Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKesehatanNasionalPeristiwa

Kasus DBD di Timika Meningkat, Petugas Kesehatan Bergerak Memburu Sarang Penyakit di Permukiman Warga

62
×

Kasus DBD di Timika Meningkat, Petugas Kesehatan Bergerak Memburu Sarang Penyakit di Permukiman Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID – Di balik hujan yang turun perlahan membasahi lorong-lorong permukiman Kota Timika, ancaman kecil itu kembali bergerak diam-diam. Ia tak bersuara, namun meninggalkan demam tinggi, tubuh lemah, dan kecemasan di banyak rumah warga. Demam Berdarah Dengue (DBD) kini kembali meningkat di wilayah kerja Puskesmas Timika.

Hingga akhir Mei 2026, tercatat sebanyak 20 kasus DBD ditemukan di sejumlah kawasan padat penduduk di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat sekitar 13 kasus sepanjang tahun 2025.

Example 300x600

Kepala Puskesmas Timika, dr. Mozes Untung, mengatakan peningkatan kasus menjadi perhatian serius tenaga kesehatan karena penyakit ini dapat menyebar cepat jika lingkungan tidak dijaga dengan baik.

╔════════ ❀•°  °•❀ ════════╗
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu memang ada kenaikan jumlah kasus. Sampai akhir Mei ini sudah tercatat 20 kasus DBD di wilayah kerja kami,”
dr. Mozes Untung
╚════════ ❀•°❀°•❀ ════════╝

Setiap laporan kasus yang masuk, kata Mozes, langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi oleh petugas kesehatan. Tim turun menyusuri lingkungan rumah pasien, memeriksa bak mandi, ember, talang air, pot bunga, hingga genangan kecil yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Di tengah udara lembab dan sisa air hujan yang mengendap, petugas kesehatan bergerak dari rumah ke rumah membawa larvasida dan alat pemeriksaan sederhana. Mereka tidak hanya mencari jentik nyamuk, tetapi juga berusaha memutus rantai ketakutan yang perlahan tumbuh di tengah masyarakat.

╔════════ ❀•°❀°•❀ ════════╗
“Begitu ada laporan, tim langsung bergerak melakukan pemeriksaan lingkungan dan memastikan tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD,”
— dr. Mozes Untung
╚════════ ❀•°  °•❀ ════════╝

Selain pemeriksaan lingkungan, petugas juga memantau kondisi warga yang tinggal di sekitar pasien guna mendeteksi kemungkinan penyebaran lebih lanjut. Jika ditemukan jentik nyamuk, langkah penanganan langsung dilakukan melalui pemberian larvasida hingga fogging di lokasi tertentu.

Secara analitik kesehatan, peningkatan kasus DBD biasanya dipengaruhi oleh kombinasi cuaca lembab, tingginya curah hujan, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Genangan air kecil yang sering dianggap sepele justru menjadi ruang ideal bagi nyamuk berkembang biak hanya dalam hitungan hari.

Karena itu, tenaga kesehatan menilai pencegahan menjadi langkah paling efektif dibandingkan penanganan saat pasien sudah terinfeksi. Upaya sederhana seperti menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup wadah air, membuang barang bekas yang dapat menampung hujan, hingga menjaga kebersihan halaman rumah menjadi kunci utama memutus rantai penyebaran DBD.

Meski jumlah kasus mengalami peningkatan, hingga saat ini belum terdapat laporan kematian akibat DBD di wilayah kerja Puskesmas Timika. Namun masyarakat diminta tidak lengah, sebab demam berdarah dapat berkembang cepat apabila terlambat ditangani.

Dr. Mozes menegaskan bahwa perang melawan DBD bukan hanya tugas tenaga kesehatan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

╔════════ ❀•°  °•❀ ════════╗
“Masyarakat punya peran penting dalam mencegah DBD. Lingkungan yang bersih akan membantu menekan perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah,”
— dr. Mozes Untung
╚════════ ❀•°❀°•❀ ════════╝

Di tengah hiruk pikuk kota tambang yang terus bergerak, ancaman DBD mengingatkan bahwa kesehatan lingkungan adalah benteng pertama kehidupan. Sebab terkadang, bahaya terbesar tidak datang dengan suara keras, melainkan lahir dari air yang tergenang diam di sudut-sudut rumah yang terlupakan.

Example 300250