Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaKesehatan

PGGM 2026–2031 Dilantik: Dari Mimika, Seruan Sunyi Menyatukan Iman dan Keberagaman

23
×

PGGM 2026–2031 Dilantik: Dari Mimika, Seruan Sunyi Menyatukan Iman dan Keberagaman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA| LINTASTIMOR.ID — Di sebuah ruang yang hangat oleh doa dan harapan, Hotel Grand Tembaga menjadi saksi lahirnya babak baru pelayanan rohani di tanah Mimika. Selasa, 17 Maret 2026, bukan sekadar agenda pelantikan, melainkan momentum ketika iman, persatuan, dan tanggung jawab sosial bertemu dalam satu tarikan napas yang sama.

Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM) resmi melantik kepengurusan baru masa bakti 2026–2031, mengusung tema yang lembut namun kuat: “Sehari Sedikit dalam Satu Kasih, Satu Jiwa dan Satu Tujuan.” Sebuah tema yang bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dihidupi.

Example 300x600

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 84 Tahun 2026, dengan Pdt. Pascal Viktor Warint, S.Th dipercaya sebagai ketua. Hadir dalam suasana yang khidmat itu para pengurus gereja, tokoh agama, serta Bupati Mimika, Johannes Rettob—mewakili negara yang bersanding dengan iman.

Dalam suara yang tenang namun mengakar, Pdt. Pascal Viktor Warint menyampaikan bahwa pelayanan gereja hari ini tidak lagi bisa berdiri sendiri, terpisah dari denyut kehidupan masyarakat dan negara.

╔══════════════════════════════════════════════════╗
Tanggung jawab kita hari ini bukan sekadar seremoni. Kita dipanggil untuk mendukung setiap pelayanan dan menjadi warga negara yang membantu pemerintah mewujudkan suasana damai serta toleransi di Kabupaten Mimika.
╚══════════════════════════════════════════════════╝

Ia mengajak gereja-gereja untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menyatu dalam satu tubuh yang hidup, saling menguatkan dan menghadirkan kebaikan yang nyata bagi daerah.

╔══════════════════════════════════════════════════╗
Kebersamaan antar gereja harus terus kita jaga agar kita benar-benar menjadi satu tubuh Kristus yang menyatakan hal-hal baik bagi daerah ini.
╚══════════════════════════════════════════════════╝

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kepengurusan baru ini diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sosial, sekaligus menyelaraskan langkah dengan visi dan misi pemerintah daerah—sebuah sinergi antara iman dan pembangunan.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob melihat pelantikan ini sebagai simpul penting dalam merawat keberagaman yang menjadi wajah Mimika.

╔══════════════════════════════════════════════════╗
Kabupaten Mimika kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama. Keberagaman ini adalah anugerah yang harus kita jaga bersama.
╚══════════════════════════════════════════════════╝

Baginya, PGGM bukan hanya wadah keagamaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam merawat harmoni dan membangun masyarakat yang damai.

╔══════════════════════════════════════════════════╗
Kehadiran PGGM sangat strategis sebagai wadah persatuan gereja yang mampu memperkuat kebersamaan, membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, serta menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera.
╚══════════════════════════════════════════════════╝

Ia pun mengingatkan bahwa kerja-kerja besar tidak pernah lahir dari satu tangan saja, melainkan dari kebersamaan yang tulus.

╔══════════════════════════════════════════════════╗
Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kemitraan dengan lembaga keagamaan sangat penting. Mari kita bersama-sama mendukung program pembangunan dan menjaga kerukunan umat beragama.
╚══════════════════════════════════════════════════╝

Dan di ujung sambutannya, sebuah pesan yang sederhana namun dalam, mengalir sebagai doa bagi para pengurus yang baru dilantik.

╔══════════════════════════════════════════════════╗
Kepada seluruh pengurus PGGM periode 2026–2031, selamat menjalankan tugas. Kiranya Tuhan senantiasa memberikan hikmat, kekuatan, dan berkat dalam setiap langkah pelayanan.
╚══════════════════════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, pelantikan ini mencerminkan peran penting lembaga keagamaan di wilayah multikultural seperti Mimika, di mana gereja tidak hanya berfungsi sebagai pusat spiritual, tetapi juga sebagai aktor sosial yang menjembatani keberagaman. Di tengah tantangan pluralitas, PGGM hadir sebagai simpul yang merajut harmoni—menghubungkan iman dengan realitas sosial, serta memperkuat fondasi toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada akhirnya, pelantikan ini bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana kasih diterjemahkan menjadi tindakan. Sebab di tanah yang kaya akan perbedaan, persatuan bukanlah pilihan—melainkan panggilan yang harus dijaga dengan hati.

Example 300250