MAPPI |LINTASTIMOR.ID — Langkah kaki aparat menyusuri jalanan Kampung Dagimon pagi itu tak sekadar patroli biasa. Rabu (29/4/2026), kehadiran Polres Mappi menjelma menjadi pesan tegas: bahwa ruang hidup masyarakat harus bersih dari ancaman yang merusak—termasuk peredaran minuman keras ilegal.
Melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), aparat menggelar patroli dialogis sekaligus razia di Kampung Sobaa dan Kampung Dagimon. Tidak hanya memetakan titik rawan, polisi juga turun langsung menyapa warga, mendengar, dan merasakan denyut kehidupan kampung yang ingin tetap aman dan damai.
Hasilnya tak butuh waktu lama. Sekitar 100 meter dari persimpangan Jalan Dagimon, petugas menemukan sebuah lokasi tersembunyi—tempat produksi miras ilegal jenis “kaki anjing”. Dari lokasi itu, diamankan 15 botol miras siap edar, bahan baku, peralatan produksi, serta seorang pria berinisial HK (38) yang diduga sebagai pembuat.
Di tengah aktivitas penertiban, Kabag Ops Polres Mappi, AKP Wisan Krebru, yang memimpin langsung operasi, menyampaikan pesan yang lebih dalam dari sekadar penegakan hukum.
╔══════════════════════════════════╗
║ “Kami tidak hanya menindak, tetapi ingin menyelamatkan. Hentikan produksi minuman seperti kaki anjing dan sagero—demi masa depan generasi muda Dagimon.” ║
╚══════════════════════════════════╝
Baginya, keamanan bukan hanya soal tidak adanya kejahatan, tetapi tentang terciptanya ruang hidup yang memungkinkan anak-anak bersekolah dengan tenang dan masyarakat mencari nafkah tanpa bayang-bayang gangguan.
Dalam kesempatan itu, ia juga meluruskan isu yang sempat beredar di tengah masyarakat terkait kondisi seorang warga yang tersandung kasus hukum. Informasi yang menyebutkan warga tersebut dalam kondisi kritis di rumah sakit dipastikan tidak benar.
╔══════════════════════════════════╗
║ “Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Saring sebelum berbagi, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.” ║
╚══════════════════════════════════╝
Kegiatan KRYD ini menjadi bagian dari upaya preventif Polres Mappi dalam menjaga situasi tetap kondusif. Lebih dari itu, pendekatan dialogis yang dilakukan aparat menjadi jembatan—mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menjadi penjaga ketertiban di lingkungannya sendiri.
Di Kampung Dagimon, hari itu bukan hanya tentang razia. Ia adalah cerita tentang kehadiran negara—yang datang bukan hanya untuk menindak, tetapi juga merangkul, mengingatkan, dan menjaga harapan agar tetap tumbuh di tengah masyarakat.


















