Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalOtomotifPeristiwaPolkam

Tiga Emas dari Kaki yang Tak Pernah Menyerah: Alfin Nomleni, Martabat NTT di Panggung ASEAN

192
×

Tiga Emas dari Kaki yang Tak Pernah Menyerah: Alfin Nomleni, Martabat NTT di Panggung ASEAN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUPANG | LINTASTIMOR.ID
Pagi di Ruang Kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur itu terasa berbeda. Tidak ada seremoni besar, tidak ada barisan panjang protokol. Yang hadir justru sesuatu yang jauh lebih berharga: sebuah kisah tentang ketekunan, keberanian, dan kemenangan atas batas-batas yang kerap diremehkan.

Jumat, 30 Januari 2026, Gubernur NTT Melki Laka Lena menerima Alfin Nomleni, atlet National Paralympic Committee of Indonesia NTT (NPCI NTT). Audiensi itu bukan sekadar kunjungan kehormatan, melainkan perjumpaan simbolik antara negara dan warganya yang telah mengharumkan nama daerah di panggung Asia Tenggara.

Example 300x600

Nama Alfin Nomleni baru saja menggema dari ASEAN Para Games XIII di Nakhon Ratchasima, Thailand. Di arena internasional itu, Alfin menorehkan prestasi luar biasa: tiga medali emas, masing-masing dari nomor yang menguji bukan hanya kekuatan kaki, tetapi keteguhan jiwa.

Lari 400 Meter T20 Putra
Lari 800 Meter T20 Putra
Lari 1.500 Meter T20 Putra

Tiga jarak. Tiga emas. Tiga kali Indonesia Raya berkumandang—dan di dalamnya, nama Nusa Tenggara Timur ikut berdiri tegak.

Prestasi itu menjadi bukti yang tak terbantahkan: atlet disabilitas NTT bukan sekadar peserta, tetapi penentu kemenangan. Mereka bukan objek belas kasihan, melainkan subjek prestasi.

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam. Baginya, apa yang dicapai Alfin melampaui angka dan podium. Ia adalah pesan keras bagi siapa pun yang masih memandang keterbatasan sebagai akhir.

“Alfin adalah bukti hidup bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Tiga medali emas ini lahir dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah,”
tegas Gubernur Melki.

Menurut Gubernur, kemenangan Alfin bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan kemenangan martabat daerah—bahwa NTT mampu melahirkan atlet kelas dunia, bahkan dari ruang-ruang yang sering terpinggirkan.

Lebih jauh, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem olahraga paralimpik. Pembinaan berkelanjutan, peningkatan fasilitas, hingga perhatian pada kesejahteraan atlet disebut sebagai agenda yang tak boleh ditunda.

“Kami ingin prestasi ini menjadi obor semangat bagi generasi muda, khususnya atlet disabilitas di NTT. Mereka memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk berdiri di panggung nasional dan internasional,”
lanjut Melki.

Di balik senyum Alfin Nomleni, tersimpan perjalanan panjang: latihan tanpa sorotan, disiplin yang sunyi, dan keyakinan bahwa setiap langkah—sejauh apa pun jaraknya—layak diperjuangkan hingga garis akhir.

Hari itu, di Kupang, negara memberi penghormatan. Namun sesungguhnya, Alfin telah lebih dulu memberi pelajaran: bahwa kemenangan sejati bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan siapa yang tidak pernah berhenti berlari meski dunia meragukannya.

Dan dari lintasan Thailand hingga ruang kerja Gubernur, satu pesan menggema jelas:
NTT berlari bersama Alfin—dan kali ini, berlari menuju emas.

Example 300250