ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID]– Harmoni dan doa menyatu di Monumen Batas Kota Atambua saat Piche Kota bersiap menghadirkan tujuh lagu persembahan untuk perdamaian. Diantaranya ” Relakan Apa Yang Pergi , Pasti Akan Kembali,,.
Sebelum panggung bersinar, para tokoh lintas agama menyalurkan doa-doa tulus, dan nyalakan sejuta lilin membingkai kedamaian di tengah gelombang demo yang mengoyak negeri.
Kepada Lintastimor.id, Piche Kota mengungkapkan makna persembahan musiknya. “Lagu-lagu ini adalah obat untuk rindu yang lama terpendam, rindu akan kampung halaman yang selalu berada di hati saya,” ujarnya lirih namun tegas, mata berbinar mengisyaratkan kedekatan dengan tanah kelahirannya.
Sebelum tampilkan lagu, Piche Kota disambut langsung oleh Bupati Belu Wilybrodus Lay di atas panggung.
Monumen Batas Kota pun dipenuhi oleh semangat para penggemar dan warga yang hadir, diperkirakan sekitar lima ribuan orang, menghadirkan lautan manusia yang menyatu dengan melodi dan doa. Suasana berubah menjadi sakral sekaligus meriah, ketika setiap nada yang dibawakan Piche Kota berbaur dengan doa dan harapan.
“Musik adalah jembatan hati, dan setiap lagu adalah doa yang saya kirimkan untuk tanah yang melahirkan saya, dan tanah air mengatuh dalam damai” ujar Piche Kota, menutup pandangannya sejenak sebelum nada pertama mengalun.