Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MappiPeristiwa

Tak Diberi Uang, Amarah Membabi Buta: Pemuda Aniaya Pemilik Kios Hingga Berdarah

113
×

Tak Diberi Uang, Amarah Membabi Buta: Pemuda Aniaya Pemilik Kios Hingga Berdarah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAPPI |LINTASTIMOR.ID — Senja di Kampung Baru Wamom Kepi seharusnya berjalan biasa. Namun, Minggu (29/3/2026) berubah menjadi kisah pilu ketika amarah seorang pemuda meledak hanya karena sebuah penolakan sederhana: pinjaman uang.

Seorang pemuda berinisial MB (21) kini harus berhadapan dengan hukum setelah diduga menganiaya seorang perempuan paruh baya, FT (50), pemilik kios yang menjadi saksi bisu kejadian itu. Peristiwa tersebut bukan sekadar insiden kekerasan biasa—ia adalah potret rapuhnya emosi yang tak terkendali.

Example 300x600

Korban mengalami luka robek di bagian dahi akibat hantaman benda tumpul, dan segera dilarikan ke Puskesmas Kepi untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa bermula saat pelaku, yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol, mendatangi kios milik korban dengan niat meminjam uang kepada suami korban yang saat itu berada di lokasi. Namun, penolakan datang dari korban yang melarang suaminya memenuhi permintaan tersebut. Penolakan itu rupanya menyulut bara emosi yang tak terbendung.

Dalam sekejap, situasi berubah menjadi kekerasan.

╔════════════════════════════════════════╗
“Pelaku memasukkan tangan, meraih papan penutup kios, lalu melemparkannya ke arah korban. Papan tersebut mengenai dahi korban hingga menyebabkan luka robek.”
╚════════════════════════════════════════╝

Demikian disampaikan Kanit Pamapta Regu 3 SPKT, Ipda Ferdinand N. Pepuho, saat mengonfirmasi kronologi kejadian.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Upaya pengejaran dilakukan setelah pelaku berusaha melarikan diri, bahkan nekat menembus rawa demi menghindari kejaran petugas.

Namun pelarian itu tak berlangsung lama.

╔════════════════════════════════════════╗
“Pelaku sempat mencoba melarikan diri melalui rawa untuk menghindari kejaran anggota. Namun, berkat kesigapan personel di lapangan, tersangka berhasil kami amankan.”
╚════════════════════════════════════════╝

Ferdinand menambahkan, pelaku bukan kali pertama berurusan dengan hukum. Sebelumnya, MB pernah diamankan dalam kasus pengrusakan etalase kios di Jalan Irian Kepi Km 03 (samping Toko Pratiwi), yang sempat viral di media sosial. Namun, perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan atas permintaan korban saat itu.

╔════════════════════════════════════════╗
“Pelaku juga pernah diamankan sebelumnya atas kasus pengrusakan, tetapi permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan atas permintaan korban pada saat itu.”
╚════════════════════════════════════════╝

Kini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Mappi. Aparat masih mendalami motif utama di balik tindakan tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi kekerasan itu.

Di balik luka yang menganga di dahi korban, terselip ironi yang dalam—bahwa sebuah penolakan sederhana bisa berujung pada tragedi, ketika emosi kehilangan kendali dan akal sehat tak lagi menjadi penuntun.

Example 300250