Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalOtomotifTeknologi

JNE Ubah Armada Jadi Galeri Seni Berjalan

55
×

JNE Ubah Armada Jadi Galeri Seni Berjalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA |LINTASTIMOR.ID — Jalanan kota kembali menjadi ruang perjumpaan antara logistik dan seni. Di tengah lalu-lalang kendaraan yang membawa paket dari satu pintu ke pintu lainnya, armada JNE kini hadir dengan wajah berbeda: lebih ekspresif, penuh warna, dan membawa cerita tentang perjalanan.

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 pada 26 November 2026, JNE menghadirkan kolaborasi kreatif bersama visual artist Indonesia, Muchlis Fachri atau yang akrab dikenal sebagai Muklay. Melalui kolaborasi tersebut, armada pengiriman JNE disulap menjadi semacam galeri seni berjalan yang merefleksikan semangat inovasi, kedekatan dengan pelanggan, sekaligus energi positif.

Example 300x600

Muklay menghadirkan karakter visualnya yang kuat, ekspresif, penuh warna, dan lekat dengan nuansa pop art ke tubuh armada JNE. Karya itu tidak berhenti sebagai ornamen kendaraan, tetapi menjadi bahasa visual yang menggambarkan dinamika perjalanan pengiriman, semangat para kurir, serta hubungan JNE dengan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan selama 36 tahun.

Bagi JNE, perjalanan panjang tersebut bukan semata-mata tentang paket yang bergerak dari satu alamat menuju alamat lainnya. Ada konektivitas, kepercayaan, dan kebahagiaan yang ikut berpindah di dalam setiap perjalanan.

SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi mengatakan kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi perusahaan terhadap kreativitas dan karya seni anak bangsa.

“Melalui visual yang atraktif dan penuh energi, JNE ingin menyampaikan pesan bahwa perjalanan 36 tahun bukan hanya tentang mengantarkan paket dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi juga tentang terus menghadirkan semangat positif, membangun konektivitas, dan menghubungkan kebahagiaan di tengah masyarakat Indonesia.”

Menurut Eri, semangat itu menjadi bagian dari perjalanan JNE untuk terus bergerak, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Kolaborasi bersama Muklay pun menjadi salah satu cara menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan relevan dengan masyarakat.

“Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi JNE terhadap kreativitas dan karya seni anak bangsa, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan relevan bagi masyarakat,” ujar Eri.

Di sisi lain, bagi Muklay, armada JNE menawarkan kanvas yang bergerak tanpa batas. Setiap hari kendaraan-kendaraan itu melintasi berbagai sudut kota dan bertemu dengan masyarakat dari beragam latar belakang.

Ia mengaku bangga dapat mengambil bagian dalam perayaan perjalanan panjang JNE.

“Senang sekali bisa berkolaborasi dengan JNE yang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Lewat karakter dan warna-warna cerah khas saya, semoga visual di armada JNE ini bisa membawa senyuman, keceriaan, dan energi positif bagi siapa pun yang melihatnya di jalan.”

Kolaborasi ini juga memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat menjadi medium komunikasi yang lebih cair. Ketika kendaraan pengiriman berubah menjadi medium seni, pesan perusahaan tidak hanya hadir melalui iklan atau layar digital, tetapi bergerak bersama kehidupan sehari-hari masyarakat. Seni, dalam konteks ini, menjadi jembatan yang mempertemukan identitas korporasi, kreativitas seniman, dan pengalaman publik dalam satu ruang yang dinamis.

Mengusung tema “Melesat Hebat”, perayaan HUT ke-36 JNE merefleksikan semangat perusahaan untuk terus tumbuh secara dinamis, adaptif, dan progresif menghadapi perkembangan zaman.

Tema tersebut sekaligus menegaskan komitmen JNE untuk terus relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui penguatan inovasi, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas layanan.

Memasuki usia ke-36 tahun, “Melesat Hebat” menjadi semangat JNE untuk mempercepat langkah dan menghadirkan pencapaian yang semakin bermakna. Bukan hanya bagi perusahaan dan pelanggan, tetapi juga dalam kontribusinya terhadap pertumbuhan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sebab, pada akhirnya, sebuah perjalanan panjang tidak hanya diukur dari seberapa jauh kendaraan bergerak atau berapa banyak paket yang sampai. Ia juga dikenang dari jejak yang ditinggalkan—tentang koneksi yang terbangun, kebahagiaan yang tersampaikan, dan warna-warna kecil yang membuat perjalanan menjadi lebih berarti.

 

Example 300250