Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalPeristiwaPolkam

Koperasi Merah Putih Belu Dipercepat: Dari Tanah Desa Menuju Kemandirian Ekonomi Rakyat

92
×

Koperasi Merah Putih Belu Dipercepat: Dari Tanah Desa Menuju Kemandirian Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID– Di sebuah pagi yang sarat semangat pembangunan, ruang pertemuan Gedung Betelalenok menjadi saksi perbincangan penting tentang masa depan ekonomi desa di Kabupaten Belu. Di ruangan itu, peta-peta desa, daftar kesiapan lahan, dan rencana pembangunan dibentangkan dengan satu tujuan: mempercepat berdirinya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah Belu.

Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, ST memimpin langsung rapat evaluasi pembangunan fisik gerai KDKMP, Selasa (10/03/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan lahan sekaligus percepatan pembangunan gerai koperasi di desa dan kelurahan.

Example 300x600

Diskusi berlangsung serius namun penuh optimisme. Di atas meja-meja rapat, angka-angka kesiapan desa menjadi perhatian utama. Masih ada beberapa desa yang belum memiliki lahan, sementara 13 desa lainnya telah memasuki tahap persiapan pembangunan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa koperasi bukan sekadar bangunan atau program administratif. Ia adalah ruang ekonomi bersama yang akan hidup dari partisipasi masyarakat desa.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Seluruh warga otomatis menjadi anggota koperasi dan berkesempatan memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun.”

Karena itu, pemerintah daerah meminta para camat, kepala desa, dan lurah bergerak cepat menyiapkan lahan. Ukuran minimal 20 x 30 meter menjadi syarat agar pembangunan gerai koperasi dapat segera dimulai.

“Kami mendorong camat, kepala desa, dan lurah untuk segera berkoordinasi menyiapkan lahan agar pembangunan gerai KDKMP dapat segera dilaksanakan.”

Program KDKMP sendiri merupakan bagian dari strategi nasional yang mendapat dukungan dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Kehadirannya diharapkan menjadi fondasi baru bagi penguatan ekonomi desa—membuka peluang usaha, memperluas akses distribusi pangan, dan menghadirkan sistem ekonomi gotong royong yang lebih modern.

Analisis Kontekstual

Di tengah tantangan ekonomi pedesaan yang sering bergulat dengan keterbatasan akses pasar dan modal, kehadiran koperasi berbasis desa seperti KDKMP menjadi instrumen penting dalam membangun ekonomi kolektif. Dengan model kepemilikan bersama dan pembagian SHU, koperasi bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga wadah kemandirian masyarakat untuk mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Belu sendiri menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan Koperasi Merah Putih berjalan optimal sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat desa.

Di ujung rapat itu, satu hal menjadi jelas: pembangunan ekonomi tidak selalu dimulai dari gedung-gedung besar di kota. Kadang ia lahir dari sebidang tanah desa—tempat masyarakat berkumpul, bekerja bersama, dan menanam harapan bahwa kesejahteraan dapat tumbuh dari akar mereka sendiri.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe