Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
KesehatanNasionalPeristiwa

Kucing Rabies Teror Warga Manumutin

69
×

Kucing Rabies Teror Warga Manumutin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

11 Warga Digigit, Belu Diingatkan: Ancaman Nyata di Tengah Permukiman

ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID — Seekor kucing yang biasanya dianggap jinak tiba-tiba berubah menjadi ancaman. Dalam beberapa hari terakhir, hewan itu menggigit warga di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Ketika akhirnya kucing tersebut ditangkap dan diperiksa di laboratorium kesehatan hewan, hasilnya mengejutkan: positif rabies.

Example 300x600

Peristiwa ini bukan sekadar insiden kecil. Setidaknya 11 warga telah menjadi korban gigitan, memicu kewaspadaan serius di lingkungan permukiman yang selama ini hidup berdampingan dengan hewan peliharaan.

Lurah Manumutin, Yasinta Mau, mengatakan sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis.

╔════════════════════════════════╗
“Sembilan korban sudah mendapatkan penanganan medis di puskesmas. Dua korban lainnya belum divaksin karena hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah mereka tinggi.”
╚════════════════════════════════╝

Setelah kasus itu terungkap, pihak kelurahan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Kesehatan, Camat, dan BPBD Kabupaten Belu. Pendataan kembali kini dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang luput dari penanganan.

╔════════════════════════════════╗
“Saat ini kita melakukan pendataan ulang, untuk memastikan tidak ada korban lain dan penyebaran penyakit ini tidak meluas.”
╚════════════════════════════════╝

Yasinta juga mengingatkan masyarakat agar mengenali tanda-tanda hewan yang diduga terinfeksi rabies.

Menurutnya, perubahan perilaku adalah gejala paling mencolok.

╔════════════════════════════════╗
“Kucing yang terkena rabies biasanya menunjukkan perubahan perilaku yang mencolok. Bisa tiba-tiba agresif tanpa alasan, mudah marah, atau justru sangat lesu dan tidak aktif.”

“Kadang juga muncul gejala seperti air liur berlebihan, kesulitan menelan, dan tidak takut pada manusia atau hewan lain,” jelasnya.
╚════════════════════════════════╝

Peringatan lebih keras disampaikan Dokter Hewan Maria R. Mina. Ia menegaskan bahwa pemilik kucing maupun anjing wajib bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan peliharaannya.

╔════════════════════════════════╗
“Pemilik kucing atau anjing wajib memvaksin hewan peliharaannya, mengandangkan, dan memperhatikan kesehatannya.”

“Kasus seperti ini sudah terjadi yang ketiga kalinya. Pasien yang pernah ditangani kurang lebih sudah 15 orang.”

“Ini sudah masuk zona merah.”
╚════════════════════════════════╝

Maria juga menegaskan bahwa merawat hewan bukan sekadar memberi makan. Pemilik harus memperhatikan kondisi kesehatan, lingkungan tempat tinggal, serta perilaku hewan yang dipelihara.

Secara kontekstual, berulangnya kasus gigitan hewan rabies di wilayah Belu menunjukkan bahwa kesadaran vaksinasi hewan peliharaan masih rendah. Tanpa pengawasan yang serius, rabies berpotensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang lebih luas di kawasan permukiman padat.

Di tengah kehidupan kota perbatasan yang biasanya tenang, kejadian ini menjadi peringatan keras: bahwa ancaman rabies tidak selalu datang dari hutan atau hewan liar—tetapi bisa muncul dari hewan yang setiap hari hidup di halaman rumah manusia.

 

Example 300250