Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MappiNasionalPolkam

Parang di Jalan Malam: Ketika Alkohol Mengubah Jalan Pulang Menjadi Luka

156
×

Parang di Jalan Malam: Ketika Alkohol Mengubah Jalan Pulang Menjadi Luka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAPPI |LINTASTIMOR.ID— Malam di Jalan Irian, Kepi, seharusnya tenang. Lampu toko memantul di aspal basah, dan sepeda motor melaju pelan seperti doa yang hendak pulang. Namun pada Selasa malam itu, 6 Januari 2026, ketenangan berubah menjadi jerit yang tak terdengar—hanya darah yang menjawab.

Seorang pria berinisial WM, tengah mengendarai sepeda motor dari arah Jalan Tanjung Kopi menuju Jalan Saham. Saat melintas di Kilometer 2, tepat di depan Toko Sejahtera, langkahnya terhenti bukan oleh lampu merah, melainkan oleh parang—tajam, dingin, dan tak berperasaan.

Example 300x600

Di hadapannya berdiri HK, seorang pemuda yang malam itu tidak sepenuhnya hadir sebagai manusia utuh. Alkohol telah lebih dulu mengambil alih nalar dan kendali. Tanpa banyak kata, korban dihadang, dipukul hingga terjatuh, lalu ditebas. Bilah parang menyayat pergelangan kaki—seperti garis nasib yang ditarik paksa.

“Benar telah terjadi kasus penganiayaan di Jalan Irian Kepi Kilometer 2, depan Toko Sejahtera. Korban mengalami luka sayatan benda tajam pada pergelangan kaki dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kepi,”
ujar Kasat Reskrim Polres Mappi, Iptu Aditama Tantaowi, M.K., S.Tr.K, saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Korban dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis. Luka di kakinya mungkin akan sembuh, tetapi malam itu meninggalkan bekas yang lebih dalam—trauma yang tak mudah dihapus waktu.

Polisi bergerak cepat. Informasi dari warga menjadi kompas di tengah gelap. Pengejaran dilakukan, hingga akhirnya HK berhasil diamankan di sekitar Jalan Emete, tak jauh dari lokasi kejadian. Bersama tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti senjata tajam jenis parang—benda bisu yang menjadi saksi kekerasan.

“Saat penangkapan, tersangka tidak kooperatif dan melakukan perlawanan, sehingga personel kami mengambil tindakan tegas terukur,”
tegas Kasat Reskrim.

Dalam pemeriksaan awal, motif penganiayaan masih didalami. Namun dugaan sementara mengarah pada satu sebab klasik yang berulang: minuman beralkohol—cairan yang kerap menjelma api, membakar akal sehat dan empati.

“Dugaan sementara, pelaku melakukan penganiayaan karena berada di bawah pengaruh alkohol sehingga tidak mampu mengendalikan diri,”
lanjut Iptu Aditama.

Kini, HK mendekam di sel tahanan Polres Mappi, menunggu proses hukum berjalan. Di balik jeruji, mungkin ia akan belajar bahwa satu malam tanpa kendali bisa mengubah hidup banyak orang: korban yang terluka, keluarga yang cemas, dan dirinya sendiri yang kehilangan kebebasan.

Malam kembali sunyi di Jalan Irian. Motor-motor kembali melintas. Namun bagi sebagian orang, jalan pulang itu tak lagi sama. Karena di sana, pernah ada parang yang turun, dan alkohol yang berbicara lebih lantang daripada akal.

 

Example 300250