MALAKA |LINTASTIMOR.ID – Di tepian Sungai Benenain, penantian puluhan tahun perlahan menemukan jawabannya.
Setiap hari selama lebih dari sebulan, Gregorius Bria (74) datang ke tepi sungai di Kampung Numbei, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah. Lelaki yang akrab disapa Bapak Goris itu berdiri memandang para pekerja yang hampir merampungkan Jembatan Gantung Numbei—sebuah jembatan yang selama puluhan tahun hanya hidup sebagai harapan di tengah masyarakat.
Kini, harapan itu berdiri nyata di hadapan matanya.
Dengan mata berkaca-kaca, Bapak Goris mengaku hampir tidak percaya bahwa kampungnya akhirnya memiliki jembatan penghubung menuju Desa Kakaniuk.
“Sejak Indonesia merdeka, baru sekarang kami merasa tanda-tanda kemerdekaan itu benar-benar hadir di kampung kami.”
Kalimat itu meluncur sederhana, tetapi menyimpan sejarah panjang tentang sebuah kampung yang terlalu lama menunggu akses pembangunan.
Bagi warga Numbei, jembatan tersebut bukan sekadar bentangan baja yang menghubungkan dua tepian Sungai Benenain. Ia adalah jalan baru bagi kehidupan—jalan yang diharapkan dapat mengakhiri kecemasan setiap kali musim hujan datang dan arus sungai berubah deras.
Bagi pasien yang membutuhkan pertolongan, ibu hamil yang harus mendapat layanan kesehatan, anak-anak yang berangkat ke sekolah, hingga para petani yang membawa hasil kebun, jembatan ini kelak menjadi akses yang lebih aman menuju Kakaniuk dan Kota Betun.
Di tengah rasa syukur itu, Bapak Goris juga menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS).
“Ama Dokter Stef nalo diak bodik ami renu Numbei. Terima kasih Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Malaka.”
Bagi Bapak Goris, pembangunan jembatan ini seperti membuka halaman baru bagi kampungnya. Sebab, yang selama ini hanya dibicarakan dan dinantikan, kini perlahan menjadi kenyataan yang dapat disentuh dan dilalui.
Ia juga masih mengingat ketika Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran pernah berdiri di tebing Kakaniuk dan menyampaikan janji bahwa dirinya akan menyeberang ke Numbei setelah jembatan selesai dibangun.
Janji itu rupanya tidak dilupakan oleh warga.
“Beliau bilang nanti saat peresmian baru ke Numbei. Kami sudah siapkan ayam merah untuk menyambut beliau,” kenang Bapak Goris.
Di tepian Sungai Benenain, bukan hanya Bapak Goris yang menunggu. Helena Fore dan Fransiska Ade, dua perempuan lanjut usia, juga hampir setiap hari datang menyaksikan proses pembangunan.
Mereka melihat jembatan itu tumbuh sedikit demi sedikit, sembari terus menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS.
Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pembangunan fisik yang sedang berlangsung di Numbei. Jembatan ini menjadi simbol hadirnya akses, keselamatan, dan kesempatan bagi masyarakat yang selama ini berhadapan dengan keterbatasan geografis. Ia berpotensi memperpendek jarak menuju layanan kesehatan dan pendidikan, memperlancar mobilitas warga, serta membuka ruang yang lebih luas bagi aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.
Dengan demikian, jembatan ini tidak hanya menghubungkan Desa Kateri dengan Desa Kakaniuk. Lebih dari itu, ia menghubungkan masyarakat dengan kesempatan untuk hidup lebih aman dan bergerak lebih leluasa menuju masa depan.
Sebelum jembatan resmi dimanfaatkan, Pemerintah Kabupaten Malaka akan menggelar prosesi pendinginan adat dan doa syukur bersama masyarakat. Prosesi tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus bentuk penghormatan terhadap tradisi dan leluhur yang tetap hidup dalam ingatan masyarakat.
Di Numbei, Sungai Benenain akan tetap mengalir. Musim hujan akan tetap datang. Namun, di atas aliran sungai itu, sebuah jembatan kini hampir selesai membentang.
Dan bagi warga yang telah menunggu puluhan tahun, mungkin inilah arti kemerdekaan yang sesungguhnya: bukan sekadar tentang sebuah tanggal dalam sejarah, melainkan tentang ketika sebuah kampung akhirnya memiliki jalan untuk menyeberang—dengan lebih aman, dengan lebih bermartabat, dan dengan harapan bahwa masa depan tidak lagi berada di seberang yang terlalu jauh.


















