MAPPI |LINTASTIMOR.ID— Sungai Eci akhirnya mengembalikan apa yang diambilnya.
Setelah tiga hari pencarian yang sunyi dan penuh harap, jasad seorang pria bernama IS (40), warga Kampung Samtaipim, Distrik Haju, ditemukan tersangkut di ranting pohon di tepian aliran sungai, Selasa (3/2/2026). Sungai itu tenang pagi tadi, seolah menyimpan duka yang tak terucap.
IS sebelumnya dilaporkan hilang saat beraktivitas di sekitar Sungai Eci, Distrik Assue, Kabupaten Mappi, pada Minggu (1/2/2026). Sejak laporan diterima, aparat Polsek Asgon, dibantu Pos Ramil Assue dan warga setempat, menyusuri aliran sungai yang dikenal berarus kuat—mengandalkan insting, doa, dan kebersamaan.
Pencarian itu berakhir dengan kenyataan pahit.
“Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya tersangkut di ranting pohon di pinggir sungai. Selanjutnya personel gabungan bersama warga mengevakuasi jenazah untuk dilakukan identifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,”
ujar Kapolsek Asgon, Iptu Hendrik Mendaun, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Perjalanan yang Berujung Duka
Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum peristiwa terjadi, IS bersama beberapa rekannya melakukan perjalanan menggunakan perahu ketinting dari Ibu Kota Distrik menuju Kampung Jufo Besar. Di tengah perjalanan, perahu tersebut terbalik akibat gelombang sungai.
Kepolisian menyebut, dugaan sementara, korban berada dalam kondisi tidak optimal untuk menyelamatkan diri saat perahu terbalik.
“Dugaan sementara, korban tidak dapat menyelamatkan diri. Rekan-rekan korban yang selamat sempat melakukan pencarian, namun tidak menemukan korban, sehingga peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Asgon,” tutur Kapolsek.
Pernyataan ini disampaikan sebagai hasil awal penelusuran, dan menjadi bagian dari upaya kepolisian menjelaskan kronologi peristiwa kepada publik.
Sungai, Keselamatan, dan Pelajaran yang Tersisa
Bagi warga Distrik Assue, sungai bukan sekadar jalur transportasi. Ia adalah nadi kehidupan—tempat bekerja, berpindah, dan bertaruh nyawa. Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa alam, betapapun akrabnya, menyimpan risiko yang tak boleh diremehkan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, menggunakan alat transportasi air secara bijak, serta memastikan kondisi fisik dan kesiapan diri sebelum melakukan perjalanan.
Di tepian Sungai Eci hari itu, pencarian telah usai. Namun duka keluarga, pelajaran bagi masyarakat, dan keheningan sungai akan tinggal lebih lama dari arus yang terus mengalir.


















