ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID — Pagi itu, deretan kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU menjadi perhatian langsung jajaran Polres Belu. Bukan sekadar soal panjangnya antrean, tetapi juga tentang bagaimana setiap kendaraan mendapatkan haknya, bagaimana BBM bersubsidi disalurkan, dan bagaimana lalu lintas tetap bergerak tanpa terganggu.
Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., turun langsung memimpin patroli dialogis ke sejumlah SPBU di Kabupaten Belu, Rabu (23/9/2026).
Dengan sepeda motor, Kapolres bersama sejumlah perwira dan personel menyusuri titik-titik pengisian BBM setelah terlebih dahulu memimpin apel kesiapan patroli. Sebanyak tujuh SPBU menjadi sasaran pemantauan, masing-masing lima SPBU di dalam Kota Atambua dan dua SPBU di Kecamatan Tasifeto Barat.
Lima SPBU di wilayah kota yang dipantau yakni SPBU Fatubenao, Halifean, Wekatimu, Sesekoe dan Fatukbot (Motabuik). Sementara di Kecamatan Tasifeto Barat, pemantauan dilakukan di SPBU Naresa dan Halilulik.
Pada waktu yang sama, Polsek Kakuluk Mesak juga bergerak melakukan patroli dan pemantauan di SPBU Lakafehan, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, atas perintah Kapolres Belu.
Dari tujuh SPBU yang didatangi langsung tersebut, kondisi stok BBM terpantau masih aman. Pendistribusian juga berlangsung normal.
Namun, bagi kepolisian, memastikan stok tersedia hanyalah satu bagian dari persoalan. Di balik antrean kendaraan terdapat potensi lain yang perlu dicegah sejak awal—kemacetan, perselisihan antar-pengendara, gangguan jaringan barcode, hingga kemungkinan keterlambatan pasokan.
Karena itu, Kapolres tidak hanya berdiri mengawasi dari luar SPBU. Ia berdialog dengan pengawas dan operator pengisian BBM, sekaligus menyampaikan sejumlah penekanan agar distribusi, terutama BBM bersubsidi, berjalan sesuai peruntukan.
Pengelola SPBU diminta tidak melayani pengisian berulang terhadap kendaraan yang sama. Antrean juga harus ditata agar tidak meluber ke badan jalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya.
Jika terjadi kekosongan stok, pihak SPBU diminta segera berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan dapat dipenuhi tanpa menunggu persoalan berkembang menjadi gangguan pelayanan.
Di sisi lain, para pengemudi kendaraan roda empat maupun lebih yang sedang mengantre juga diimbau tetap tertib. Kendaraan tidak diperkenankan diparkir sembarangan hingga mengganggu arus lalu lintas maupun pengguna jalan lainnya.
Kapolres bahkan menyempatkan diri berdialog langsung dengan sejumlah pengendara. Pesannya sederhana: mengikuti aturan, menjaga ketertiban, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan selama proses pengisian BBM berlangsung.
Patroli tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi Kapolda NTT untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan BBM sekaligus potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat muncul akibat antrean, khususnya pada penyaluran BBM bersubsidi.
Kapolres Belu mengatakan, pemantauan langsung diperlukan karena di sejumlah SPBU masih ditemukan antrean panjang pada waktu-waktu tertentu.
“Kita melaksanakan patroli ini berdasarkan fakta di lapangan. Di beberapa SPBU terjadi antrean yang panjang di beberapa waktu tertentu. Oleh sebab itu, kita bersama-sama melaksanakan patroli dengan tujuan mencegah adanya potensi gangguan kamtibmas pada saat distribusi BBM untuk para pengendara,” jelas Kapolres Belu.
Menurutnya, potensi gangguan tidak hanya berkaitan dengan panjangnya antrean. Perselisihan antarpengendara, kemacetan akibat kendaraan yang mengantre, keterlambatan pasokan, hingga gangguan jaringan ketika proses pengisian menggunakan barcode juga menjadi perhatian.
“Potensi gangguan yang dikhawatirkan terjadi seperti adanya keributan sesama pengendara, arus lalu lintas yang macet yang mungkin disebabkan oleh panjangnya antrean, keterlambatan pasokan BBM maupun gangguan jaringan saat proses pengisian menggunakan barcode,” tambahnya.
Pengawasan juga diarahkan untuk mencegah kemungkinan pelanggaran dan penyalahgunaan BBM, terutama BBM bersubsidi. Prinsipnya, distribusi harus mengikuti ketentuan dan sampai kepada masyarakat sesuai peruntukannya.
Bagi Polres Belu, patroli tersebut bukan kegiatan sesaat. Pemantauan akan dilakukan secara berkala, disertai koordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga distribusi dan pelayanan BBM tetap berjalan lancar, kondusif, serta sesuai prosedur.
Hasil pemantauan lapangan pun akan menjadi bahan evaluasi kepolisian dalam menentukan langkah antisipasi berikutnya.
“Hasil pemantauan langsung di sejumlah SPBU akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rujukan kami dalam melakukan koordinasi dengan instansi terkait sehingga dapat menentukan strategi dan langkah antisipasi yang tepat agar tidak terjadi permasalahan BBM di wilayah Kabupaten Belu,” pungkas Kapolres Belu.
Dalam patroli tersebut, Kapolres Belu didampingi Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Samapta, Kasat Lantas, Kaur Bin Ops Samapta, Kaur Bin Ops Binmas, Kasi Propam, Kanit 1 Intelkam, serta sejumlah personel Lantas, Samapta dan Bhabinkamtibmas Polres Belu.
Di tengah antrean kendaraan dan aktivitas pengisian yang terus bergerak, patroli itu membawa satu pesan yang lebih luas: distribusi BBM bukan hanya persoalan ketersediaan bahan bakar, tetapi juga tentang ketertiban, keadilan dalam pelayanan, dan kepastian bahwa setiap proses berjalan sesuai mekanisme.


















