Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Merah Putih Berkibar, Persatuan Maluku Utara Menguat

10
×

Merah Putih Berkibar, Persatuan Maluku Utara Menguat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MALUKU UTARA | LINTASTIMOR.ID — Pagi di Sofifi, Senin (17/8/2026), berjalan dalam suasana yang berbeda. Di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Sang Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, diiringi penghormatan dan suasana khidmat dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara pengibaran bendera tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Example 300x600

Di hadapan peserta, seluruh rangkaian berlangsung tertib. Jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara, TNI-Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai elemen masyarakat berdiri bersama dalam satu barisan.

Tidak ada sekat jabatan maupun latar belakang ketika Merah Putih mulai berkibar. Yang tersisa hanyalah satu simbol, satu penghormatan, dan satu ingatan tentang bangsa yang diperjuangkan dengan pengorbanan.

Pengibaran Sang Merah Putih menjadi salah satu momen utama dalam peringatan HUT ke-81 RI di Maluku Utara. Prosesi berlangsung penuh penghormatan, sementara semangat nasionalisme terasa kuat di tengah peserta yang mengikuti setiap tahapan upacara.

Bagi Maluku Utara, peringatan kemerdekaan di Sofifi bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi ruang untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini lahir dari perjalanan panjang dan perjuangan para pahlawan.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI memiliki makna yang lebih luas daripada seremoni. Di tengah tantangan pembangunan dan dinamika masyarakat, semangat persatuan menjadi modal penting agar Maluku Utara terus bergerak maju. Kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja bersama, kepedulian sosial, dan komitmen membangun daerah.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata untuk masa depan.”

Semangat tersebut tercermin dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam upacara di Sofifi. Mereka datang dari latar yang berbeda, tetapi berdiri di bawah bendera yang sama.

Merah Putih pun kembali menjadi saksi. Di bawah langit Sofifi, ia berkibar bukan hanya sebagai lambang sebuah negara, tetapi sebagai pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan yang harus terus dirawat.

Pada akhirnya, kemerdekaan akan selalu menemukan maknanya ketika sebuah bangsa mampu menjaga apa yang telah diwariskan para pendahulunya: persatuan yang kokoh, semangat kebersamaan, dan keberanian untuk membangun masa depan tanpa meninggalkan siapa pun di belakang.

Example 300250