KUPANG, LINTASTIMOR.ID — Di bawah langit pagi Kupang yang hangat, ribuan langkah melangkah di lantai Grha Cendana Universitas Nusa Cendana (Undana). Prosesi Wisuda Periode I Tahun 2026 yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2026 tidak hanya menjadi seremoni akademik — tetapi juga deklarasi tanggung jawab generasi baru terhadap masa depan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam satu sesi terpadu yang khidmat, Undana melepas lebih dari seribu lulusan dari semua jenjang pendidikan, mulai dari diploma hingga doktor, termasuk salah satu momen bersejarah: pengukuhan Drs. Dr. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum. sebagai doktor Ilmu Administrasi ke-39 yang dilahirkan kampus ini.
“ilmu tak lagi sunyi di lembar ijazah; ia harus bergema di tanah yang melahirkan kita”
Acara dibuka langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang menyampaikan pesan tajam bahwa gelar bukan sekadar simbol kebanggaan keluarga — melainkan amanah moral yang harus dibawa pulang ke kampung, desa, hingga ibukota provinsi.
╔════════════════════════════════╗
“Gelar yang kalian sandang hari ini bukan sekadar atribut akademik, tetapi tanggung jawab moral untuk memberikan dampak nyata. Jadilah agen perubahan yang solutif — gunakan ilmu untuk menjawab tantangan daerah, dari digitalisasi hingga pengabdian masyarakat.”
╚════════════════════════════════╝
Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri utama di NTT, Undana menegaskan kembali perannya sebagai pusat pembentukan sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Bupati Kupang: lulusan baru adalah kekuatan nyata pembangunan
Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede,S.H menekankan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah dan akademisi. Menurutnya, integrasi pengetahuan akademik dan realitas sosial adalah kunci menjawab persoalan pembangunan yang kompleks.
Beliau berharap para wisudawan dan wisudawati dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat — dari perencanaan pembangunan, inovasi digital, hingga pelayanan publik yang lebih baik.
Tidak hanya itu, ucapan selamat juga ditujukan kepada Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, atas pencapaiannya meraih gelar doktor dalam prosesi wisuda ini, yang semakin mengukuhkan komitmen para tokoh daerah untuk terus berkarya membangun NTT.
Prosesi prosesi, tanpa mengurangi esensi
Meski dilakukan dalam satu sesi untuk efisiensi waktu, suasana prosesi tetap khidmat dan penuh makna — tiap langkah, tiap pengalungan samir, dan tiap tepuk tangan keluarga adalah refleksi asa dan kerja keras.
Turut hadir, jajaran civitas akademika Undana, Forkopimda Provinsi NTT, perwakilan konsul negara sahabat, para pimpinan OPD provinsi, serta keluarga besar wisudawan dan insan pers yang menyaksikan hari yang akan dikenang ini.
Dengan demikian, Wisuda Periode I Tahun 2026 tidak hanya menandai akhir sebuah perjalanan akademik, tetapi juga awal kontribusi nyata bagi daerah — dari laboratorium kampus hingga desa-desa terpencil di Nusa Tenggara Timur.


















