Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
InternasionalNasionalPeristiwaPolkam

Supami Lia Mencari Pulang dari Ranjang Asing

451
×

Supami Lia Mencari Pulang dari Ranjang Asing

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Supami Lia, Stroke Berat di Malaysia, Menunggu Kabar Keluarga di Jember

SERDANG, SELANGOR |LINTASTIMOR.ID—
Di sebuah ranjang rumah sakit yang dingin dan asing, seorang perempuan Indonesia terbaring dalam sunyi yang panjang. Tubuhnya lemah, tangan kirinya terpasang selang infus, matanya menatap kosong ke langit-langit ruangan. Jauh dari tanah kelahiran, jauh dari suara keluarga, Supami Lia kini bertahan di antara ingatan yang memudar dan harapan yang belum pulang.

Ia sedang menjalani perawatan intensif akibat stroke berat di Hospital Serdang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Waktu seolah berhenti di sana—sementara di seberang laut, keluarganya di Indonesia mungkin belum tahu bahwa ia sedang berjuang melawan separuh hidupnya yang runtuh.

Example 300x600

Supami Lia, warga negara Indonesia, diketahui berasal dari Jember, Jawa Timur, sebagaimana tercatat dalam dokumen paspornya. Namun hingga hari ini, tidak satu pun anggota keluarga inti berada di sisinya. Tidak ada genggaman tangan yang dikenal. Tidak ada suara yang memanggil namanya dengan kenangan masa kecil.

Nama, Negara, dan Kesepian

Dalam paspor Republik Indonesia, namanya tertulis jelas: SUPAMI LIA.
Tanggal lahir: 12 November 1978.
Tempat penerbitan paspor: Jember.

Data itu rapi dan resmi—namun di baliknya ada hidup yang kini tergolek rapuh, menunggu keajaiban paling sederhana: dikenali dan dijemput oleh keluarganya sendiri.

“Di negeri orang, sakit terasa dua kali lebih berat: sekali di tubuh, sekali di hati,”
— catatan pendamping kemanusiaan

Mencari Waris, Mencari Rumah

Upaya pencarian keluarga Supami Lia kini dibantu oleh jaringan kemanusiaan di Malaysia. Ia mencari ahli waris atau keluarga di Indonesia, khususnya yang berada atau memiliki keterkaitan dengan Jember, Jawa Timur.

Bukan untuk harta. Bukan untuk perkara rumit.
Melainkan untuk hak paling mendasar sebagai manusia: tidak sendirian saat sakit.

“Ia tidak meminta banyak. Hanya ingin tahu: masih adakah seseorang di dunia ini yang mengenalnya sebagai keluarga,”
— relawan pendamping

Seruan Kemanusiaan

Bagi siapa pun yang mengenal Supami Lia, memiliki hubungan keluarga, atau mengetahui keberadaan sanak saudaranya di Indonesia, dimohon untuk segera menghubungi pihak yang membantu penanganannya.

📞 Kontak Malaysia:
Dewi Kholifah
(Lembaga Human Trafficking Watch)
Nomor: 013-6055999

Kontak ini dibuka semata-mata untuk kepentingan kemanusiaan dan pengurusan keluarga.

Menunggu di Antara Dua Negeri

Di luar jendela rumah sakit, Malaysia tetap sibuk dengan lalu lintas dan rutinitasnya. Namun di dalam ruangan itu, seorang perempuan Indonesia menunggu sesuatu yang jauh lebih penting dari kesembuhan medis: kepastian bahwa ia masih punya tempat untuk pulang.

“Pulang bukan selalu tentang tanah. Kadang ia hanya ingin kembali pada nama yang dipanggil dengan cinta,”

Dan kini, nama itu dipanggil ke seberang laut:
Supami Lia. Dari Jember. Masih hidup. Masih menunggu.

 

Example 300250