Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
KesehatanNasionalPeristiwa

Empat Warga Dievakuasi, SAR Tak Tinggal Diam

67
×

Empat Warga Dievakuasi, SAR Tak Tinggal Diam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BORONG |LINTASTIMOR.ID— Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, harapan datang dari langit. Empat warga Kabupaten Manggarai Timur yang mengalami penurunan kondisi kesehatan diterbangkan menuju Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis segera.

Evakuasi medis udara itu dilakukan Tim SAR Gabungan pada Kamis (27/8) menggunakan Helikopter Dauphin milik Basarnas. Misi kemanusiaan tersebut berlangsung ketika helikopter tengah menjalankan tugas pendistribusian bantuan logistik dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Basarnas di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Example 300x600

Di tengah operasi bantuan yang sedang berlangsung, informasi mengenai kondisi empat warga datang dari keluarga dan para pendamping. Keempatnya membutuhkan pertolongan medis segera dengan kondisi berupa stroke, sesak napas, asma, dan pusing berat.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan keputusan evakuasi diambil setelah tim menerima laporan mengenai kondisi warga yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

“Setelah proses dropping logistik selesai, tim menerima laporan bahwa terdapat empat warga yang membutuhkan penanganan medis segera karena mengalami stroke, sesak napas, asma, dan pusing berat.”

Menurut Fathur, kondisi tersebut membuat tim tidak menunda langkah penyelamatan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan medis para warga, evakuasi melalui jalur udara segera dilakukan menuju fasilitas kesehatan di Labuan Bajo.

“Dengan mempertimbangkan kondisi mereka, tim langsung melakukan evakuasi melalui jalur udara menuju fasilitas kesehatan di Labuan Bajo.”

Helikopter Dauphin Basarnas kemudian mendarat dengan selamat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, pada pukul 13.11 WITA.

Sesaat setelah tiba, keempat warga langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Pratama Komodo untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

SAR Menjaga Harapan di Tengah Masa Pemulihan

Memasuki hari ke-14 Operasi SAR Bencana Gempa Flores, pekerjaan kemanusiaan belum berhenti pada pencarian dan evakuasi korban. Pemantauan kondisi masyarakat terdampak menjadi bagian penting dari operasi, terutama ketika kebutuhan medis dapat muncul sewaktu-waktu di wilayah yang masih berjuang memulihkan diri.

Evakuasi empat warga Manggarai Timur ini memperlihatkan bahwa dalam situasi bencana, kecepatan membaca keadaan sama pentingnya dengan ketersediaan bantuan. Ketika akses dan kondisi geografis menjadi tantangan, jalur udara dapat menjadi jembatan penyelamatan bagi warga yang membutuhkan pertolongan segera.

Personel dan peralatan SAR pun tetap disiagakan untuk merespons setiap permintaan evakuasi maupun bantuan medis dari masyarakat terdampak gempa.

Sebab, setelah gempa berhenti mengguncang bumi, perjuangan manusia untuk kembali berdiri justru belum selesai. Dan di antara puing, kecemasan, serta jarak yang memisahkan warga dari fasilitas kesehatan, satu pesan tetap menyala: selama masih ada yang membutuhkan pertolongan, harapan tidak boleh diterbangkan pergi.

Example 300250