Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaKesehatanNasional

KBI Mimika Nyalakan Kepedulian Lewat Darah

8
×

KBI Mimika Nyalakan Kepedulian Lewat Darah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID — Kemerdekaan kali ini dirayakan bukan hanya dengan kibaran bendera dan gegap gempita. Di sebuah ruangan di kantor PT Srikandi Mitra Karya, Sabtu (29/8/2026), maknanya mengalir lebih sunyi—dari lengan para pendonor menuju kantong-kantong darah yang kelak mungkin menjadi penentu hidup seseorang.

Jarum menusuk kulit. Darah perlahan memenuhi kantong transparan. Tak ada sorak kemenangan, tak ada podium, apalagi medali. Tetapi di sana, sebuah bentuk keberanian menemukan maknanya sendiri: memberikan sebagian dari tubuh untuk menyelamatkan kehidupan yang bahkan mungkin tak pernah dikenal.

Example 300x600

Lebih dari 40 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam aksi yang digelar Pengurus Kickboxing Indonesia (KBI) Kabupaten Mimika tersebut. Jumlah itu melampaui target awal 30 hingga 40 kantong dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi KBI Mimika, ini bukan sekadar donor darah. Setelah sebelumnya menggelar kejuaraan kickboxing tingkat pelajar dalam rangka Bupati Cup, organisasi olahraga itu memilih memperpanjang semangat perjuangan ke ruang yang berbeda: ruang kemanusiaan.

Ketua Umum KBI Kabupaten Mimika, Emilia Asmuruf, mengatakan kehadiran KBI tidak ingin dibatasi oleh arena olahraga dan pencapaian prestasi.

“Kami tidak saja ada di bidang olahraga. Kami ingin hadir di sisi kemanusiaan melalui donor darah ini. Kami harapkan, apa yang kami lakukan bisa membantu masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika.”

Emilia mengatakan, KBI sebelumnya menargetkan sekitar 30 hingga 40 kantong darah. Jumlah tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan para pendonor.

Namun, antusiasme yang muncul membuat capaian tersebut terlampaui.

“Sesuai target jumlah pendaftar dan kantong yang terkumpul, untuk donor hari ini sudah lebih dari target yang diharapkan, yakni lebih dari 40 kantong.”

Di balik angka itu terdapat persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar pencapaian sebuah kegiatan. Ketersediaan darah merupakan kebutuhan yang datang tanpa mengenal waktu. Pasien yang menjalani tindakan medis, korban insiden, maupun mereka yang membutuhkan golongan darah tertentu tidak selalu memiliki kesempatan untuk menunggu.

Darah karena itu bukan sekadar komponen medis. Ia adalah waktu yang diselamatkan, harapan yang dipertahankan, dan kesempatan kedua yang diberikan seseorang kepada orang lain.

Emilia menegaskan, stok darah sangat penting, terutama bagi pasien yang membutuhkan golongan darah tertentu yang terkadang sulit diperoleh.

Aksi tersebut mendapat dukungan PT Srikandi Mitra Karya melalui penyediaan lokasi dan dukungan lainnya. Srikandi serta PMI Kabupaten Mimika bersama tenaga medis juga terlibat dalam membantu kelancaran proses donor darah.

Manager HR PT Srikandi Mitra Karya, Eksa Santika, menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah positif.

“Kegiatan kali ini menurut kami luar biasa. Kami menyambut inisiatif Kickboxing Indonesia, khususnya Ibu Emi, untuk mengadakan aksi donor darah.”

Menurut Eksa, kegiatan tersebut semula direncanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Namun, karena adanya sejumlah kendala, pelaksanaannya baru dapat dilakukan pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

PT Srikandi Mitra Karya sendiri memiliki pengalaman dalam kegiatan donor darah. Aksi tersebut biasanya dilakukan secara rutin dengan menggandeng PMI sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami biasanya melaksanakan aksi donor darah secara rutin, bekerja sama dengan PMI. Untuk tahun kemarin belum terlaksana, dan tahun ini baru kami laksanakan kembali.”

Bagi Eksa, kebutuhan darah di Timika membuat keterlibatan berbagai pihak menjadi semakin penting. Ia melihat sinergi perusahaan, organisasi olahraga, PMI, karyawan, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama memenuhi kebutuhan darah.

“Kami melihat bahwa di Timika ini banyak sekali kejadian atau insiden yang membutuhkan donor darah. Karena itu, kami menyambut baik apa yang diinisiasi oleh KBI Mimika.”

PT Srikandi Mitra Karya kemudian mengajak sejumlah karyawannya untuk ikut menjadi pendonor. Kegiatan tersebut juga dibuka bagi masyarakat umum.

“Kami dari karyawan mendaftarkan beberapa orang untuk ikut donor darah. Kegiatan ini juga terbuka untuk umum, sehingga kami sangat bangga dan berterima kasih kepada KBI Mimika karena memberikan kesempatan kepada kami untuk bekerja sama.”

Dari arena kickboxing ke arena kemanusiaan

Ada sesuatu yang menarik dari pilihan KBI Mimika menggelar donor darah. Kickboxing selama ini identik dengan kekuatan fisik, keberanian dan pertarungan. Namun, di luar arena, kekuatan itu justru diterjemahkan dalam bentuk yang berbeda: memberi, bukan melawan.

Di situlah olahraga dan kemanusiaan bertemu.

Organisasi olahraga dapat menjadi lebih dari sekadar wadah pembinaan atlet. Ia dapat menjadi ruang yang mempertemukan energi anak muda, kepedulian perusahaan, kerja tenaga medis, serta kebutuhan masyarakat dalam satu gerakan sederhana.

Dan donor darah memiliki karakter yang unik. Pendonor tidak selalu tahu siapa penerimanya. Ia tidak mengenal nama, wajah, pekerjaan, maupun latar belakang orang yang kelak menerima darahnya.

Tetapi ia tetap memberi.

Eksa berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada aksi donor darah kali ini. Ia ingin kolaborasi bersama KBI Mimika dapat berlanjut melalui kegiatan sosial lainnya.

“Harapan kami, aksi-aksi ini tidak berhenti di sini saja. Kami bisa terus bekerja sama dengan KBI dalam kegiatan lain, termasuk donor darah, sehingga dapat terus membantu sesama melalui PMI.”

Lebih dari 40 kantong darah akhirnya terkumpul.

Mungkin bagi sebagian orang, itu hanyalah angka. Tetapi bagi seseorang yang kelak membutuhkan transfusi, angka tersebut dapat berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berharga: kesempatan untuk pulang, kesempatan untuk bertahan, dan kesempatan untuk hidup satu hari lagi.

Pada akhirnya, kemerdekaan tidak selalu hadir dalam suara yang paling keras.

Kadang ia hadir dalam kesunyian sebuah jarum, dalam keberanian seseorang membuka lengannya, lalu membiarkan darahnya mengalir untuk kehidupan orang lain.

Sebab bangsa yang merdeka bukan hanya bangsa yang mampu merayakan hidup, tetapi juga bangsa yang bersedia menjaga kehidupan sesamanya.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe