Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaKesehatanNasionalOtomotifPeristiwaPolkam

Bupati Johannes Rettob Pastikan Program Prioritas Mimika Tetap Bergerak Meski Serapan APBD Belum Tinggi

70
×

Bupati Johannes Rettob Pastikan Program Prioritas Mimika Tetap Bergerak Meski Serapan APBD Belum Tinggi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Pembangunan tidak selalu berbicara melalui angka-angka statistik. Di Kabupaten Mimika, denyut perubahan justru tumbuh dari kampung-kampung yang jauh dari keramaian kota, ketika rumah mulai dibangun, air bersih mengalir, layanan kesehatan diperkuat, dan harapan masyarakat perlahan menemukan bentuknya. Di tengah rendahnya realisasi APBD pada awal Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan roda pembangunan tetap berputar sesuai arah yang telah dirancang.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa rendahnya serapan anggaran tidak dapat dimaknai sebagai terhentinya pembangunan. Menurutnya, sebagian besar program strategis saat ini sedang berlangsung di berbagai distrik dan kampung sehingga hasilnya belum sepenuhnya tampak dari pusat kota.

Example 300x600

“Pembangunan tidak hanya diukur dari apa yang terlihat di kawasan perkotaan. Banyak pekerjaan sedang berlangsung di kampung-kampung, dan masyarakat di sana mulai merasakan langsung manfaat dari program yang kami jalankan,” ujar Bupati Johannes Rettob saat ditemui di Timika, Rabu (8/7/2026).

Program yang sedang berjalan mencakup penyediaan rumah layak huni, peningkatan akses air bersih, hingga pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman maupun pesisir. Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas hidup warga secara berkelanjutan.

Komitmen itu juga tercermin pada sektor kesehatan. Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas puskesmas serta percepatan penanganan stunting sebagai investasi penting bagi masa depan generasi Mimika.

Menurut Johannes, setiap program tidak hanya dijalankan, tetapi juga dievaluasi secara berkala agar pelaksanaannya tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.

“Evaluasi menjadi bagian penting dari setiap langkah pembangunan. Dari proses itu kami mengetahui apa yang harus diperbaiki, sehingga seluruh program dapat berjalan lebih efektif dan benar-benar mencapai sasaran yang telah direncanakan,” tuturnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, capaian serapan anggaran memang menjadi salah satu indikator administrasi. Namun, bagi wilayah dengan karakter geografis yang luas seperti Mimika, keberhasilan pembangunan lebih tepat diukur dari manfaat yang diterima masyarakat. Karena itu, pemerintah memilih memastikan setiap program hadir hingga menjangkau kampung-kampung, bukan sekadar mengejar angka dalam laporan keuangan.

Johannes menegaskan seluruh perangkat daerah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar setiap program prioritas benar-benar terlaksana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Fokus kami sederhana, memastikan setiap program yang telah direncanakan benar-benar terlaksana dan hasilnya dirasakan masyarakat. Karena itu, pembangunan akan terus kami dorong agar tumbuh secara merata di seluruh wilayah Mimika,” tegas Johannes.

Pembangunan pada akhirnya bukan sekadar soal besarnya anggaran yang dibelanjakan. Ia menemukan maknanya ketika harapan hadir di setiap kampung, pelayanan semakin dekat dengan rakyat, dan kesejahteraan tumbuh perlahan menjadi kenyataan bagi seluruh masyarakat Mimika.

Example 300250