Scroll untuk baca artikel
Dirgahayu Indonesia 80
Example 728x250
Gaya HidupHiburanNasional

Pelukan Ayah, Ciuman Ibu: Air Mata Bahagia Menyambut Piche Kota Pulang

197
×

Pelukan Ayah, Ciuman Ibu: Air Mata Bahagia Menyambut Piche Kota Pulang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID) — Sore itu, rumah keluarga Kota di Atambua dipenuhi cahaya yang berbeda. Bukan sekadar cahaya lampu, melainkan cahaya kebahagiaan yang memancar dari wajah dua orang tua yang menanti begitu lama.

Pintu rumah terbuka, langkah kaki itu masuk. Dialah Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota—atau yang kini dikenal luas dengan nama panggung Piche Kota. Putra kebanggaan, yang sejak mengikuti Indonesia Idol tak pernah sempat kembali ke rumah, akhirnya hadir di hadapan ayah dan ibunya.

Example 300x600

Rasa rindu yang lama terpendam meledak seketika. Ayahnya, Antonius Chen Jaga Kota, langsung merengkuh sang anak, memegang wajahnya dengan kedua tangan, lalu menempelkan sebuah ciuman hangat di pipinya. Air matanya jatuh, membasahi wajah Piche yang mencoba tetap tegar di balik kacamata hitam.

Sementara sang ibu, Elfrida Martha Mauluan, yang akrab disapa Ibu Ida, berdiri di samping dengan senyum bergetar. Matanya berkaca-kaca, menatap buah hati yang akhirnya pulang. “Piche masih istirahat ya, Pak wartawan… Kami sekeluarga sungguh bahagia sekali dengan kehadiran Petrus kembali,” tutur Ibu Ida, suaranya lirih namun penuh syukur.

Baginya, kebahagiaan sore itu tak bisa diukur dengan kata-kata. Ia tahu betul, sang anak datang bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai simbol harapan bagi banyak orang di perbatasan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para fans Piche Kota dari Atambua, Malaka, TTU, TTS, Kupang, Rote, Sumba, Alor, Flores, hingga seluruh Indonesia Timur bahkan Timor Leste, yang telah mendukung anak kami sampai di titik ini,” lanjutnya dengan suara bergetar.

Air mata kebahagiaan itu jatuh, bukan hanya karena rindu yang terbayar, tapi juga karena doa-doa lama yang terjawab.

Rencana perjalanan Piche berikutnya pun membuat keluarga semakin bangga. Pada 2 September 2025, Piche akan mengunjungi Kabupaten TTU dalam sebuah tour. Di sana, Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, akan memimpin misa di Gua Bunda Maria TTU—gua yang pembangunannya dulu pernah mendapat dukungan moral dari Piche bersama sahabat karibnya, Abilio.

Sang ayah, Thony, mengaku tak mampu menahan tangis sejak pertama kali membaca berita di media mengenai kedatangan Piche di Bandara El Tari, Kupang. “Waktu saya baca itu, saya jujur menangis… sungguh tidak sangka anak saya bisa sampai di titik ini,” ucapnya sambil menyeka air mata.

Dalam pelukan itu, jelaslah satu hal: betapapun tinggi mimpi yang diraih, betapapun jauh langkah menapak, seorang anak akan selalu kembali ke rumah, kepada doa dan kasih ayah-ibunya. Sebab rumah, adalah tempat paling setia menunggu, dengan pelukan yang tak pernah pudar.

 

Example 300250