Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Dikukuhkan untuk Mengabdi: TP PKK Wania Ditantang Menjawab Kebutuhan Nyata Warga

54
×

Dikukuhkan untuk Mengabdi: TP PKK Wania Ditantang Menjawab Kebutuhan Nyata Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Di tengah denyut kehidupan keluarga-keluarga yang tumbuh di Distrik Wania, sebuah amanah baru resmi dititipkan. Jumat (26/6/2026), kepengurusan baru Tim Penggerak (TP) PKK Distrik Wania dikukuhkan, menandai dimulainya babak pengabdian yang diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi hadir nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat dari rumah ke rumah.

Suasana pelantikan yang berlangsung di Timika terasa hangat namun sarat tanggung jawab. Hadir dalam kesempatan itu Ketua TP PKK Kabupaten Mimika Ny. Suzy Rettob, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM Fransiskus Bokeyau, Kepala Distrik Wania Ria N. Mandiwa, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Mimika, para lurah, kepala kampung, serta sejumlah undangan.

Example 300x600

Bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan. Di balik setiap nama yang dilantik, tersimpan harapan agar PKK tetap menjadi tangan yang menjangkau persoalan-persoalan keluarga, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga penguatan ekonomi rumah tangga.

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, menegaskan bahwa organisasi PKK harus mampu menghadirkan program yang lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi agenda administratif.

“Keberadaan PKK harus memberi dampak nyata di lingkungan masyarakat. Program yang disusun perlu menjawab persoalan yang dihadapi keluarga sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Fransiskus, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini menuntut perhatian yang serius dan berkelanjutan. Penurunan angka stunting, peningkatan kualitas pendidikan keluarga, kesehatan ibu dan anak, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi rumah tangga harus menjadi prioritas dalam setiap langkah organisasi.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak mungkin dicapai sendirian. Kolaborasi dengan pemerintah distrik, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen sosial lainnya menjadi kunci agar manfaat program benar-benar menjangkau warga.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, mengajak seluruh kader untuk menjadikan 10 Program Pokok PKK sebagai kompas pengabdian dalam melayani masyarakat.

“Jadilah kader yang aktif turun ke lapangan, mendengarkan kebutuhan warga, lalu menghadirkan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga,” kata Suzy.

Pesan itu mengalir seperti pengingat bahwa pelayanan yang paling bermakna sering kali lahir dari kesediaan untuk mendengar. Karena itu, ia mendorong para kader agar terus memperkuat pelayanan Posyandu, mendukung pendidikan anak usia dini, menekan angka perkawinan usia dini dan anak putus sekolah, serta mempercepat upaya penurunan stunting.

Di saat yang sama, gerakan sederhana seperti pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai juga dinilai memiliki makna besar. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, langkah tersebut dapat membantu menambah ketahanan ekonomi rumah tangga di tengah berbagai tantangan kebutuhan hidup.

Kepala Distrik Wania, Ria N. Mandiwa, menaruh harapan besar agar TP PKK mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan hingga ke tingkat RT dan RW.

“Sinergi yang baik akan memudahkan pemerintah menjangkau masyarakat. Kami siap mendukung setiap program yang memberikan manfaat bagi warga Distrik Wania,” tuturnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan TP PKK memiliki posisi yang sangat penting. Ketika berbagai program pemerintah sering kali bergerak dari tingkat kebijakan ke masyarakat, PKK hadir sebagai jembatan yang bekerja langsung di lingkungan keluarga. Dari dapur-dapur rumah tangga, dari Posyandu hingga pekarangan warga, organisasi ini menjadi salah satu garda terdepan dalam memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ketua TP PKK Distrik Wania, Goldfrid Lesomar, menyatakan bahwa kepengurusan yang baru akan mengedepankan kekompakan dan koordinasi dalam menjalankan seluruh program organisasi.

“Kami ingin setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis TP PKK Distrik Wania dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di wilayah ini,” pungkasnya.

Pengukuhan itu pun berakhir dengan harapan yang menggantung di udara Timika sore itu. Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukanlah banyaknya program yang tertulis di atas kertas, melainkan seberapa jauh kehadirannya mampu mengubah kehidupan warga menjadi lebih sehat, lebih berdaya, dan lebih sejahtera dari hari ke hari.

Example 300250