Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Malam Membara di Nabire: 561 Amunisi Tertinggal, Markas DPO KKB Dikuasai Aparat

102
×

Malam Membara di Nabire: 561 Amunisi Tertinggal, Markas DPO KKB Dikuasai Aparat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

NABIRE |LINTASTIMOR.ID — Malam di pedalaman Papua itu seharusnya sunyi. Hanya desir angin dan rimbun pepohonan yang setia menjaga rahasia hutan. Namun Minggu (1/3/2026) pukul 22.40 WIT, sunyi itu pecah. Dentum senjata menggema, memantul di lereng-lereng gelap, mengabarkan satu hal: negara sedang mengetuk pintu persembunyian.

Example 300x600

Aparat gabungan yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bergerak perlahan menembus malam. Informasi intelijen membawa mereka ke sebuah markas yang selama ini diduga dikuasai DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya. Di sanalah jejak kekerasan diyakini berawal dan direncanakan.

Belum sempat langkah sepenuhnya rapat, tembakan lebih dulu menyapa. Kontak tembak tak terhindarkan. Kilatan api dari moncong senjata memecah pekat, seperti meteor jatuh di antara pepohonan. Aparat membalas dengan taktis, terukur, dan disiplin.

Beberapa saat kemudian, suara letusan mereda. Kelompok bersenjata itu memilih mundur, meninggalkan markas dan logistik. Hutan kembali sunyi, tetapi kini dengan aroma mesiu yang masih menggantung.

561 Butir Amunisi dan Jejak Luka Lama

Di dalam markas yang ditinggalkan, aparat menemukan lebih dari sekadar logistik. Sebanyak 561 butir amunisi dari berbagai kaliber diamankan—untuk senjata laras panjang dan pendek. Sepuluh magazen, termasuk untuk senjata jenis SS1 dan AK-101, turut disita.

Tak hanya itu, 12 unit telepon genggam, lima handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000 ditemukan terserak di antara perlengkapan lain.

Namun dua unit telepon genggam menjadi temuan yang paling menyentak. Keduanya diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diyakini milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam penyerangan tahun lalu. Sementara satu lainnya diduga milik karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan silam.

Di balik benda-benda itu, ada cerita yang belum selesai. Ada keluarga yang menunggu kepastian. Ada duka yang belum benar-benar reda.


╔════════════════════════════════╗
║ “Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.”
║ — Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T.
╚════════════════════════════════╝


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 itu menegaskan, langkah ini bukan sekadar operasi militeristik, melainkan bentuk kehadiran negara di ruang-ruang yang selama ini dirundung ketakutan.

Di sisi lain, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 juga mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam kabar liar yang beredar di ruang-ruang digital.


╔════════════════════════════════╗
║ “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban.”
║ — Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.
╚════════════════════════════════╝


Negara di Tengah Hutan

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Langkah-langkah mereka menyapu jejak di tanah basah, memastikan tak ada bara yang tertinggal dan menyala kembali.

Operasi ini bukan akhir. Ia adalah satu bab dari cerita panjang tentang keamanan di Papua—tentang bagaimana negara berusaha hadir di tengah bentang alam yang indah sekaligus rawan.

Di Nabire, malam telah kembali gelap. Tetapi dari balik sunyi itu, ada pesan yang menggema: hukum sedang berjalan, perlahan namun pasti.

Example 300250