Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupPeristiwa

Zakat yang Menyapa Sunyi: Dari Masjid Baburroyyan, Kebahagiaan Itu Tiba di Panti Al-Razzaq

56
×

Zakat yang Menyapa Sunyi: Dari Masjid Baburroyyan, Kebahagiaan Itu Tiba di Panti Al-Razzaq

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAKASSAR |LINTASTIMOR.ID— Pagi di Griya Antang Harapan tidak sekadar menghadirkan cahaya Ramadan, tetapi juga mengalirkan harapan yang dikemas dalam butir-butir beras zakat. Dari halaman Masjid Baburroyyan, langkah-langkah sunyi para amil dan remaja masjid bergerak pasti—mengantarkan amanah umat menuju mereka yang menanti dengan doa yang tak selalu terucap.

Di bawah langit yang masih lembut, Panitia Amil Zakat Fitrah bersama Remaja Masjid Baburroyyan memulai hari dengan ritus yang sarat makna. Beras-beras dikemas rapi, data penerima disusun teliti, dan niat diluruskan dalam diam. Bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan perjalanan batin menunaikan kepercayaan yang dititipkan masyarakat.

Example 300x600

Rombongan kemudian bergerak menuju Panti Asuhan Al-Razzaq, yang berdiri sederhana di depan SMA Negeri 10 Makassar. Di sanalah, wajah-wajah penuh harap menyambut kedatangan mereka—anak-anak yang menanti bukan hanya bantuan, tetapi juga sentuhan kepedulian.

Ketua Panitia Amil Zakat Fitrah Masjid Baburroyyan, Ustadz Aslam Syam S,Ag, menegaskan bahwa amanah ini dijaga dengan penuh tanggung jawab.

╔════════════════════════════════════════╗
“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali diberi amanah oleh masyarakat untuk mengelola zakat fitrah. Penyaluran ke Panti Asuhan Al-Razzaq ini menjadi salah satu prioritas kami agar anak-anak di sini juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.”
╚════════════════════════════════════════╝

Setibanya di lokasi, suasana berubah menjadi hangat. Sambutan pengurus panti dan senyum anak-anak menghadirkan kelegaan yang tak bisa diukur angka. Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis, lalu berlanjut pada pembagian langsung—momen ketika kebahagiaan sederhana menjelma nyata.

Tak berhenti di situ, ruang panti berubah menjadi ruang silaturahmi. Remaja masjid duduk bersama anak-anak, berbagi cerita, tawa, dan harapan. Di sela percakapan ringan, terselip pesan-pesan tentang masa depan—tentang mimpi yang tetap layak diperjuangkan.

Sekretaris Remaja Masjid Baburroyyan, Fajar Ahmad Wahyuddin, melihat keterlibatan ini sebagai proses pembentukan diri generasi muda.

╔════════════════════════════════════════╗
“Kami dari remaja masjid sangat bersyukur bisa ikut terlibat langsung dalam penyaluran zakat ini. Ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga pembelajaran bagi kami tentang arti berbagi, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama.”
╚════════════════════════════════════════╝

Ia menambahkan, langkah kecil ini diharapkan terus bertumbuh menjadi gerakan yang lebih luas di masa depan—menjangkau lebih banyak mereka yang membutuhkan, melampaui batas panti dan lingkungan sekitar.

Apresiasi juga datang dari pengurus Panti Asuhan Al-Razzaq. Bantuan tersebut, bagi mereka, bukan hanya meringankan kebutuhan, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan.

╔════════════════════════════════════════╗
“Kami sangat berterima kasih kepada panitia zakat dan remaja Masjid Baburroyyan. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Semoga semua yang telah berzakat mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.”
╚════════════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, kegiatan ini memperlihatkan bahwa zakat fitrah tidak berhenti pada dimensi kewajiban ritual, tetapi berkembang menjadi instrumen sosial yang memperkuat kohesi komunitas. Di tengah tantangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang masih terasa, praktik distribusi zakat yang terorganisir dan tepat sasaran menjadi bukti bahwa solidaritas berbasis nilai keagamaan tetap relevan sebagai fondasi ketahanan sosial masyarakat.

Di penghujung kegiatan, tak ada gegap gempita. Hanya langkah pulang yang ringan, dan hati yang terasa lebih lapang. Sebab di hari itu, zakat tidak sekadar ditunaikan—ia telah menjelma menjadi jembatan sunyi yang menghubungkan keikhlasan dengan kebahagiaan.

Example 300250
Penulis: Fajar AhmadEditor: Agustinus Bobe