ILAGA |LINTASTIMOR.ID— Di tengah pegunungan Papua yang masih menyimpan jejak ketegangan beberapa hari terakhir, sekitar 500 personel Kepolisian Resor Puncak berdiri di sejumlah titik strategis Ilaga, Senin (17/8/2026). Mereka tidak hanya mengamankan sebuah upacara, tetapi memastikan Merah Putih dapat berkibar tanpa gangguan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengamanan diperketat menyusul kericuhan yang sempat terjadi di Ilaga beberapa hari sebelum peringatan kemerdekaan. Aparat disebar untuk menjaga lokasi upacara sekaligus mengantisipasi kemungkinan gangguan di kawasan lain yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes mengatakan seluruh rangkaian upacara berlangsung lancar dan tidak diwarnai gangguan keamanan.
“Kami bersyukur, pelaksanaan upacara HUT RI berjalan lancar dan tidak ada gangguan apa pun. Situasi di wilayah Puncak saat ini masih kondusif,” kata Domingos kepada wartawan seusai upacara.
Personel Disebar ke Titik Strategis
Pengamanan tidak hanya terkonsentrasi di lokasi upacara. Polisi menyebarkan personel ke sejumlah kawasan yang dinilai membutuhkan penjagaan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman.
“Kami menurunkan kurang lebih 500 personel. Wilayah Puncak termasuk wilayah yang cukup rawan sehingga banyak titik yang harus dijaga,” ujar Domingos.
Ratusan personel tersebut ditempatkan untuk mengantisipasi gangguan dari luar lokasi kegiatan sekaligus memberikan rasa aman kepada peserta upacara dan masyarakat yang mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan.
Namun, Domingos belum merinci asal satuan maupun pembagian jumlah personel di setiap titik pengamanan. Ia juga belum menjelaskan secara detail berapa lama operasi pengamanan tersebut akan berlangsung.
Pengamanan dilakukan melalui penjagaan lokasi, patroli serta pemantauan sejumlah jalur yang digunakan peserta menuju tempat upacara. Polisi juga memonitor kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Langkah tersebut menjadi penting karena upacara kemerdekaan tahun ini berlangsung setelah Ilaga sempat dilanda kericuhan. Setiap pergerakan masyarakat dan aktivitas di ruang publik karenanya mendapat perhatian aparat.
Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Keamanan
Di tengah pengerahan ratusan personel, Domingos menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk mempertahankan situasi yang telah kembali kondusif.
“Kami mengimbau masyarakat agar ikut berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Puncak,” katanya.
Upacara HUT ke-81 RI di Kabupaten Puncak dihadiri Bupati Puncak Elvis Tabuni, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala organisasi perangkat daerah, masyarakat serta 206 kepala kampung dari seluruh Kabupaten Puncak.
Kehadiran ratusan kepala kampung dan masyarakat dalam upacara menjadi salah satu penanda bahwa aktivitas pemerintahan dan kehidupan sosial di Ilaga mulai bergerak kembali setelah kericuhan beberapa hari sebelumnya.
Secara kontekstual, pengerahan sekitar 500 personel menunjukkan bahwa aparat masih menempatkan stabilitas keamanan sebagai prioritas di Puncak. Upacara yang dapat berlangsung tanpa gangguan memang menjadi indikator positif, tetapi situasi kondusif membutuhkan pengawasan yang berkelanjutan. Keamanan tidak cukup hanya dijaga pada satu hari perayaan; ia harus dipelihara agar pelayanan pemerintahan, aktivitas masyarakat dan proses pembangunan dapat kembali berjalan secara konsisten.
Senin itu, di bawah pengawalan aparat dan tatapan masyarakat, Merah Putih akhirnya berkibar tanpa gangguan di Ilaga.
Di tempat yang beberapa hari sebelumnya sempat diguncang kericuhan, upacara kemerdekaan menjadi pesan sederhana namun kuat: bahwa ketenangan harus dijaga bersama, karena di balik berkibarnya Merah Putih selalu ada harapan agar tanah Puncak tetap menjadi rumah yang aman bagi seluruh warganya.


















