JAYAPURA |LINTASTIMOR.ID~ Aula Tony Rompis Makodam XVII/Cenderawasih siang itu berubah menjadi ruang penuh harmoni. Denting alat musik tradisional Papua berpadu dengan suara-suara merdu para peserta yang melantunkan lagu daerah dengan penuh penghayatan, menghadirkan suasana hangat yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyentuh rasa cinta terhadap tanah dan budaya Papua.
Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-63 Kodam XVII/Cenderawasih, lomba Vokal Grup Lagu Daerah Papua menjadi panggung yang mempertemukan seni, tradisi, dan persaudaraan dalam satu irama kebersamaan, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M., yang diwakili Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Haryantana, S.H.
Sebanyak 26 tim dari berbagai sanggar budaya di Jayapura tampil membawakan lagu-lagu khas Papua menggunakan alat musik tradisional. Setiap penampilan menghadirkan warna budaya yang berbeda—tentang alam Papua, kehidupan masyarakat adat, semangat persaudaraan, hingga rasa syukur yang diwariskan melalui nada dan syair.
Sorak tepuk tangan penonton berkali-kali memenuhi aula ketika para peserta tampil harmonis dengan balutan busana adat yang memikat. Suasana terasa hidup, hangat, dan penuh kebanggaan terhadap kekayaan budaya Bumi Cenderawasih.
Dalam sambutan Pangdam yang dibacakan Kasdam XVII/Cenderawasih, ditegaskan bahwa kegiatan budaya tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
╔═══════════ ❁ 🎶 ❁ ═══════════╗
❝ Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi upaya melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya daerah, khususnya lagu-lagu tradisional yang menjadi identitas dan jati diri bangsa. ❞
— Brigjen TNI Haryantana, S.H.
╚═══════════ ❁ 🎶 ❁ ═══════════╝
Menurut Kasdam, budaya lokal harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus arus modernisasi. Melalui musik dan lagu daerah, nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah Papua dapat terus hidup dalam hati masyarakat.
╔═══════════ ❁ 🌺 ❁ ═══════════╗
❝ Melalui momentum HUT ke-63 ini, Kodam XVII/Cenderawasih berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mendukung kegiatan sosial dan budaya yang mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. ❞
— Brigjen TNI Haryantana, S.H.
╚═══════════ ❁ 🌺 ❁ ═══════════╝
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat Papua. Ketika musik tradisional dimainkan dan lagu daerah dinyanyikan bersama, tercipta ruang kebersamaan yang melampaui sekat usia, latar belakang, maupun profesi.
Antusiasme peserta dan tamu undangan yang memenuhi aula menjadi bukti bahwa budaya Papua tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Bagi generasi muda, lomba ini menjadi ruang belajar untuk mengenal akar budaya mereka sendiri sekaligus menjaga agar warisan leluhur tetap bernyawa di tengah zaman yang terus berubah.
Di bawah gema lagu-lagu Papua yang terus mengalun sore itu, Kodam XVII/Cenderawasih menunjukkan bahwa menjaga tanah Papua bukan hanya soal keamanan wilayah, tetapi juga tentang merawat suara budaya, menjaga identitas, dan mempertahankan hangatnya persaudaraan di Bumi Cenderawasih.


















