Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Kapolda Papua Tengah Reshuffle Pilar Komando, Titip Amanah Integritas dan Kepemimpinan Humanis

104
×

Kapolda Papua Tengah Reshuffle Pilar Komando, Titip Amanah Integritas dan Kepemimpinan Humanis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE | LINTASTIMOR.ID – Langit Nabire pada Senin (13/7/2026) menjadi saksi pergantian estafet kepemimpinan di tubuh Polda Papua Tengah. Di Lapangan Apel Mapolda, prosesi pelantikan dan pengukuhan sejumlah Pejabat Utama (PJU) serta dua Kapolres berlangsung dengan khidmat. Bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, momen itu menandai penegasan arah kepemimpinan institusi kepolisian dalam menjawab tantangan keamanan di wilayah yang memiliki dinamika sosial dan geografis yang khas.

Upacara dipimpin langsung Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, dan dihadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, para pejabat utama, Bhayangkari, serta personel Polda Papua Tengah.

Example 300x600

Dalam rotasi tersebut, jabatan Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) resmi diemban Kombes Pol. Wahyu Kuncoro menggantikan Kombes Pol. Gatot Suprasetya. Sementara itu, jabatan Kepala Biro Perencanaan (Karorena) diserahterimakan kepada Kombes Harlan Amir yang menggantikan Kombes Pol. Muchamat Muchdhori.

Pada jajaran Korps Brimob, tongkat komando kini berada di tangan Kombes Pol. Sandi Sultan yang dipercaya menggantikan Kombes Pol. Ahmad Nurman Ismail sebagai Komandan Satuan Brimob Polda Papua Tengah.

Di tingkat kewilayahan, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak resmi dilantik sebagai Kapolres Mimika menggantikan AKBP Billyandha Hildiario Budiman. Sementara itu, AKBP Domingos de F. Ximenes dikukuhkan sebagai Kapolres Puncak.

Bagi Brigjen Pol. Jermias Rontini, jabatan bukanlah simbol kehormatan yang berhenti pada penyematan pangkat atau kursi kepemimpinan. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada institusi, masyarakat, sekaligus kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya minta seluruh pejabat yang baru segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya. Kenali wilayah, bangun komunikasi yang baik dengan anggota, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat. Jangan menunggu lama untuk bekerja,” tegas Brigjen Pol. Jermias Rontini.

Pesan itu menjadi penanda bahwa kecepatan beradaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Papua Tengah, dengan kompleksitas persoalan keamanan dan karakter masyarakatnya, menuntut hadirnya pemimpin lapangan yang mampu membaca situasi secara utuh, mengambil keputusan secara tepat, serta membangun kepercayaan melalui komunikasi yang terbuka.

Secara khusus, Kapolda juga menitipkan pesan kepada para Kapolres agar menjadikan pendekatan humanis sebagai fondasi dalam menjalankan tugas kepolisian. Menurutnya, kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pelayan yang memberikan rasa aman.

“Jadilah Kapolres yang dekat dengan masyarakat. Dengarkan keluhan mereka, hadir di tengah-tengah mereka, dan selesaikan setiap persoalan dengan pendekatan yang humanis, profesional, serta tetap berpedoman pada aturan hukum. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda.

Rotasi pejabat di lingkungan kepolisian merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi sekaligus penyegaran kepemimpinan. Di Papua Tengah, pergantian ini memiliki makna strategis karena berlangsung di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan stabilitas keamanan, serta pembangunan sinergi yang semakin erat antara Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Di penghujung amanatnya, Brigjen Pol. Jermias Rontini menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Polda Papua Tengah.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas pengabdian, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di Polda Papua Tengah. Selamat melaksanakan tugas di tempat yang baru. Semoga pengalaman yang diperoleh di sini menjadi bekal untuk terus berkarya dan mengabdi dengan penuh integritas serta membawa keberhasilan bagi institusi Polri,” tuturnya.

Pergantian kepemimpinan pada akhirnya bukan sekadar perpindahan nama dalam struktur organisasi. Ia adalah estafet tanggung jawab yang menuntut keberanian, keteladanan, dan integritas. Di tanah Papua Tengah, kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh ketika setiap amanah dijawab dengan kerja nyata, setiap tantangan dihadapi dengan kebijaksanaan, dan setiap langkah pengabdian selalu berpihak pada rasa keadilan serta kemanusiaan.

Example 300250