DILI | LINTASTIMOR.ID — Di tengah cahaya pagi yang hangat di ibu kota , Negara Timor Leste langkah seorang negarawan menyatu dalam suasana khidmat. Perdana Menteri hadir bukan sekadar sebagai kepala pemerintahan, tetapi sebagai penjaga harmoni, merangkul erat komunitas Muslim dalam perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dengan membawa nama Pemerintah Konstitusional IX dan seluruh rakyat Timor-Leste, Xanana menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim di negeri itu—sebuah gestur yang melampaui formalitas, menjelma menjadi simbol persatuan lintas iman.
Perayaan itu berlangsung di , Jumat (20/03/2026), ketika Xanana bergabung langsung dalam sukacita Idulfitri bersama komunitas Muslim, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan sarat makna.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh rakyat Timor-Leste, saya menyampaikan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh komunitas Muslim. Semoga hari kemenangan ini memperkuat persaudaraan, kedamaian, dan semangat kebersamaan di negeri kita.”
Kehadiran Xanana di tengah umat Muslim bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia menjadi cerminan wajah Timor-Leste yang menjunjung tinggi toleransi, di mana perbedaan bukanlah sekat, melainkan jembatan yang menghubungkan keberagaman.
Secara kontekstual, momentum ini mempertegas posisi Timor-Leste sebagai negara muda yang terus merawat fondasi kebhinekaan. Di tengah dinamika global yang kerap diwarnai ketegangan identitas, langkah Xanana menunjukkan bahwa diplomasi sosial—melalui kehadiran dan empati—masih menjadi kekuatan paling efektif dalam menjaga stabilitas dan kohesi nasional.
Di Dili hari itu, gema takbir tidak hanya menjadi milik umat Muslim, tetapi juga menjadi milik seluruh bangsa—sebuah irama sunyi yang mengajarkan bahwa damai tidak selalu lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling merangkul dalam perbedaan.


















