Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Sumpah di Kuala Kencana

82
×

Sumpah di Kuala Kencana

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ketika Intelijen Kejaksaan Berganti, Negara Menata Ulang Mata dan Telinganya di Mimika

MIMIKA | LINTASTIMOR.ID
Pukul 14.30 WIT, Jumat siang itu, Aula Kejaksaan Negeri Mimika tak hanya menjadi ruang upacara. Ia menjelma ruang sunyi tempat negara berbicara dengan caranya sendiri—melalui sumpah jabatan, rotasi pengabdian, dan janji yang tak tertulis di atas kertas.

Example 300x600

Di hadapan jajaran jaksa dan pegawai, Nobertus Dhendy Restu Prayogo, S.H., M.H. berdiri tegak. Kalimat sumpah mengalir pelan namun berat: tanggung jawab baru resmi disematkan. Ia dilantik sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Mimika, menggantikan Royal Sitohang, S.H., M.H., yang kini mendapat promosi sebagai Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Jayapura.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Mimika, Dr. I Putu Eka Suyantha, S.H., M.H., berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-1787/C.4/12/2025 tertanggal 31 Desember 2025.

Di ruangan itu hadir para Kepala Seksi, Kasubag Pembinaan, Ketua IAD Daerah Mimika beserta anggota, dan seluruh jajaran pegawai Kejaksaan Negeri Mimika—saksi pergantian estafet pada salah satu fungsi paling strategis penegakan hukum.

Intelijen: Mata Negara yang Tak Boleh Lelah

Bagi Kejaksaan, intelijen bukan sekadar unit kerja. Ia adalah mata dan telinga negara—yang bekerja senyap, membaca tanda, dan mencegah hukum jatuh terlambat.

Sebelum bertugas di Mimika, Nobertus Dhendy Restu Prayogo telah mengemban amanah sebagai Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Buton, Sulawesi Tenggara. Pengalaman lintas wilayah itulah yang menjadi modal awal menghadapi kompleksitas sosial, geografis, dan dinamika hukum di Mimika.

Dalam sambutannya, Kajari Mimika menyampaikan pesan yang lebih dari sekadar ucapan selamat datang.

“Segera menyesuaikan diri dengan karakteristik wilayah Mimika, bekerja profesional, berintegritas, dan mendukung penegakan hukum yang humanis serta berkeadilan,” ujar Dr. I Putu Eka Suyantha.

Pesan itu singkat, namun sarat makna. Di Mimika, hukum tak hanya berhadapan dengan pasal, tetapi juga dengan realitas sosial yang berlapis.

Rotasi sebagai Nafas Institusi

Pergantian pejabat ini bukan peristiwa tunggal. Ia adalah bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi di tubuh Kejaksaan Republik Indonesia—sebuah mekanisme untuk memastikan institusi tetap hidup, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Royal Sitohang, yang sebelumnya menjabat Kasi Intelijen Kejari Mimika, kini melangkah ke Jayapura. Sementara Nobertus Dhendy Restu Prayogo memulai lembar baru di tanah Mimika—wilayah yang menuntut kepekaan, ketegasan, dan kecermatan sekaligus.

Catatan Reflektif

Di balik toga dan sumpah jabatan, pelantikan ini adalah penegasan kehadiran negara. Bahwa hukum tidak boleh datang terlambat, tidak boleh ragu, dan tidak boleh kehilangan nurani.

Intelijen kejaksaan bekerja jauh dari sorotan, namun menentukan arah banyak perkara. Dan di Mimika, pergantian ini menjadi penanda: negara sedang menata ulang cara ia melihat, mendengar, dan bertindak.

Karena hukum yang kuat bukan hanya yang tegas di pengadilan, tetapi yang waspada sejak awal, adil dalam proses, dan manusiawi dalam pelaksanaannya.

 

Example 300250