Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Ketika Genderang Papua Menggema di Ibu Kota Dunia

105
×

Ketika Genderang Papua Menggema di Ibu Kota Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Symphony Amor Menyentuh Panggung Global dan Mengukir Kebanggaan dari Timur Indonesia

TIMIKA, |LINTASTIMOR.ID —
Dari tanah yang sering disebut jauh, lahir bunyi yang menembus batas. Denting stik, hentak ritme, dan keberanian anak-anak Papua berpadu dalam satu komposisi: Symphony Amor. Di Jakarta Drum Corps International (JDCI) 2025, mereka tidak sekadar tampil—mereka didengar dunia.

Marching Band Symphony Amor dari Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Favorit pada ajang drumline bergengsi tersebut. Kompetisi yang mempertemukan talenta terbaik dari berbagai negara itu berlangsung pada 20 Desember 2025 di Jakarta, dan menjadi panggung pembuktian bagi generasi muda Papua.

Example 300x600

Melampaui Skor, Menang di Hati Publik

Tampil di kategori Senior Class Drumline Battle, tim beranggotakan 14 siswa ini mencatatkan skor 78,8 pada babak preliminary dan menempati peringkat kedua, mengantarkan mereka ke jajaran lima besar terbaik dunia dalam kategori tersebut.

Meski tidak melaju ke babak final—yang hanya diikuti empat tim teratas—penampilan Symphony Amor justru mencuri perhatian publik internasional. Melalui voting daring, mereka dinobatkan sebagai Juara Favorit, sebuah pengakuan yang lahir dari apresiasi, bukan sekadar angka.

“Ini adalah wujud nyata visi dan misi SATP: membuktikan bahwa anak-anak Papua mampu dan layak berkompetisi di tingkat internasional,”
ujar Kepala SATP Timika, Sonianto Kuddi.

Disiplin yang Dibayar dengan Pengorbanan

Prestasi ini tidak datang dalam semalam. Di balik gemuruh tepuk tangan, ada hari-hari sunyi latihan. Sebanyak 14 siswa terpilih menjalani karantina latihan intensif selama 5–15 Desember 2025, di saat rekan-rekan sebaya mereka menikmati libur sekolah.

Mereka tinggal di asrama, memusatkan energi pada latihan teknis, kekompakan tim, dan ketahanan mental—sebuah proses pendewasaan yang jarang terlihat di balik sorotan panggung.

“Untuk debut internasional dengan format kompetisi battle, apa yang mereka tampilkan sudah jauh melampaui ekspektasi,”
kata Pelatih Symphony Amor, Cristian Gosal.

Kolaborasi yang Menghidupkan Mimpi

Keberhasilan Symphony Amor tidak berdiri sendiri. PT Freeport Indonesia memberikan dukungan penuh melalui program kemitraan pendidikan dan seni—mulai dari pembiayaan penerbangan, akomodasi, transportasi, hingga kepulangan tim ke Timika.

Dukungan serupa juga datang dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang secara konsisten mendorong pengembangan bakat dan karakter generasi muda Papua.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa investasi pada pendidikan dan seni adalah investasi jangka panjang bagi martabat daerah.

Harmoni sebagai Jalan Masa Depan

Symphony Amor bukan sekadar marching band. Mereka adalah narasi hidup bahwa keterbatasan geografis bukanlah batasan cita-cita. Dari Papua, sebuah pesan mengalun ke panggung global: tentang disiplin, keberanian, kerja kolektif, dan kebanggaan akan jati diri.

Di tengah dunia yang sering melihat Papua melalui lensa konflik dan keterbelakangan, Symphony Amor menghadirkan wajah lain—wajah harapan dan prestasi.

Genderang telah berhenti dipukul. Namun gaungnya masih terasa.
Dan dari Timur Indonesia, dunia kembali diingatkan:
bakat tidak mengenal jarak, dan mimpi tidak pernah terlalu jauh untuk digapai.

 

Example 300250