Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Pemkab Belu Buka Seleksi Sekda dan Inspektur Daerah

118
×

Pemkab Belu Buka Seleksi Sekda dan Inspektur Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Di tengah kebutuhan birokrasi yang menuntut ketepatan arah dan ketegasan pengawasan, Pemerintah Kabupaten Belu membuka babak baru pengisian dua jabatan strategis: Sekretaris Daerah dan Inspektur Daerah. Seleksi terbuka itu menjadi ruang bagi para aparatur yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menguji kompetensi, pengalaman, serta kemampuan mereka sebelum menentukan siapa yang akan mengemban dua posisi penting tersebut.

Pemerintah Kabupaten Belu saat ini dipimpin Bupati Willybrodus Lay, S.H. bersama Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves, S.T.

Example 300x600

Berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Belu Nomor 003/800.1.2.6/PANSEL-JPTP-BELU/IX/2026, tertanggal 16 September 2026, sebanyak 10 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk mengikuti tahapan berikutnya, masing-masing lima peserta untuk jabatan Sekretaris Daerah dan lima peserta untuk jabatan Inspektur Daerah.

Seleksi itu bukan sekadar pergantian nama di pucuk birokrasi. Dua jabatan tersebut berada pada simpul penting pemerintahan daerah: Sekretaris Daerah berkaitan dengan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, sedangkan Inspektur Daerah memiliki posisi strategis dalam pengawasan internal pemerintahan.

Karena itu, tahapan seleksi disusun berlapis. Seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural dijadwalkan berlangsung pada 18–19 September 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Gedung Wanita Betelalenok Atambua dengan menggunakan sistem CAT.

Sementara itu, penulisan makalah dijadwalkan pada 23 September 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai di tempat yang sama. Peserta diwajibkan menggunakan laptop dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan panitia.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari mekanisme seleksi terbuka yang dirancang untuk menguji kemampuan peserta secara lebih menyeluruh. “Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya,” demikian substansi pengumuman Panitia Seleksi JPT Pratama Kabupaten Belu. Pernyataan itu menegaskan bahwa kelulusan administrasi belum menjadi akhir proses, melainkan pintu masuk menuju tahapan penilaian kompetensi berikutnya.

Lima Kandidat Berebut Kursi Sekda

Untuk jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, panitia menetapkan lima peserta yang lolos seleksi administrasi, yakni:

1. Aloysius Mikhael Fahik, S.STP

2. Fredrikus Lasakar Bere Mau, ST

3. Jules Constantyn Carlos Melciades A. Ando, SE, MM

4. Drs. Nikolaus Umbu Kundji Birri, MM

5. Vincentius Kurniawan Laka, ST

 

Kelima nama tersebut selanjutnya akan menjalani tahapan seleksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Posisi Sekda bukan sekadar jabatan administratif. Ia menjadi salah satu poros yang memastikan kebijakan kepala daerah bergerak dalam jalur birokrasi, diterjemahkan ke dalam kerja perangkat daerah, dan berjalan dalam koordinasi pemerintahan sehari-hari. Karena itu, kompetensi manajerial dan kemampuan membaca persoalan pemerintahan menjadi bagian penting dari proses seleksi.

Lima Nama Masuk Seleksi Inspektur

Untuk jabatan Inspektur Daerah Kabupaten Belu, lima peserta juga dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka adalah:

1. Dominikus Dwi Untoro Bone, ST, MT

2. Fritz Charles Yoseph Nggaludjawa, ST

3. Imelda Prima De Janti Bria, SH

4. Marselinus Koli, S.Sos

5. Victor M. Manek Kiik, ST, MT

 

Kelima peserta tersebut akan melewati tahapan yang sama sebelum panitia menentukan hasil akhir seleksi.

Jabatan Inspektur Daerah memiliki ruang kerja yang tak kalah strategis. Di tangan fungsi pengawasan internal, berbagai program dan penggunaan sumber daya pemerintahan diuji dari sisi kepatuhan, tata kelola, serta efektivitas pelaksanaannya. Dengan demikian, proses seleksi jabatan ini bukan hanya tentang siapa yang memenuhi syarat administratif, tetapi juga tentang kapasitas menjalankan fungsi pengawasan secara profesional.

Seleksi Berjalan Bertahap, Hasil Belum Ditentukan

Panitia menegaskan bahwa jadwal seleksi kompetensi bidang dan wawancara akhir akan disampaikan pada saat pelaksanaan penulisan makalah. Artinya, para peserta masih harus melewati beberapa tahapan sebelum hasil akhir ditetapkan.

Peserta juga diwajibkan hadir 30 menit sebelum seleksi dimulai, mengenakan kemeja lengan panjang warna putih, berdasi hitam, serta bawahan warna gelap. Seluruh peserta wajib mengikuti keseluruhan tahapan seleksi.

Secara kontekstual, mekanisme berlapis tersebut memperlihatkan bahwa pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama tidak berhenti pada pemeriksaan berkas. Kompetensi manajerial, sosial kultural, kemampuan menyusun gagasan melalui makalah, kompetensi bidang hingga wawancara menjadi rangkaian penilaian yang harus dilalui sebelum keputusan akhir diambil. Dengan kata lain, 10 nama yang diumumkan pada 16 September 2026 belum merupakan pejabat terpilih, melainkan peserta yang berhak melanjutkan perjuangan dalam proses seleksi.

Panitia Seleksi JPT Pratama Kabupaten Belu juga menyampaikan bahwa berbagai informasi mengenai seleksi terbuka tersebut akan diumumkan melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Belu, termasuk situs belukab.go.id, serta kanal media sosial BKPSDM dan Diskominfo Kabupaten Belu.

Pada akhirnya, seleksi ini akan menemukan bukan sekadar nama yang mengisi dua ruang penting dalam struktur pemerintahan Belu, melainkan sosok yang kelak membawa beban tanggung jawab administratif, koordinatif, dan pengawasan.

Sebab dalam birokrasi, sebuah jabatan mungkin berakhir pada sebuah keputusan, tetapi tanggung jawab yang lahir darinya baru benar-benar dimulai ketika keputusan itu dijalankan untuk kepentingan masyarakat.**

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe