yang sama menghadapi Musda.
“Musda bukan hanya momentum organisasi, tetapi ruang untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah pengurus HKTI dari seluruh kabupaten di Papua Tengah,” kata Aner dalam pertemuan tersebut.
Dalam forum itu, pengurus membahas berbagai persiapan Musda, termasuk konsolidasi kepengurusan HKTI yang berasal dari delapan kabupaten di Papua Tengah.
Namun pembicaraan tidak berhenti pada struktur organisasi. Meja pertemuan juga membawa isu yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat: pertanian, ketahanan pangan, dan keterlibatan petani dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di titik inilah peran petani memperoleh konteks yang lebih luas. Program pemenuhan gizi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan makanan yang sampai ke meja makan, tetapi juga menyentuh rantai produksi pangan di daerah. Ketersediaan pangan lokal, kemampuan petani memasok kebutuhan, serta keterhubungan antara sektor pertanian dan kebijakan pangan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan di Papua Tengah.
HKTI Papua Tengah karena itu mendorong seluruh pengurus untuk mempersiapkan diri dan hadir dalam pelaksanaan Musda yang dijadwalkan berlangsung di Timika pada 3 Oktober 2026.
Musda tersebut direncanakan turut dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Sudaryono. Kehadiran pimpinan BGN diharapkan menjadi bagian dari pembahasan mengenai keterkaitan sektor pertanian, pangan, dan program pemenuhan gizi masyarakat.
Bagi HKTI Papua Tengah, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempertemukan kepentingan organisasi tani dengan agenda pembangunan pangan yang lebih luas.
Aner Maisini, yang juga tercatat sebagai Bupati Kabupaten Intan Jaya, menekankan pentingnya konsolidasi pengurus dalam membangun organisasi tani yang mampu memperkuat posisi dan peran petani di Papua Tengah.
“Petani harus menjadi bagian penting dari pembangunan. Karena itu, organisasi harus hadir untuk memperkuat peran mereka sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Aner.
Musda nantinya akan membahas arah organisasi HKTI Papua Tengah sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan sektor pertanian.
Di balik agenda organisasi tersebut, terdapat persoalan yang lebih besar: bagaimana kekayaan tanah dan potensi pertanian Papua Tengah dapat diterjemahkan menjadi kekuatan pangan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Konsolidasi HKTI menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan suara petani, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan pangan masyarakat dalam satu arah pembangunan.
HKTI Papua Tengah membawa semangat “HKTI Makmur, Indonesia Maju”, dengan mendorong petani menjadi bagian penting dalam pembangunan pangan dan ekonomi daerah.
Sebab, di tanah yang subur, masa depan tidak hanya ditentukan oleh apa yang ditanam hari ini, tetapi juga oleh seberapa kuat petani diberi ruang untuk tumbuh, berdiri, dan menjadi penentu bagi masa depan pangan Papua Tengah.


















