Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Takbir di Markas Prajurit: Idul Fitri Menyatukan Iman, Pengabdian, dan Tanah Papua

55
×

Takbir di Markas Prajurit: Idul Fitri Menyatukan Iman, Pengabdian, dan Tanah Papua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA |LINTASTIMOR.ID— Pagi itu, langit Jayapura seperti menunduk khidmat. Gema takbir mengalun lembut, menyusup di antara barisan prajurit yang berdiri tegap dan warga yang datang dengan hati lapang. Di Lapangan Makodam XVII/Cenderawasih, Sabtu (21/3/2026), bukan sekadar sholat Id dilaksanakan—melainkan sebuah perjumpaan sunyi antara iman, disiplin, dan cinta pada negeri.

Dalam suasana penuh haru dan kemenangan, Kodam XVII/Cenderawasih menggelar Sholat Idul Fitri bersama prajurit dan masyarakat Kota Jayapura. Tema yang diusung, “Idul Fitri Membentuk Mental Prajurit TNI AD Yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid Untuk Indonesia Maju,” terasa hidup—bukan sekadar slogan, melainkan napas yang mengalir di setiap saf yang tersusun rapi.

Example 300x600

Hadir dalam momen itu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P, didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XVII/Cenderawasih Ny. Surry Amrin Ibrahim. Turut hadir para pejabat, prajurit, PNS, keluarga besar Kodam, hingga masyarakat yang larut dalam satu irama kebersamaan.

Sholat Id dipimpin oleh khatib Dr. H. M. Yasin Un Mayalibit, S.Ag., M.Ag., Kepala Ma’had IAIN Fattahul Muluk Papua. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar penutup Ramadan, tetapi awal dari perjalanan spiritual yang lebih dalam.

╔════════════════════════════════════╗
“Ramadhan adalah proses pembinaan iman dan spiritual. Setelah sebulan ditempa, diharapkan setiap insan, termasuk prajurit TNI, menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.”
╚════════════════════════════════════╝

Pesan itu mengendap kuat—bahwa ketakwaan bukan hanya urusan ibadah personal, tetapi fondasi moral dalam setiap langkah pengabdian, terutama bagi mereka yang memikul tugas menjaga kedaulatan negara.

Usai sholat, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyampaikan ucapan yang sederhana namun sarat makna. Di hadapan prajurit dan masyarakat, ia merajut doa dan harapan dalam satu kalimat kebersamaan.

╔════════════════════════════════════╗
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kodam XVII/Cenderawasih, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga di hari yang fitri ini kita semua menjadi pribadi yang lebih baik dan senantiasa taat kepada Allah SWT.”
╚════════════════════════════════════╝

Lebih dari itu, ia menegaskan pentingnya momentum Idul Fitri sebagai jembatan yang menghubungkan prajurit dengan rakyat—dua elemen yang tak terpisahkan dalam menjaga kedamaian Tanah Papua.

Dalam konteks Papua yang kaya akan keragaman budaya dan dinamika sosial, pelaksanaan Sholat Id bersama ini memiliki makna strategis. Ia bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga simbol kehadiran negara yang humanis—bahwa TNI tidak berdiri di menara kekuasaan, melainkan berjalan berdampingan dengan masyarakat. Di titik ini, spiritualitas dan stabilitas sosial bertemu, membentuk fondasi kepercayaan yang menjadi kunci perdamaian berkelanjutan.

Pagi itu pun beranjak siang. Takbir perlahan mereda, namun jejaknya tertinggal di hati—mengikat prajurit dan rakyat dalam satu kesadaran yang sama: bahwa kemenangan sejati bukan hanya setelah sebulan berpuasa, tetapi ketika iman mampu menjelma menjadi tindakan, dan pengabdian tumbuh dari ketulusan.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe